EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

129 Korban Kapal Virgo Masih Dicari, DPN ETH: Selamatkan Korban Sekarang, Audit Keselamatan Jangan Ditunda

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR — Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) meminta pemerintah mengerahkan kemampuan maksimal untuk pencarian korban Kapal Virgo Transport 8 sekaligus menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran setelah operasi penyelamatan memasuki hari kedua. Berdasarkan perkembangan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR — Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) meminta pemerintah mengerahkan kemampuan maksimal untuk pencarian korban Kapal Virgo Transport 8 sekaligus menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran setelah operasi penyelamatan memasuki hari kedua.

Berdasarkan perkembangan resmi yang disampaikan Senin, 14 September 2026, Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Hingga pukul 11.00 WITA, 114 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan enam meninggal dunia, sementara 129 orang masih dalam pencarian.

banner 468x60

Basarnas menyatakan 22 armada pencarian dan pertolongan telah dikerahkan, terdiri atas 17 unsur laut dan lima unsur udara. Operasi tersebut melibatkan Basarnas, TNI AL, Kepolisian, BNPB serta unsur lainnya.

Bagi DPN ETH, prioritas saat ini tidak boleh bergeser: selamatkan sebanyak mungkin korban terlebih dahulu. Namun setelah fase darurat dapat dikendalikan, penyebab kecelakaan harus diperiksa secara transparan agar tragedi serupa tidak terus berulang.

H. Safrizal: Satu Nyawa pun Tidak Boleh Dianggap Sekadar Angka

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang, H. Safrizal, menegaskan bahwa seluruh kekuatan negara yang diperlukan harus dikerahkan selama masih terdapat kemungkinan menemukan korban.

Menurut H. Safrizal, angka 129 orang yang masih dicari bukan sekadar statistik operasi SAR. Di balik setiap nama terdapat keluarga yang menunggu kepastian.

“Prioritas pertama adalah keselamatan manusia. Selama masih ada kemungkinan korban dapat ditemukan, negara harus hadir dengan seluruh kemampuan yang diperlukan. Satu nyawa pun tidak boleh diperlakukan hanya sebagai angka dalam laporan,” tegas H. Safrizal dalam sikap DPN ETH.

Ia juga meminta keluarga korban memperoleh informasi yang cepat, jelas dan konsisten. Menurut DPN ETH, ketidakpastian informasi dalam situasi bencana dapat menambah beban psikologis keluarga.

H. Safrizal menilai pemerintah juga perlu memastikan rumah sakit, fasilitas pelabuhan, ambulans, identifikasi korban serta pendampingan keluarga bekerja dalam satu koordinasi.

Ganda Satria Dharma: Pernyataan Ketua Umum Juga Menuntut Evaluasi Setelah Operasi SAR

Pernyataan H. Safrizal tersebut kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma.

Ganda menegaskan bahwa penekanan Ketua Umum saat ini adalah penyelamatan korban. Namun setelah proses pencarian memasuki tahap yang memungkinkan, menurutnya pemerintah harus melakukan evaluasi keselamatan secara menyeluruh dan berbasis fakta.

Ganda menjelaskan bahwa pemeriksaan nantinya perlu menjawab sejumlah pertanyaan penting: kondisi teknis kapal sebelum berangkat, pemenuhan standar keselamatan, kesesuaian jumlah orang dalam manifes, ketersediaan dan fungsi alat keselamatan, prosedur keberangkatan, kondisi cuaca, komunikasi kapal serta respons ketika keadaan darurat pertama kali terjadi.

Namun DPN ETH menegaskan bahwa poin-poin tersebut merupakan hal yang perlu diperiksa, bukan kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan. Penyebab resmi harus menunggu hasil investigasi pihak berwenang.

“Maksud Ketua Umum H. Safrizal bukan mencari pihak untuk disalahkan sebelum ada pemeriksaan. Yang diminta adalah jangan sampai setelah operasi SAR selesai, persoalan keselamatan ikut selesai dari perhatian publik. Fakta harus dibuka dan kelemahan sistem, bila ditemukan, harus diperbaiki,” jelas Ganda Satria Dharma.

DPN ETH: Keselamatan Pelayaran Tidak Boleh Bersifat Reaktif

DPN ETH menilai tragedi transportasi seharusnya menjadi bahan evaluasi sistem, bukan hanya penanganan kejadian per kejadian.

Apabila investigasi kemudian menemukan persoalan teknis, administratif, pengawasan ataupun pelanggaran standar keselamatan, DPN ETH meminta lembaga berwenang menindaklanjutinya secara transparan sesuai hukum.

Sebaliknya, apabila seluruh ketentuan telah dipenuhi dan kecelakaan dipicu faktor lain, hasil tersebut juga harus dijelaskan kepada publik berdasarkan bukti.

Menurut DPN ETH, pendekatan semacam itu penting agar evaluasi keselamatan tidak berubah menjadi spekulasi.

H. Safrizal: Negara Harus Hadir Sebelum, Saat dan Setelah Musibah

H. Safrizal menegaskan bahwa tugas negara dalam keselamatan transportasi tidak dimulai ketika kecelakaan terjadi.

Pengawasan kelaikan kapal, standar awak, alat keselamatan, manifest, sistem komunikasi dan kesiapan menghadapi kondisi darurat harus dilakukan sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.

Bagi H. Safrizal, keberhasilan penyelamatan merupakan hal penting, tetapi pencegahan kecelakaan tetap merupakan standar tertinggi keselamatan transportasi.

Ganda: Hasil Investigasi Harus Menghasilkan Perbaikan Nyata

Ganda Satria Dharma kembali menjelaskan bahwa setiap investigasi nantinya harus menghasilkan rekomendasi yang benar-benar diterapkan.

Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan laporan yang hanya berakhir sebagai dokumen.

Apabila ditemukan celah dalam pengawasan, regulasi harus diperbaiki. Jika terdapat persoalan teknis, standar pemeriksaan harus diperkuat. Apabila ditemukan pelanggaran berdasarkan bukti, proses hukum harus dijalankan sesuai ketentuan.

DPN ETH juga mendorong Kementerian Perhubungan bersama otoritas terkait mengevaluasi sistem keselamatan pada rute-rute pelayaran antarpulau yang memiliki kepadatan penumpang tinggi.

DPN ETH Sampaikan Duka dan Dukungan kepada Tim SAR

DPN Elang Tiga Hambalang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dan berharap seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan.

DPN ETH juga memberikan penghargaan kepada seluruh personel Basarnas, TNI AL, Kepolisian, BNPB, tenaga kesehatan, awak kapal lain dan relawan yang terlibat dalam operasi pencarian.

H. Safrizal menegaskan bahwa perhatian utama hari ini adalah keselamatan korban.

Sementara Ganda Satria Dharma memperjelas bahwa setelah operasi penyelamatan, negara memiliki pekerjaan lanjutan yang tidak kalah penting: mengungkap penyebab berdasarkan bukti dan memastikan hasil evaluasinya mencegah tragedi serupa terulang.

Hambalang, Kabupaten Bogor
14 September 2026

Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang
H. Safrizal — Ketua Umum
Ganda Satria Dharma — Sekretaris Jenderal

banner 336x280