Trade Expo Indonesia 2026 Hasilkan 168 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp237 Triliun, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang Dorong UMKM dan Koperasi Tembus Pasar Global
ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG RABU, 14 OKTOBER 2026 Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — Rabu, 14 Oktober 2026. Peluang perdagangan internasional bagi pengusaha Indonesia menunjukkan perkembangan menggembirakan setelah pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 menghasilkan penandatanganan ratusan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
RABU, 14 OKTOBER 2026
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — Rabu, 14 Oktober 2026.
Peluang perdagangan internasional bagi pengusaha Indonesia menunjukkan perkembangan menggembirakan setelah pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 menghasilkan penandatanganan ratusan nota kesepahaman bisnis antara eksportir nasional dan pembeli dari berbagai negara.
Sebanyak 168 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan potensi transaksi mencapai US$13,2 miliar, setara sekitar Rp237 triliun, ditandatangani pada hari pertama penyelenggaraan TEI 2026, Rabu (14/10/2026).
Kesepakatan tersebut melibatkan pelaku usaha Indonesia dan mitra perdagangan dari 22 negara, dengan Belanda, India, dan Jepang menjadi tiga negara penyumbang potensi transaksi terbesar.
Perkembangan tersebut menjadi momentum penting bagi pengusaha nasional untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan ekspor produk bernilai tambah, serta memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang capaian tersebut sebagai kesempatan strategis untuk memperluas keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta pengusaha daerah dalam perdagangan global.
Namun, nilai kesepakatan yang besar harus diikuti realisasi kontrak, pengiriman produk, pembayaran perdagangan, serta peningkatan kegiatan produksi dalam negeri.
Asosiasi Pengusaha ETH menilai keberhasilan promosi perdagangan internasional tidak cukup diukur dari jumlah kesepakatan yang ditandatangani, melainkan juga dari manfaat ekonomi nyata yang diterima pengusaha nasional, koperasi, UMKM, dan masyarakat.
Mendag Budi Santoso: 168 Kesepakatan Libatkan Pembeli dari 22 Negara
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa penandatanganan 168 MoU merupakan hasil rangkaian penjajakan bisnis antara eksportir Indonesia dan calon pembeli internasional.
Berdasarkan pemberitaan ANTARA pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, nilai keseluruhan nota kesepahaman tersebut mencapai US$13,2 miliar.
Tiga negara dengan potensi transaksi terbesar adalah Belanda, India, dan Jepang.
Kesepakatan perdagangan mencakup berbagai produk nasional, antara lain makanan olahan seperti roti, pastri, kue dan biskuit; batu bara dan produk bahan bakar padat; furnitur; kertas dan karton; serta investasi di bidang jasa.
Penjajakan bisnis tersebut difasilitasi melalui dukungan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk kedutaan besar, konsulat jenderal, atase perdagangan, dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).
Penting ditegaskan bahwa nilai US$13,2 miliar merupakan potensi transaksi berdasarkan MoU yang ditandatangani, bukan keseluruhan nilai ekspor yang sudah dibayar atau direalisasikan.
TEI 2026 Libatkan 1.873 Peserta Pameran dan Pembeli dari 134 Negara
Trade Expo Indonesia ke-41 resmi dibuka pada 14 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pameran internasional yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan tersebut berlangsung hingga 18 Oktober 2026 dengan tema The Ultimate Hub for Global Sourcing.
Pembukaan dilakukan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mewakili Presiden Prabowo Subianto.
Kementerian Perdagangan menyampaikan sejumlah perkembangan penting pada hari pertama kegiatan, yaitu:
- 1.873 ekshibitor mengikuti pameran.
- 16.885 calon pembeli telah terdaftar, termasuk 8.092 calon pembeli luar negeri dari 134 negara.
- 30.000 pengunjung menjadi target penyelenggaraan.
- US$17,5 miliar menjadi target potensi transaksi selama TEI 2026.
- 168 MoU dengan potensi transaksi US$13,2 miliar ditandatangani pada hari pertama.
Pemerintah menghadirkan produk unggulan dari sektor makanan dan minuman, pertanian, manufaktur, fesyen, kerajinan, furnitur, dekorasi rumah, serta berbagai kegiatan industri lainnya.
Kementerian Perdagangan juga mengembangkan program Dari Lokal untuk Global guna membantu pelaku UMKM memperluas akses pasar ekspor.
Program tersebut didukung jaringan perwakilan perdagangan Republik Indonesia yang tersebar di berbagai negara.
Data tersebut menunjukkan besarnya skala kegiatan promosi perdagangan Indonesia. Namun, jumlah pengunjung dan nilai target tidak boleh disamakan dengan capaian akhir pameran.
Asosiasi Pengusaha ETH: Kesempatan Ekspor Harus Dirasakan UMKM dan Koperasi
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2026 sebagai salah satu momentum strategis untuk memperkuat perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor dan pengembangan industri dalam negeri.
