Ketua Umum Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang ucapkan selamat kepada Suyudi Ario Seto, titip pesan Polri semakin dekat dengan ulama dan masyarakat
CIAMBAR, KABUPATEN SUKABUMI — Kamis, 1 Oktober 2026 Ketua Umum Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang, Abuya Dr. KH. Aang Jejen Zainudin, menyampaikan ucapan selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto setelah Rapat Paripurna DPR RI menyetujui pengangkatannya sebagai...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
CIAMBAR, KABUPATEN SUKABUMI — Kamis, 1 Oktober 2026 Ketua Umum Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang, Abuya Dr. KH. Aang Jejen Zainudin, menyampaikan ucapan selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto setelah Rapat Paripurna DPR RI menyetujui pengangkatannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Ucapan tersebut turut disampaikan bersama Taufik Kurniawan dari jajaran Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang. Pernyataan disampaikan dari Ciambar, Kabupaten Sukabumi, yang menjadi salah satu basis kegiatan majelis dengan jumlah jamaah yang disebut mencapai sekitar 70.000 orang.
Persetujuan terhadap Suyudi diputuskan dalam Rapat Paripurna Ke-8 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Sebelumnya, Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi secara aklamasi setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan.
Titip pesan keamanan, keadilan, dan kedekatan dengan ulama serta masyarakat
Abuya Dr. KH. Aang Jejen Zainudin mengatakan amanah memimpin Polri merupakan tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan keamanan, penegakan hukum, serta rasa keadilan masyarakat di seluruh Indonesia.
“Atas nama keluarga besar Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang beserta seluruh jamaah, kami mengucapkan selamat kepada Bapak Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas amanah sebagai Kapolri. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan negara,” ujar Abuya Dr. KH. Aang Jejen Zainudin.
Majelis berharap kepemimpinan baru Polri semakin memperkuat kedekatan aparat kepolisian dengan masyarakat, terutama ulama, tokoh agama, pesantren, majelis taklim, serta berbagai unsur sosial di tengah masyarakat.
Taufik Kurniawan menambahkan, komunikasi yang baik antara kepolisian dan elemen masyarakat diperlukan untuk menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan publik.
“Kami berharap Polri semakin dekat dengan ulama dan masyarakat. Komunikasi harus terus dibangun sampai ke tingkat bawah karena keamanan dan ketertiban membutuhkan keterlibatan semua unsur masyarakat,” kata Taufik Kurniawan.
70 ribu jamaah menjadi kekuatan menjaga persatuan
Dengan basis jamaah yang disebut mencapai sekitar 70.000 orang, Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa gerakan keagamaan juga memiliki peran dalam menjaga ketenteraman, persaudaraan, dan persatuan masyarakat.
Majelis ingin menjadikan dzikir dan sholawat bukan semata-mata sebagai kegiatan ritual, tetapi juga sebagai sarana memperkuat akhlak, kepedulian sosial, kecintaan terhadap tanah air, serta semangat menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena itu, hubungan yang harmonis antara kepolisian, ulama, dan masyarakat dinilai memiliki arti penting.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi. Ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen bangsa juga mempunyai tanggung jawab menjaga lingkungan masing-masing. Kami ingin jamaah menjadi bagian dari kekuatan yang membawa keteduhan, menjaga persaudaraan, dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah masyarakat,” ujar Abuya Dr. KH. Aang Jejen Zainudin.
Sambut gagasan “Polisi Bersama Masyarakat”
Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang juga menaruh perhatian terhadap gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” yang disampaikan Suyudi dalam proses uji kelayakan dan kepatutan.
Dalam paparannya di Komisi III DPR RI, Suyudi menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian. Majelis berharap gagasan tersebut dapat diwujudkan hingga tingkat yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Polisi diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi tindak pidana, tetapi juga aktif membangun komunikasi, mendengarkan keluhan warga, serta memperkuat pencegahan terhadap berbagai persoalan keamanan.
Pelayanan hukum jangan menunggu perkara viral
Harapan lainnya adalah penguatan pelayanan hukum yang cepat, transparan, dan berkeadilan.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Suyudi menyampaikan keinginannya menghilangkan fenomena “no viral, no justice” dalam penanganan laporan masyarakat. Ia menegaskan pelapor berhak mengetahui perkembangan perkara yang dapat dibuka tanpa harus mencari akses informal kepada penyidik.
Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang memandang komitmen tersebut penting karena keadilan semestinya dapat diperoleh setiap warga tanpa bergantung pada kemampuan membuat suatu persoalan menjadi viral.
“Rakyat kecil juga harus mendapatkan pelayanan dan perlindungan hukum yang sama. Jangan sampai masyarakat merasa suatu perkara baru diperhatikan setelah ramai di media sosial. Kehadiran polisi harus dapat dirasakan siapa pun yang membutuhkan perlindungan hukum,” kata Taufik Kurniawan.
Ulama dan kepolisian perlu memperkuat komunikasi
Dari Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang menyampaikan kesiapan elemen keagamaan untuk mengambil bagian dalam menjaga keamanan dan persatuan melalui dakwah yang menyejukkan.
Sinergi antara ulama, kepolisian, dan masyarakat diharapkan menjadi salah satu kekuatan dalam menghadapi persoalan narkotika, kekerasan, tawuran, radikalisme, intoleransi, premanisme, serta berbagai persoalan sosial lainnya yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.
Majelis menekankan bahwa perbedaan yang hidup di tengah masyarakat perlu dikelola dengan semangat persaudaraan dan penghormatan terhadap hukum.
“Dari Ciambar, kami menitipkan doa dan harapan. Jadilah pemimpin Polri yang dekat dengan rakyat, dekat dengan ulama, mendengar suara masyarakat, dan berdiri tegak dalam menegakkan hukum. Polisi dan masyarakat harus berjalan bersama menjaga Indonesia,” ujar Abuya Dr. KH. Aang Jejen Zainudin.
Doa dari Ciambar untuk amanah baru Kapolri
Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang mengajak seluruh jamaah mendoakan agar proses pergantian kepemimpinan Polri berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi bangsa dan negara.
Abuya Dr. KH. Aang Jejen Zainudin bersama Taufik Kurniawan berharap kepemimpinan baru Polri semakin memperkuat profesionalisme, integritas, pelayanan kepada masyarakat, serta hubungan yang harmonis antara kepolisian, ulama, dan seluruh elemen masyarakat.
Hingga berita ini disusun pada Kamis siang, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Suyudi sebagai Kapolri di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis siang. Status pelantikan perlu diperbarui setelah terdapat konfirmasi resmi bahwa prosesi tersebut telah selesai dilaksanakan.
Sumber: ANTARA dan keterangan Majelis Dzikir dan Sholawat Elang Tiga Hambalang, 1 Oktober 2026.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





