Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 Dibuka Gratis, Reza Prasatria Dharma: Generasi Muda Harus Rebut Kesempatan Menguasai Teknologi Industri
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR — Kesempatan meningkatkan keterampilan kerja kembali terbuka bagi generasi muda. Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung Kementerian Ketenagakerjaan membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5 Tahun 2026 dengan sejumlah program yang berkaitan langsung dengan perkembangan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR — Kesempatan meningkatkan keterampilan kerja kembali terbuka bagi generasi muda. Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung Kementerian Ketenagakerjaan membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5 Tahun 2026 dengan sejumlah program yang berkaitan langsung dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Pendaftaran berlangsung 27 Agustus–16 September 2026, sehingga per 14 September masih tersedia waktu bagi calon peserta yang memenuhi persyaratan untuk mendaftar. Seluruh program dinyatakan gratis.
Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menilai program tersebut menunjukkan bahwa generasi muda harus semakin aktif mencari kesempatan peningkatan kompetensi.
“Persaingan dunia kerja berubah sangat cepat. Generasi muda jangan hanya menunggu pekerjaan datang, tetapi harus aktif meningkatkan keterampilan dan menguasai teknologi yang benar-benar dibutuhkan industri.”
Smart Manufacturing Jadi Salah Satu Pilihan
Salah satu bidang menarik dalam PVN Batch 5 adalah Smart Manufacturing. BBPVP Bandung membuka pelatihan pembuatan perangkat Quality Control berbasis Vision Sensor dengan kuota 32 peserta serta pembuatan perangkat Predictive Maintenance untuk Mesin Produksi dengan kuota 16 peserta. Keduanya dijadwalkan berlangsung selama 20 hari, mulai 30 September sampai 27 Oktober 2026.
Teknologi vision sensor dapat digunakan dalam sistem pemeriksaan kualitas otomatis, sedangkan predictive maintenance berkaitan dengan pemanfaatan data dan teknologi untuk membantu mengantisipasi kebutuhan pemeliharaan mesin.
Satuan Mahasiswa ETH melihat bidang seperti ini semakin strategis karena industri bergerak menuju otomatisasi, digitalisasi dan sistem produksi cerdas.
“Kita ingin anak muda Indonesia bukan hanya mampu mengoperasikan mesin, tetapi memahami teknologi di balik proses produksi modern. Kalau industri bergerak menuju otomatisasi, kompetensi generasi muda juga harus bergerak ke arah yang sama.”
Ada Smart Automotive hingga Smart Building
Pilihan pelatihan tidak berhenti pada manufaktur. PVN Batch 5 BBPVP Bandung juga menawarkan program Smart Automotive, termasuk modifikasi kendaraan konvensional dengan sistem kendali jarak jauh.
Terdapat pula Smart Building, antara lain pelatihan pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas, serta program lain di bidang teknologi kreatif dan sektor jasa.
Menurut Satuan Mahasiswa ETH, keragaman program tersebut menggambarkan perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
Pelatihan Gratis, Ada Sertifikasi BNSP
BBPVP Bandung menyatakan peserta yang mengikuti PVN Batch 5 memperoleh fasilitas berupa biaya pelatihan gratis, uang saku, makan siang, seragam pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan, modul, e-sertifikat serta sertifikat BNSP. Program dilaksanakan dengan sistem non-boarding, sehingga tidak menyediakan fasilitas asrama.
Setelah pelatihan, program juga direncanakan berlanjut dengan On the Job Training (OJT) atau magang selama satu bulan berbasis proyek, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tren dunia kerja.
Reza menilai kombinasi pelatihan, sertifikasi dan pengalaman praktik merupakan pendekatan yang penting.
“Sertifikat penting, tetapi kemampuan nyata jauh lebih menentukan. Pelatihan akan semakin bernilai apabila peserta mendapatkan praktik, mengerjakan proyek dan memahami bagaimana kompetensinya digunakan di lingkungan kerja.”
