Lembaga Pemantau Elang Tiga Hambalang Berharap KDM (Gubernur Jabar) Turun Tangan Benahi Pedagang Kaki Lima yang Merugikan Investor Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Pasar se-Jawa Barat
Hambalang, 16 Mei 2026Menyoroti semrawutnya tata kelola Perumda Pasar di berbagai wilayah Jawa Barat, Sekjen Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, angkat bicara. Dalam keterangan persnya kepada sejumlah awak media terkait kondisi tata kelola Perumda Pasar di Jawa Barat, Ganda...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

Hambalang, 16 Mei 2026
Menyoroti semrawutnya tata kelola Perumda Pasar di berbagai wilayah Jawa Barat, Sekjen Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, angkat bicara.
Dalam keterangan persnya kepada sejumlah awak media terkait kondisi tata kelola Perumda Pasar di Jawa Barat, Ganda menyampaikan bahwa saat ini banyak investor Perumda Pasar mengalami kerugian akibat maraknya pedagang kaki lima yang berdiri tanpa aturan yang jelas dan menyalahi peraturan daerah mengenai syarat serta ketentuan pelaku usaha di pasar.
Bahkan, menurutnya, para pedagang kaki lima tersebut seolah terorganisir dengan memberlakukan pungutan liar (pungli). Hal ini tentu berdampak negatif terhadap keberlangsungan pelaku usaha di kios-kios yang memiliki mekanisme kepemilikan sah. Akibatnya, saat ini banyak kios kosong dan terbengkalai.
Berdasarkan pantauan Elang Tiga Hambalang, kios-kios kosong tersebut terdapat di Pasar Pelita Sukabumi, Pasar Anyar Kota Bogor, Pasar Gedebage Bandung, serta beberapa pasar di wilayah lainnya. “Tentu saja kami prihatin terhadap keberlangsungan pasar. Jika hal ini dibiarkan, maka kami meminta apabila kepala Perumda Pasar tidak sanggup bekerja, segera dilakukan pergantian di jajarannya. Bahkan menurut kami, Kejaksaan Tinggi dan Polda Jabar harus turun tangan membantu pemerintah dan Gubernur mencari solusi, menata, memperjelas, serta menjamin eksistensi pasar tradisional. Kita juga harus menjaga dan menjamin investor bisa bernapas lega,” tegas Ganda Satria Dharma.
Sementara itu, di ruang terpisah, Ketua Umum Elang Tiga Hambalang, Safrizal, menekankan pentingnya melaksanakan tugas secara benar, jujur, dan terukur. Ia juga meminta agar menutup ruang-ruang gratifikasi dan menjadikan jabatan sebagai bentuk pertanggungjawaban, bukan sekadar slogan ABS (Asal Bapak Senang).
Menurut Safrizal, para pejabat harus benar-benar turun ke lapangan untuk melihat dan menyaksikan langsung apa yang terjadi, serta mencari solusi yang konkret dan solutif agar proses perniagaan di Jawa Barat ke depan benar-benar nyaman. Ia juga berharap pasar tradisional ke depan dapat menjadi salah satu destinasi wisata bagi para pelancong.
“Dalam waktu dekat, doakan kami agar bisa bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat untuk mencari solusi yang tepat dan mendorong agar KDM dapat turun tangan secara langsung,” ujar Safrizal penuh optimistis.





