EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Harga Ikan Harus Transparan dari Kapal hingga Pasar, Posisi Tawar Nelayan Perlu Diperkuat

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, 13 September 2026 — Transparansi harga ikan menjadi persoalan strategis bagi kesejahteraan nelayan Indonesia. Informasi pada Bursa Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperlihatkan adanya rentang harga yang cukup lebar untuk sejumlah komoditas perikanan di berbagai daerah. Data yang...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, 13 September 2026 — Transparansi harga ikan menjadi persoalan strategis bagi kesejahteraan nelayan Indonesia. Informasi pada Bursa Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperlihatkan adanya rentang harga yang cukup lebar untuk sejumlah komoditas perikanan di berbagai daerah.

Data yang tersedia pada sistem tersebut antara lain menunjukkan udang vaname sekitar Rp55.000–Rp75.000 per kilogram, cumi-cumi sekitar Rp45.000–Rp85.000 per kilogram, dan tuna sirip kuning sekitar Rp24.000–Rp55.000 per kilogram.

banner 468x60

Namun, angka pada sistem pemasaran tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai harga yang diterima nelayan di kapal atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Bursa Ikan KKP sendiri memberikan catatan bahwa fitur masih dalam pengembangan dan data yang ditampilkan kemungkinan belum sepenuhnya akurat.

Karena itu, isu yang perlu dikawal bukan sekadar apakah harga ikan naik atau turun, melainkan berapa sebenarnya harga yang diterima nelayan ketika hasil tangkapannya pertama kali dijual.

Harga Tinggi di Pasar Belum Tentu Dinikmati Nelayan

Perjalanan ikan dari kapal menuju konsumen melibatkan beberapa mata rantai.

Setelah didaratkan, ikan dapat melalui TPI, pengepul, pedagang besar, fasilitas penyimpanan, transportasi, distributor hingga pedagang eceran.

Setiap tahap mempunyai biaya dan margin masing-masing.

Akibatnya, masyarakat dapat melihat ikan dijual dengan harga relatif tinggi di pasar, sementara harga yang diterima nelayan ketika ikan pertama kali didaratkan bisa berbeda cukup jauh.

Perbedaan tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pelanggaran. Faktor kualitas ikan, ukuran, jenis, musim, lokasi, biaya transportasi, penyimpanan dan permintaan pasar juga dapat memengaruhi harga.

Nelayan Membutuhkan Harga Acuan Sebelum Menjual

Salah satu persoalan mendasar bagi nelayan adalah ketimpangan informasi.

Ketika nelayan tidak mengetahui harga ikan di TPI lain, pasar induk atau daerah tujuan pemasaran, posisi tawarnya dalam transaksi menjadi lebih lemah.

Informasi harga yang cepat dan mudah diakses dapat membantu nelayan menentukan apakah harga yang ditawarkan masih wajar.

Karena itu, sistem informasi harga idealnya dapat menunjukkan setidaknya harga di tingkat nelayan/TPI, harga pedagang atau distributor, serta harga pasar konsumen secara terpisah.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui bagaimana nilai komoditas berubah sepanjang rantai perdagangan.

TPI Harus Menjadi Pusat Transparansi Harga

Tempat Pelelangan Ikan memiliki posisi strategis dalam memperkuat transparansi.

Harga transaksi harian dapat ditampilkan secara terbuka melalui papan informasi maupun sistem digital berdasarkan jenis ikan, ukuran, kualitas dan volume.

Informasi tersebut sebaiknya dapat diakses nelayan sebelum transaksi dilakukan.

Digitalisasi TPI juga dapat membantu pemerintah membangun data harga yang lebih akurat dari berbagai sentra produksi nasional.

Koperasi Nelayan Dapat Memperkuat Posisi Tawar

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang dapat mendorong penguatan koperasi sebagai salah satu instrumen meningkatkan posisi tawar nelayan.

Apabila hasil tangkapan dikumpulkan melalui koperasi, volume penjualan menjadi lebih besar sehingga terdapat peluang memperoleh akses langsung ke pembeli, industri pengolahan, hotel, restoran maupun pasar antardaerah.

Koperasi juga dapat membantu menyediakan es, pembiayaan operasional, transportasi dan penyimpanan.

Namun koperasi harus dikelola secara profesional dan transparan agar keuntungan ekonominya benar-benar kembali kepada anggota.

Cold Storage Bisa Mengurangi Tekanan untuk Menjual Cepat

Ikan merupakan komoditas yang cepat mengalami penurunan kualitas.

Tanpa es dan fasilitas penyimpanan, nelayan mempunyai waktu sangat terbatas untuk menjual hasil tangkapan.

Situasi tersebut dapat melemahkan posisi tawar karena nelayan terpaksa menerima harga yang tersedia agar ikan tidak rusak.

Karena itu, pembangunan pabrik es, cold storage dan transportasi berpendingin harus dipandang sebagai bagian dari kebijakan harga ikan.

Keberhasilan fasilitas tersebut tidak cukup dinilai berdasarkan jumlah bangunan. Dampaknya perlu diukur dari apakah kualitas ikan lebih terjaga dan harga yang diterima nelayan meningkat.

Jangan Membuat Tuduhan Tanpa Bukti

Perbedaan harga antara nelayan dan konsumen memang layak diawasi, tetapi tidak tepat apabila setiap selisih harga langsung disebut sebagai permainan harga atau pelanggaran.

Diperlukan data transaksi untuk membedakan antara biaya distribusi yang wajar, margin perdagangan dan praktik yang benar-benar merugikan nelayan.

Pendekatan berbasis data akan membuat aspirasi nelayan lebih kuat ketika disampaikan kepada pemerintah.

Lima Aspirasi yang Dapat Dikawal Satuan Nelayan ETH

Dalam kapasitas sebagai penyampai aspirasi masyarakat nelayan, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang dapat mendorong publikasi harga ikan harian di TPI; pemisahan data harga tingkat nelayan dan pasar; penguatan koperasi pemasaran; perluasan fasilitas es dan cold storage; serta pembangunan sistem informasi harga nasional yang dapat diakses melalui telepon seluler.

Dengan sistem tersebut, nelayan diharapkan tidak berangkat melaut dan menjual ikan dalam kondisi minim informasi.

Persoalan harga ikan pada akhirnya bukan sekadar persoalan perdagangan. Harga menentukan kemampuan keluarga nelayan memenuhi kebutuhan pangan, pendidikan anak, perawatan kapal, pembelian BBM dan keberlanjutan usaha.

Laut yang produktif seharusnya menghasilkan kesejahteraan yang juga dirasakan oleh orang yang menangkap ikannya.

banner 336x280