Namun, kesempatan perdagangan internasional harus dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh pelaku usaha nasional.
UMKM dan koperasi yang memiliki produk berkualitas perlu mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari rantai pasok ekspor.
Dalam pandangan Asosiasi Pengusaha ETH, besarnya transaksi perdagangan internasional belum tentu secara otomatis meningkatkan kesejahteraan pengusaha kecil apabila kegiatan ekspor hanya melibatkan kelompok perusahaan tertentu.
Karena itu, diperlukan kebijakan yang menghubungkan eksportir besar dengan produsen skala kecil, koperasi pertanian, industri rumah tangga, dan pengusaha daerah.
Peluang kerja sama tersebut dapat meliputi penyediaan bahan baku, pengolahan produk, pengemasan, pergudangan, transportasi, hingga pemasaran internasional.
Asosiasi Pengusaha ETH mengusulkan agar Kementerian Perdagangan memperkuat program kemitraan eksportir nasional dengan UMKM melalui mekanisme yang transparan dan memberikan kepastian bisnis bagi seluruh pihak.
Pertumbuhan ekspor harus menjadi kekuatan yang mendorong peningkatan produksi, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Koperasi Berpotensi Menjadi Penghubung Petani dan Pasar Ekspor
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang juga memandang koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing ekspor produk pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan.
Indonesia mempunyai berbagai komoditas unggulan yang dihasilkan oleh masyarakat daerah.
Namun, sebagian produsen kecil menghadapi keterbatasan kapasitas produksi dan kesulitan memenuhi pesanan dalam jumlah besar.
Melalui koperasi yang dikelola secara profesional, beberapa produsen dapat bekerja sama meningkatkan kemampuan produksi dan memperkuat posisi mereka dalam hubungan perdagangan.
Koperasi berpotensi mengonsolidasikan hasil produksi anggota, memfasilitasi pengujian kualitas, mengatur penyimpanan, dan membantu pelaksanaan kontrak pemasaran.
Namun, model tersebut membutuhkan kemampuan manajemen, pencatatan keuangan yang baik, serta pengawasan internal.
Asosiasi Pengusaha ETH mendorong pemerintah memperluas pendampingan bagi koperasi yang memiliki potensi mengembangkan produk berorientasi ekspor.
Pendampingan tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan usaha dan permintaan pasar.
Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi lembaga pemasaran, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi nyata kepada anggotanya.
Pembiayaan Ekspor Perlu Diperluas hingga Pengusaha Daerah
Salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM ketika memasuki pasar internasional adalah keterbatasan modal kerja.
Pesanan ekspor dalam jumlah besar membutuhkan kemampuan menyediakan bahan baku, meningkatkan produksi, melakukan pengemasan, membayar biaya pengiriman, dan memenuhi persyaratan perdagangan.
Tanpa pembiayaan yang memadai, pengusaha kecil dapat mengalami kesulitan memenuhi kontrak meskipun telah mendapatkan calon pembeli.
Dalam mendukung TEI 2026, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memfasilitasi 10 eksportir binaan untuk memperluas akses pasar internasional.
LPEI juga menyediakan layanan pembiayaan, penjaminan, asuransi ekspor, serta pengembangan kapasitas usaha sesuai persyaratan yang berlaku.
Eksportir binaan yang difasilitasi bergerak dalam berbagai bidang, termasuk kopi, teh, rempah-rempah, gula aren, produk kelapa, kakao, dan bahan baku alami.
Asosiasi Pengusaha ETH menilai layanan tersebut perlu diperkenalkan kepada lebih banyak pengusaha potensial di tingkat daerah.
Pemerintah juga perlu memberikan edukasi mengenai pengelolaan risiko pembayaran internasional.
Pengusaha harus memahami pentingnya pemeriksaan calon pembeli, kejelasan kontrak, persyaratan pengiriman, serta mekanisme pembayaran yang aman.
Pembiayaan ekspor harus disalurkan berdasarkan kelayakan usaha dan kemampuan pelaku bisnis dalam memenuhi kewajibannya.
Asosiasi Pengusaha ETH Dorong Pengawasan Realisasi Kesepakatan Perdagangan
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang bahwa keberhasilan penyelenggaraan TEI 2026 harus dinilai secara objektif dan berkelanjutan.
Penandatanganan MoU merupakan perkembangan positif dalam membangun hubungan bisnis.
Namun, belum seluruh nota kesepahaman otomatis berubah menjadi kontrak pembelian yang mengikat atau transaksi perdagangan yang telah dibayar.
Sebagian kesepakatan masih memerlukan negosiasi mengenai harga, kapasitas produksi, spesifikasi barang, jadwal pengiriman, serta ketentuan pembayaran.
Karena itu, Asosiasi Pengusaha ETH mengusulkan agar pemerintah melakukan pemantauan terhadap tindak lanjut kesepakatan bisnis setelah pameran selesai.
