Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, DPK ETH Pekanbaru Ingatkan Pentingnya Harga yang Berpihak kepada Petani
ELANG TIGA GLOBAL NEWS — PEKANBARU, 2 NOVEMBER 2026 Ketahanan pangan nasional menunjukkan perkembangan penting. Pemerintah mencatat stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, angka yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Data tersebut disampaikan Menteri...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
ELANG TIGA GLOBAL NEWS — PEKANBARU, 2 NOVEMBER 2026
Ketahanan pangan nasional menunjukkan perkembangan penting. Pemerintah mencatat stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, angka yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Data tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 21 Oktober 2026.
Selain stok di gudang, pemerintah juga mencatat potensi produksi padi yang masih berada di lahan (standing crop) dengan estimasi sekitar 10 juta ton. Persediaan beras di sektor hotel, rumah tangga, dan sektor lainnya diperkirakan sekitar 10 juta ton.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam upaya memperkuat cadangan pangan dan menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.
Stok Melimpah Harus Diikuti Distribusi dan Pengendalian Harga
Ketersediaan cadangan beras dalam jumlah besar merupakan modal penting untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama ketika menghadapi perubahan cuaca, gangguan distribusi, maupun peningkatan kebutuhan masyarakat.
Namun, ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari besarnya stok nasional. Kelancaran distribusi, keterjangkauan harga di tingkat konsumen, serta kepastian harga jual gabah dan beras di tingkat petani juga harus menjadi perhatian.
Kebijakan pangan perlu memastikan bahwa masyarakat memperoleh beras dengan harga yang wajar, sementara petani tetap mendapatkan nilai ekonomi yang layak dari hasil panennya.
DPK ETH Pekanbaru: Petani Harus Menjadi Bagian Utama Ketahanan Pangan
Ketua Dewan Pimpinan Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru, Muflihun, S.STP., M.AP., menyambut positif capaian peningkatan cadangan beras nasional tersebut.
DPK menilai penguatan stok pangan harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap petani, peningkatan produktivitas pertanian, dan pembenahan rantai distribusi.
Petani tidak boleh hanya menjadi pihak yang dituntut meningkatkan produksi, tetapi juga harus memperoleh kepastian pasar, akses sarana produksi, pendampingan, serta harga jual yang memberikan keuntungan wajar.
DPK juga memandang pentingnya pengawasan terhadap distribusi beras agar ketersediaan stok nasional benar-benar berdampak pada stabilitas harga dan tidak menimbulkan kesenjangan antara harga di tingkat produsen dan konsumen.
Riau Perlu Memperkuat Peran dalam Ketahanan Pangan
Bagi Provinsi Riau, penguatan ketahanan pangan perlu didukung dengan pengembangan pertanian daerah, optimalisasi lahan produktif, peningkatan kualitas infrastruktur pertanian, serta kemudahan akses bagi petani terhadap pupuk, benih, dan teknologi.
Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pangan, khususnya beras.
DPK Elang Tiga Hambalang Pekanbaru berharap capaian stok beras nasional menjadi momentum untuk membangun sistem pangan yang lebih kuat, adil, dan berkelanjutan.
Ketahanan pangan yang sesungguhnya bukan hanya ketika gudang beras penuh, tetapi ketika petani sejahtera, distribusi lancar, dan masyarakat mampu membeli pangan dengan harga terjangkau.
Sumber: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, 23 Oktober 2026, “Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Stok Beras Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah.”
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