Tidak Semua Mahasiswa Aktif Bisa Mengikuti Batch Ini
Satuan Mahasiswa ETH memberikan catatan penting agar informasi program tidak menyesatkan mahasiswa.
Berdasarkan persyaratan resmi PVN Batch 5 BBPVP Bandung, peserta merupakan pencari kerja berusia minimal 17 tahun, memiliki KTP dan akun SIAPKerja, minimal lulusan SMA/SMK atau sederajat, serta tidak sedang menempuh pendidikan.
Artinya, mahasiswa yang masih aktif kuliah tidak otomatis memenuhi persyaratan batch tersebut.
Satuan Mahasiswa ETH mendorong pemerintah memperbanyak skema pelatihan teknologi yang juga dapat diakses mahasiswa aktif tanpa mengganggu kegiatan akademik.
“Kalau program tertentu memang diperuntukkan bagi pencari kerja yang tidak sedang menempuh pendidikan, ketentuannya harus kita hormati. Tetapi ke depan kami juga mendorong semakin banyak pelatihan teknologi industri yang secara khusus dapat diikuti mahasiswa aktif.”
Pendaftaran Segera Ditutup
Berdasarkan jadwal resmi, pendaftaran PVN Batch 5 berlangsung sampai 16 September 2026. Pengisian asesmen siap latih juga dibatasi hingga tanggal tersebut.
Seleksi wawancara dijadwalkan 17–23 September, pengumuman hasil seleksi 24 September, kemudian kick-off dan orientasi pada 30 September 2026.
Calon peserta harus mendaftar melalui sistem resmi pemerintah dan mengikuti seluruh proses seleksi.
Jangan Ada Pungutan
BBPVP Bandung menegaskan seluruh pelayanan dalam program tersebut tidak dipungut biaya.
Satuan Mahasiswa ETH mengingatkan generasi muda menggunakan kanal resmi dan tidak memberikan uang kepada pihak yang menjanjikan kelulusan seleksi.
“Program pemerintah yang dinyatakan gratis harus benar-benar gratis. Generasi muda juga harus cerdas memeriksa informasi dan jangan mudah percaya kepada pihak yang menawarkan jalan pintas dengan meminta pembayaran.”
Keterampilan Industri Harus Semakin Luas
Selain PVN Batch 5, BBPVP Bandung pada September 2026 juga membuka program berbasis kompetensi yang mencakup keterampilan manufaktur seperti CAD, CNC bubut, CNC milling, mesin bubut dan mesin frais.
Bagi Satuan Mahasiswa ETH, keberadaan berbagai pelatihan tersebut memperlihatkan pentingnya pendidikan vokasi sebagai salah satu jalur peningkatan kompetensi generasi muda.
Perguruan tinggi, sekolah vokasi, pemerintah dan industri perlu semakin terhubung agar keterampilan yang diajarkan mengikuti perkembangan teknologi.
Dari Hambalang: Kuasai Teknologi, Jangan Takut Otomatisasi
Dari Hambalang, Kabupaten Bogor, Reza mengajak generasi muda melihat otomatisasi dan perkembangan teknologi industri sebagai tantangan sekaligus kesempatan.
“Jangan takut terhadap mesin cerdas, robotika atau otomatisasi. Yang harus kita lakukan adalah meningkatkan kemampuan agar generasi muda Indonesia menjadi orang-orang yang merancang, mengoperasikan, memelihara dan mengembangkan teknologi tersebut.”
Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah memperluas pelatihan berbasis teknologi, memperkuat sertifikasi kompetensi, memperbanyak hubungan dengan industri serta menyediakan jalur pelatihan yang dapat diakses mahasiswa aktif maupun pencari kerja sesuai kategori masing-masing.
Indonesia tidak cukup hanya memiliki banyak tenaga kerja. Indonesia membutuhkan generasi muda yang terampil, menguasai teknologi dan mampu menjadi kekuatan utama industri nasional.
SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG
Ketua Umum: Reza Prasatria Dharma





