207 pelajar belajar di Istana, pendidikan kebangsaan jadi inspirasi bagi generasi muda Pekanbaru
Pekanbaru, Riau — Rabu, 14 Oktober 2026. Kementerian Sekretariat Negara menerima kunjungan 207 pelajar melalui program “Istana untuk Anak Sekolah” di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung mengenai sejarah Istana Kepresidenan dan penyelenggaraan negara. Peserta berasal dari...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Pekanbaru, Riau — Rabu, 14 Oktober 2026. Kementerian Sekretariat Negara menerima kunjungan 207 pelajar melalui program “Istana untuk Anak Sekolah” di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung mengenai sejarah Istana Kepresidenan dan penyelenggaraan negara.
Peserta berasal dari SMK Muhammadiyah 2 Playen, Gunungkidul, SMP Saint Peter Jakarta, dan SMP Negeri 12 Tangerang Selatan. Mereka mengikuti pemaparan interaktif di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, sebelum berkeliling kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Para peserta memperoleh penjelasan tentang peran Kemensetneg dalam mendukung tugas Presiden dan Wakil Presiden. Melalui sesi tanya jawab dan tur, mereka mengenal fungsi sejumlah ruang serta pentingnya koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan kenegaraan.
Menjelang Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, kegiatan tersebut membawa pesan tentang persatuan dan kesiapan generasi muda untuk berkontribusi bagi Indonesia. Pengalaman belajar di Istana diharapkan menambah pengetahuan sekaligus memotivasi pelajar meraih cita-cita.
Bagi generasi muda Pekanbaru, pendekatan tersebut dapat menjadi inspirasi untuk mempelajari sejarah secara lebih dekat. Publikasi Sekretariat Negara tidak menyebut adanya peserta asal Pekanbaru dalam kunjungan ini.
Ketua Dewan Pimpinan Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru, Muflihun, S.STP., M.AP., mengajak generasi muda Pekanbaru memperluas wawasan kebangsaan, mengenal sejarah bangsa, dan menumbuhkan semangat belajar untuk meraih cita-cita.
Pesan tersebut menekankan pentingnya menghubungkan pengetahuan sejarah dengan sikap sehari-hari. Menghormati perbedaan, menjaga persatuan, bekerja sama, serta bertanggung jawab merupakan nilai yang dapat dipraktikkan sejak usia sekolah.
Pembelajaran kebangsaan juga dapat dikembangkan melalui kunjungan ke museum, pengenalan tempat bersejarah, diskusi bersama guru, dan kegiatan literasi. Pendampingan yang baik membantu siswa memahami makna setiap pengalaman yang mereka peroleh.
Sekolah, keluarga, dan komunitas pendidikan dapat memperluas kesempatan belajar melalui kegiatan yang terjangkau dan sesuai kebutuhan pelajar. Materi yang menarik serta ruang bertanya akan membantu generasi muda membangun pemahaman yang lebih kuat.
Semangat belajar tersebut diharapkan melahirkan generasi Pekanbaru yang berpengetahuan, percaya diri, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Prestasi dalam pendidikan dapat berjalan bersama kepedulian sosial dan keinginan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Program “Istana untuk Anak Sekolah” menjadi contoh bagaimana pengenalan sejarah dan kehidupan kenegaraan dapat dihadirkan melalui pengalaman langsung. Nilai pembelajarannya dapat dikembangkan di berbagai daerah sesuai kondisi dan kesempatan yang tersedia.
Sumber: Sekretariat Negara, “Kemensetneg Ajak Pelajar Kenali Pemerintahan dan Sejarah Istana Kepresidenan”, 13 Oktober 2026. https://setneg.go.id/baca/index/kemensetneg_ajak_pelajar_kenali_pemerintahan_dan_sejarah_istana_kepresidenan
Redaksi: Elang Tiga Global News Editor: Bambang





