Mutu Pendidikan Harus Diperkuat, DPK Elang Tiga Hambalang Pekanbaru Soroti Kompetensi Guru dan Digitalisasi Sekolah
PEKANBARU, 1 NOVEMBER 2026 - Peningkatan kualitas pendidikan nasional menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam memperkuat sumber daya manusia Indonesia. Selain pembangunan dan revitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi guru serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dinilai penting untuk menjawab tantangan pendidikan ke...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
PEKANBARU, 1 NOVEMBER 2026 – Peningkatan kualitas pendidikan nasional menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam memperkuat sumber daya manusia Indonesia. Selain pembangunan dan revitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi guru serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dinilai penting untuk menjawab tantangan pendidikan ke depan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dalam siaran pers 29 Oktober 2026, memaparkan empat fondasi peningkatan mutu pendidikan, yakni infrastruktur fisik, pedagogis, budaya, dan manajerial.
Keempat fondasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan, mulai dari fasilitas sekolah, metode pembelajaran, pembentukan karakter peserta didik, hingga tata kelola pendidikan yang lebih efektif.
Kompetensi Guru dan Digitalisasi Menjadi Perhatian
Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, pemerintah menjalankan pelatihan bagi guru yang mencakup pembelajaran mendalam, bimbingan dan konseling, koding dan kecerdasan artifisial, sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM), serta bahasa Inggris.
Pemerintah juga memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan perangkat pendukung pendidikan.
Di sisi lain, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada teknologi. Kemampuan guru dalam membimbing peserta didik, membangun karakter, dan menciptakan suasana belajar yang efektif tetap menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Kemendikdasmen juga menyampaikan kebijakan peningkatan tunjangan bagi guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta serta kenaikan insentif bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan.
DPK ETH Pekanbaru: Kualitas Pendidikan Harus Dirasakan Peserta Didik
Ketua Dewan Pimpinan Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru, Muflihun, S.STP., M.AP., menyambut positif langkah pemerintah dalam memperkuat mutu pendidikan nasional.
DPK menilai peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Pembangunan fasilitas sekolah perlu berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan tenaga pendidik, pemerataan akses teknologi, serta pembentukan karakter peserta didik.
DPK juga memandang bahwa pemerataan kualitas pendidikan perlu mendapat perhatian, termasuk bagi sekolah-sekolah di daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperhatikan kebutuhan sekolah, kondisi tenaga pendidik, serta akses pembelajaran digital agar peningkatan mutu pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
Pemerataan Pendidikan Tidak Boleh Berhenti pada Infrastruktur
Bagi Pekanbaru dan Provinsi Riau, peningkatan mutu pendidikan merupakan investasi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan dunia kerja.
Karena itu, keberhasilan kebijakan pendidikan perlu dilihat dari hasil nyata di ruang kelas: kemampuan peserta didik yang meningkat, guru yang semakin kompeten, serta kesempatan belajar yang lebih merata.
DPK Elang Tiga Hambalang Pekanbaru berharap penguatan kebijakan pendidikan nasional dapat dilaksanakan secara konsisten, transparan, dan berkelanjutan.
Sekolah yang baik bukan hanya sekolah dengan bangunan yang memadai, tetapi juga sekolah yang mampu melahirkan generasi berpengetahuan, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, 29 Oktober 2026, “2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemendikdasmen Perkuat Empat Dasar Peningkatan Mutu Pendidikan.”
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





