KUR Tembus Rp197 Triliun, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang: Pastikan UMKM Benar-Benar Naik Kelas
Hambalang — Selasa, 15 September 2026. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi perhatian setelah realisasinya hingga Agustus 2026 dilaporkan mencapai sekitar Rp197 triliun. Besarnya pembiayaan tersebut menjadi momentum untuk memastikan akses permodalan benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan usaha mikro,...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang — Selasa, 15 September 2026. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi perhatian setelah realisasinya hingga Agustus 2026 dilaporkan mencapai sekitar Rp197 triliun. Besarnya pembiayaan tersebut menjadi momentum untuk memastikan akses permodalan benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai KUR mempunyai posisi penting dalam memperkuat ekonomi rakyat. Namun, keberhasilan program pembiayaan tidak seharusnya hanya dilihat dari besarnya nilai kredit yang berhasil disalurkan.
Dampak terhadap peningkatan produksi, omzet, perluasan pasar, kemandirian pengusaha hingga penciptaan lapangan pekerjaan juga harus menjadi perhatian.
Asosiasi Pengusaha ETH: jangan ukur keberhasilan hanya dari nilai penyaluran
Menanggapi capaian tersebut, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai angka penyaluran yang besar perlu diikuti evaluasi terhadap perkembangan penerima KUR.
“Penyaluran sekitar Rp197 triliun merupakan angka yang besar. Tetapi keberhasilan KUR jangan hanya diukur dari berapa banyak uang yang sudah tersalurkan. Kita juga perlu melihat berapa banyak UMKM yang omzetnya meningkat, produksinya bertambah, pasarnya semakin luas dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.”
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang berharap akses KUR semakin mudah bagi pengusaha yang memenuhi ketentuan, termasuk pelaku usaha produktif di daerah.
Menurut asosiasi, pembiayaan yang tepat sasaran dapat menjadi pengungkit bagi pengusaha kecil untuk berkembang menjadi usaha yang lebih kuat dan mandiri.
Modal harus dibarengi pendampingan
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang juga mengingatkan bahwa persoalan UMKM tidak hanya berkaitan dengan modal.
Sebagian pelaku usaha masih membutuhkan peningkatan kemampuan dalam pengelolaan keuangan, pemasaran digital, legalitas usaha, kualitas dan kemasan produk, pemanfaatan teknologi serta perluasan jaringan pemasaran.
Karena itu, penyaluran KUR dinilai akan memberikan hasil lebih besar apabila diintegrasikan dengan program pendampingan.
“Jangan sampai setelah KUR cair, pengusaha dibiarkan berjalan sendiri. Modal harus dibarengi peningkatan kemampuan usaha. Tujuannya jelas, penerima KUR hari ini harus mempunyai kesempatan menjadi pengusaha yang lebih mandiri dan naik kelas.”
Pengusaha daerah dan sektor produktif harus diperkuat
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang turut mendorong agar pembiayaan semakin menyentuh kegiatan usaha produktif di berbagai daerah.
Sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, ekonomi kreatif dan berbagai kegiatan UMKM dinilai mempunyai kemampuan besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan apabila memperoleh modal dan akses pasar yang memadai.
Pemerintah, perbankan, pemerintah daerah dan organisasi pengusaha juga diharapkan memperkuat koordinasi agar calon penerima memperoleh informasi yang jelas mengenai prosedur dan persyaratan KUR.
Dukung penguatan ekonomi rakyat
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendukung kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembiayaan sektor produktif dan UMKM.
Namun, asosiasi menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi agar pembiayaan benar-benar diterima pengusaha yang membutuhkan serta digunakan untuk kegiatan produktif.
“UMKM yang berkembang akan menggerakkan ekonomi daerah. Pengusaha yang semakin kuat akan membuka lapangan pekerjaan. Karena itu, setiap pembiayaan harus diarahkan agar menghasilkan manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.”
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang berharap KUR tidak hanya menjadi program penyaluran kredit, melainkan menjadi salah satu jalan untuk melahirkan lebih banyak pengusaha Indonesia yang produktif, mandiri, berdaya saing dan mampu naik kelas.
Sumber data: Kementerian UMKM dan pemberitaan mengenai perkembangan realisasi KUR hingga Agustus 2026. Untuk publikasi, angka Rp197 triliun sebaiknya tetap dicantumkan dengan atribusi sumber pada artikel agar pembaca dapat membedakan data pemerintah dengan pernyataan organisasi.





