EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Ekonomi, Global, Lingkungan

Tiga Kades Merangin bakal belajar ke China, Rikardo Sianturi: ilmunya harus kembali untuk kemajuan desa

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

JAMBI — Selasa, 25 Agustus 2026 Rencana pemerintah pusat mengirim tiga kepala desa dari Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, ke China untuk mempelajari strategi pengembangan desa dan daerah tertinggal mendapat perhatian. Program tersebut dinilai dapat menjadi kesempatan bagi desa-desa di Merangin...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

JAMBI — Selasa, 25 Agustus 2026 Rencana pemerintah pusat mengirim tiga kepala desa dari Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, ke China untuk mempelajari strategi pengembangan desa dan daerah tertinggal mendapat perhatian. Program tersebut dinilai dapat menjadi kesempatan bagi desa-desa di Merangin untuk memperkuat sumber daya manusia sekaligus mencari terobosan baru dalam mengembangkan ekonomi masyarakat.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri kegiatan Retreat Kepala Desa Kabupaten Merangin di Dodikjur Rindam III/Siliwangi, Bandung, Senin (24/8/2026).

banner 468x60

Yandri menyebut tiga kepala desa dari Kabupaten Merangin akan dikirim ke Tiongkok untuk mengikuti pendidikan mengenai strategi memajukan desa maupun daerah tertinggal.

Program tersebut bukan satu-satunya dukungan yang disiapkan pemerintah pusat. Pemerintah juga merencanakan program kursus bagi putra-putri dari desa-desa di Merangin untuk membuka peluang bekerja di Jepang. Merangin tercatat memiliki 205 desa dan 10 kelurahan yang tersebar di 24 kecamatan.

Rikardo Sianturi: jangan sekadar perjalanan ke luar negeri

Menanggapi rencana tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Jambi, Rikardo Sianturi, menilai program belajar ke luar negeri perlu diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang dapat diterapkan secara nyata di desa.

Menurut Rikardo, kepala desa yang nantinya mendapat kesempatan mengikuti program tersebut harus mampu membawa pulang pengetahuan, pengalaman dan pola pengembangan ekonomi yang sesuai dengan potensi desa di Merangin.

“Kesempatan belajar ke luar negeri tentu harus kita lihat dari manfaatnya. Yang paling penting bukan sekadar berangkat ke China, tetapi apa yang dipelajari dan apa yang bisa diterapkan setelah kembali ke Merangin. Ilmunya harus kembali untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” kata Rikardo Sianturi.

Ia berharap proses pemilihan tiga kepala desa dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas, kemampuan, rekam jejak serta kesiapan untuk mengembangkan hasil pembelajaran setelah kembali ke daerah.

Potensi ekonomi desa harus menjadi sasaran

Rikardo mengatakan Kabupaten Merangin memiliki berbagai potensi pertanian dan produk unggulan yang dapat dikembangkan lebih jauh.

Pemerintah pusat juga menyatakan akan membantu membuka akses ekspor komoditas unggulan Merangin, di antaranya kopi, gula aren dan jahe. Bupati Merangin M. Syukur menyatakan pemerintah kabupaten akan memetakan serta mengklasterkan produk unggulan setiap kecamatan dan desa agar pengembangannya hingga pasar ekspor lebih terarah.

Menurut Rikardo, rencana tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pembinaan kualitas produk, pengemasan, kontinuitas produksi, pemasaran serta akses pasar.

“Kalau Merangin mempunyai kopi, gula aren, jahe dan produk pertanian lainnya, kita jangan puas hanya menjual bahan mentah. Desa harus didorong memiliki nilai tambah sehingga masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Bumdesma juga mendapat peluang penguatan

Selain pengembangan sumber daya manusia, pemerintah pusat menyiapkan dukungan melalui Program Sehati untuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma). Dalam program yang disampaikan Yandri, masing-masing Bumdesma di setiap kecamatan direncanakan memperoleh bantuan Rp2,5 miliar.

Rikardo meminta apabila program tersebut direalisasikan, pengelolaan dana harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran dan berorientasi pada usaha produktif.

Ia menilai Bumdesma dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional berdasarkan potensi daerah, bukan sekadar menjalankan program administratif.

“Dana yang besar membawa tanggung jawab yang besar pula. Harus ada transparansi, pengawasan dan ukuran keberhasilan yang jelas. Masyarakat harus bisa melihat manfaat ekonominya,” kata Rikardo.

ETH Jambi minta hasil program dibuka kepada masyarakat

Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Jambi berharap program pengembangan desa tersebut memiliki target dan evaluasi yang dapat diketahui masyarakat.

Rikardo mengusulkan agar setelah kembali dari China, kepala desa peserta program membagikan hasil pembelajaran kepada kepala desa lainnya sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan tiga desa.

“Merangin mempunyai lebih dari dua ratus desa. Kalau tiga kepala desa mendapat kesempatan belajar, pengetahuannya jangan berhenti pada tiga orang itu. Buat forum, sampaikan hasilnya kepada kepala desa lain dan pilih konsep yang memang bisa diterapkan di Merangin,” ujarnya.

Rikardo berharap perhatian pemerintah pusat terhadap Merangin menjadi momentum untuk memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Jambi.

“Desa jangan hanya menjadi penerima program. Desa harus mampu menjadi penggerak ekonomi. Kalau SDM diperkuat, produk unggulan dikembangkan dan akses pasar dibuka, manfaat akhirnya harus kembali kepada masyarakat,” tutup Rikardo Sianturi.

banner 336x280