EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Literasi Keuangan Mahasiswa Baru 62,72 Persen, Reza Prasatria Dharma: Kampus Harus Membekali Generasi Muda agar Cerdas Finansial

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR — Tingginya akses mahasiswa terhadap layanan keuangan digital belum sepenuhnya diimbangi tingkat pemahaman finansial yang memadai. Kondisi tersebut menjadi perhatian Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, yang mendorong perguruan tinggi memperkuat pendidikan literasi keuangan bagi generasi muda. Berdasarkan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR — Tingginya akses mahasiswa terhadap layanan keuangan digital belum sepenuhnya diimbangi tingkat pemahaman finansial yang memadai. Kondisi tersebut menjadi perhatian Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, yang mendorong perguruan tinggi memperkuat pendidikan literasi keuangan bagi generasi muda.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa tercatat 62,72 persen, sedangkan indeks inklusi keuangannya telah mencapai 92,76 persen. Indeks literasi kelompok tersebut juga berada di bawah indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen.

banner 468x60

Data itu menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara akses terhadap produk keuangan dan tingkat pemahaman finansial.

Reza: Mahasiswa Harus Menguasai Literasi Finansial

Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menilai kemampuan mengelola keuangan sudah menjadi kompetensi penting bagi generasi muda di tengah berkembangnya perbankan digital, dompet elektronik, investasi daring dan berbagai fasilitas pembiayaan.

“Generasi muda jangan hanya menjadi pengguna teknologi keuangan. Mahasiswa harus memahami manfaat, biaya dan risikonya sehingga setiap keputusan finansial dibuat berdasarkan pengetahuan, bukan sekadar mengikuti tren.”

Menurut Reza, perguruan tinggi mempunyai posisi strategis karena sebagian mahasiswa mulai mengelola keuangannya secara mandiri ketika memasuki dunia kampus.

“Kampus bukan hanya mempersiapkan mahasiswa mendapatkan pekerjaan. Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan mengelola pendapatan, memahami investasi, mengendalikan utang dan menjaga keamanan finansial digital.”

Akses Tinggi Harus Diikuti Pemahaman

Kemudahan teknologi membuat mahasiswa sekarang dapat membuka rekening, menggunakan e-wallet, membeli produk investasi hingga memperoleh fasilitas pembiayaan hanya melalui telepon seluler.

Satuan Mahasiswa ETH memandang perkembangan tersebut sebagai kemajuan yang harus dimanfaatkan.

Namun kemudahan akses juga membawa risiko ketika pengguna tidak memahami biaya, bunga, kewajiban pembayaran, legalitas penyelenggara ataupun risiko kehilangan dana.

Karena itu, organisasi tersebut menilai inklusi keuangan yang tinggi harus berjalan bersama peningkatan literasi.

Waspadai Investasi dan Pinjaman Ilegal

Literasi keuangan juga berhubungan dengan perlindungan generasi muda terhadap penipuan digital, investasi ilegal dan pinjaman daring ilegal.

Mahasiswa perlu membiasakan diri memeriksa legalitas lembaga, membaca ketentuan produk, memahami sumber keuntungan investasi dan menghitung kemampuan membayar sebelum mengambil pembiayaan.

Reza menekankan pentingnya membangun budaya kritis di kalangan mahasiswa.

“Jangan pernah menyerahkan uang hanya karena tergiur keuntungan besar atau mengikuti apa yang sedang viral. Mahasiswa harus berani bertanya: lembaganya legal atau tidak, risikonya apa, dan dari mana keuntungan itu diperoleh.”

Kampus Didorong Membuat Pendidikan Finansial Praktis

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong perguruan tinggi mengembangkan pendidikan finansial yang bersifat praktis.

Materinya dapat meliputi pengelolaan anggaran pribadi, dana darurat, investasi, bunga dan biaya pinjaman, perencanaan keuangan, kewirausahaan, perlindungan data pribadi serta pencegahan kejahatan finansial digital.

Program tersebut tidak harus selalu menjadi mata kuliah tersendiri. Kampus dapat memasukkannya melalui program mahasiswa baru, seminar, pelatihan kewirausahaan, pusat karier maupun kerja sama edukasi dengan lembaga berwenang.

Mahasiswa Jangan Terjebak FOMO

Perkembangan media sosial juga menyebabkan mahasiswa menerima promosi produk investasi dan keuangan hampir setiap hari.

Fenomena fear of missing out atau FOMO dapat mendorong seseorang mengambil keputusan karena takut tertinggal dari orang lain.

Menurut Satuan Mahasiswa ETH, mahasiswa harus membangun kebiasaan melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan finansial.

Keuntungan yang tinggi tidak pernah boleh menjadi satu-satunya dasar keputusan investasi.

Lima Agenda Satuan Mahasiswa ETH

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong lima agenda utama: literasi keuangan praktis di lingkungan kampus; edukasi investasi dan pembiayaan yang bertanggung jawab; peningkatan keamanan finansial digital; penguatan pendidikan kewirausahaan; serta kemudahan akses mahasiswa terhadap informasi dan kanal pengaduan resmi.

Organisasi tersebut juga mendorong mahasiswa ikut menjadi agen literasi di lingkungan kampus dan masyarakat.

Dari Hambalang untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Hambalang, Kabupaten Bogor, Reza Prasatria Dharma menilai peningkatan literasi keuangan merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian generasi muda.

“Indonesia membutuhkan mahasiswa yang kritis secara intelektual sekaligus mandiri secara ekonomi. Generasi muda yang memahami cara mengelola keuangan akan lebih siap membangun masa depannya dan ikut memperkuat perekonomian bangsa.”

Bagi Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, angka inklusi 92,76 persen dan literasi 62,72 persen harus menjadi dorongan untuk memperkecil kesenjangan antara kemudahan menggunakan layanan keuangan dan kemampuan memahami risikonya.

Mahasiswa tidak cukup hanya melek digital. Generasi muda Indonesia juga harus melek finansial.

SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG
Ketua Umum: Reza Prasatria Dharma

banner 336x280