Pemantauan dapat dilakukan dengan memperhatikan kerahasiaan data bisnis dan kepentingan para pihak.
Pemerintah juga perlu mengevaluasi berapa banyak kesepakatan yang berhasil menjadi kontrak, berapa nilai ekspor yang terealisasi, serta berapa pengusaha kecil yang memperoleh kesempatan menjadi pemasok.
Asosiasi Pengusaha ETH berpandangan bahwa evaluasi tersebut penting untuk memastikan kegiatan promosi perdagangan yang didukung pemerintah memberikan manfaat ekonomi yang dapat diukur, bukan sekadar keberhasilan administratif.
Lima Rekomendasi Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang
Sebagai kontribusi pemikiran untuk memperkuat perdagangan dan pembangunan ekonomi nasional, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyampaikan lima rekomendasi kebijakan.
Pertama, memperluas kemitraan eksportir dengan UMKM dan koperasi.
Pemerintah perlu memfasilitasi kerja sama antara perusahaan eksportir, koperasi, petani, pelaku industri kecil, serta pengusaha daerah agar tercipta rantai pasok nasional yang saling menguntungkan.
Kedua, memperkuat pembiayaan dan pendampingan ekspor.
Pelaku UMKM yang mempunyai produk berdaya saing dan permintaan pasar yang layak perlu mendapatkan kesempatan mengakses pembiayaan serta pendampingan perdagangan internasional sesuai ketentuan.
Ketiga, meningkatkan kualitas dan standardisasi produk nasional.
Pemerintah perlu memperluas pendampingan sertifikasi, pengujian mutu, legalitas produk, inovasi kemasan, serta pemenuhan persyaratan negara tujuan ekspor.
Keempat, memperkuat perlindungan hukum dalam transaksi perdagangan internasional.
Pengusaha harus memperoleh informasi mengenai penyusunan kontrak ekspor, ketentuan pembayaran, persyaratan pengiriman, penyelesaian sengketa, serta perlindungan terhadap risiko transaksi.
Kelima, memastikan realisasi hasil kesepakatan bisnis dapat dievaluasi.
Kementerian Perdagangan bersama lembaga terkait didorong melakukan evaluasi berkala terhadap realisasi kontrak, nilai ekspor, pertumbuhan produksi, keterlibatan koperasi dan UMKM, serta penyerapan tenaga kerja.
Trade Expo Indonesia Harus Menjadi Momentum Kebangkitan Pengusaha Nasional
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai bahwa peningkatan kerja sama perdagangan internasional dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen dan eksportir yang semakin kompetitif.
Namun, perluasan ekspor harus disertai pembangunan kemampuan industri dalam negeri.
Pemerintah perlu mendorong pengembangan produk bernilai tambah, peningkatan efisiensi produksi, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan perluasan pasar bagi perusahaan nasional.
Asosiasi juga berpandangan bahwa pengusaha daerah tidak boleh hanya diposisikan sebagai penyedia bahan mentah.
Mereka harus mendapatkan kesempatan mengembangkan industri pengolahan dan produk jadi yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.
Pengembangan tersebut dapat menciptakan kebutuhan tenaga kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kegiatan ekonomi daerah.
Di sisi lain, pemerintah perlu terus menjaga iklim persaingan usaha yang sehat agar pengusaha memperoleh kesempatan yang adil dalam mengakses pasar dan membangun kemitraan.
Kegiatan promosi perdagangan internasional juga harus terhubung dengan kebijakan pengembangan industri, pembiayaan, koperasi, dan pemberdayaan UMKM.
Asosiasi Pengusaha ETH: Ekspor Kuat, Pengusaha Maju, Ekonomi Rakyat Sejahtera
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang capaian 168 nota kesepahaman dengan potensi transaksi sekitar Rp237 triliun pada hari pertama Trade Expo Indonesia 2026 sebagai perkembangan yang dapat membuka kesempatan baru bagi perekonomian nasional.
Namun, besarnya nilai kesepakatan harus dijadikan awal untuk membangun hubungan perdagangan yang berkelanjutan.
Pemerintah, perusahaan eksportir, koperasi, serta pelaku UMKM perlu memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan perdagangan.
Asosiasi Pengusaha ETH mendorong agar kesempatan ekspor tidak hanya terpusat pada perusahaan besar, tetapi juga menjangkau pelaku usaha produktif di daerah.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang berpandangan bahwa keberhasilan perdagangan internasional harus memberikan manfaat nyata bagi bangsa Indonesia. Ekspor yang kuat seharusnya meningkatkan produksi nasional, memperbesar kesempatan usaha, memperluas lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Melalui penguatan kemitraan, peningkatan kualitas produk, pembiayaan yang sehat, dan pengawasan konstruktif, Trade Expo Indonesia 2026 diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.
ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG





