EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

25.000 Mangrove Ditanam di Pesisir Lampung, Satuan Nelayan ETH: Keberhasilan Harus Diukur dari Bibit yang Hidup dan Manfaat bagi Nelayan

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor — Kamis, 24 September 2026 Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman 25.000 bibit mangrove di Marines Ecopark, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela pada 22 September 2026 dan dipublikasikan Pemprov Lampung...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor — Kamis, 24 September 2026 Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman 25.000 bibit mangrove di Marines Ecopark, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela pada 22 September 2026 dan dipublikasikan Pemprov Lampung serta ANTARA pada 23 September.

Fakta: total penanaman mencapai 75.000 bibit

Pemprov Lampung menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Road to 100,000 Mangrove. Sebanyak 50.000 bibit telah ditanam pada dua tahun sebelumnya, sehingga tambahan 25.000 bibit pada tahun ini membawa jumlah penanaman menjadi 75.000 bibit, dengan target mencapai 100.000 pada tahap berikutnya.

banner 468x60

Program melibatkan Pemprov Lampung, sejumlah perusahaan dan lembaga, unsur TNI, serta pemangku kepentingan lainnya. Lokasi penanaman berada di kawasan Marines Ecopark, Pesawaran.

Pernyataan Wakil Gubernur Lampung

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menekankan bahwa perlindungan lingkungan pesisir membutuhkan komitmen berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan penanaman satu kali. Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak cukup dihitung berdasarkan jumlah bibit yang ditanam, tetapi perlu dilihat dari pemeliharaan dan kemampuan mangrove bertahan hidup.

Pemprov mencatat Lampung memiliki perairan sekitar 24.820 km², wilayah pesisir hampir 450.000 hektare, garis pantai lebih dari 1.000 kilometer, serta 132 pulau kecil. Pemerintah daerah menilai potensi tersebut perlu dikelola dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem.

Dampak bagi nelayan dan masyarakat pesisir

Mangrove memiliki fungsi penting bagi kawasan pesisir. Vegetasinya dapat membantu mengurangi abrasi, meredam energi gelombang, menjaga habitat berbagai biota laut, serta mendukung kawasan pembesaran ikan, udang dan kepiting. Manfaat ekologis tersebut berhubungan langsung dengan keberlanjutan sumber daya yang menjadi mata pencaharian nelayan pesisir.

Namun penanaman tidak otomatis berarti ekosistem telah pulih. Bibit dapat gagal tumbuh karena kondisi substrat, arus, sampah, perubahan penggunaan lahan atau tidak adanya pemeliharaan.

Bagian tersebut merupakan analisis Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang, bukan laporan bahwa bibit yang ditanam di Pesawaran mengalami kegagalan.

Satuan Nelayan ETH: jangan hanya hitung jumlah bibit

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang memandang rehabilitasi pesisir perlu dinilai berdasarkan hasil yang dapat dilihat dalam jangka menengah dan panjang.

“Menanam 25.000 mangrove adalah langkah penting. Tetapi masyarakat perlu mengetahui berapa yang benar-benar hidup setelah enam bulan dan satu tahun, seberapa luas pesisir yang pulih, serta apakah manfaatnya dirasakan nelayan dan masyarakat setempat.”

Satuan Nelayan ETH mendorong agar kelompok nelayan lokal dilibatkan dalam pemeliharaan dan pemantauan mangrove. Nelayan merupakan pihak yang setiap hari beraktivitas di sekitar kawasan pesisir sehingga dapat membantu mengidentifikasi kerusakan, perubahan garis pantai maupun gangguan terhadap habitat.

Yang perlu dikawal Satuan Nelayan ETH

Pengawasan perlu diarahkan pada tingkat kelangsungan hidup bibit, luas kawasan yang benar-benar pulih, jenis mangrove yang ditanam, kecocokan lokasi, anggaran pemeliharaan, keterlibatan nelayan dan masyarakat desa, serta perlindungan kawasan dari alih fungsi.

Satuan Nelayan ETH juga menilai penting adanya evaluasi setelah 6 bulan, 12 bulan dan beberapa tahun, bukan hanya dokumentasi pada hari penanaman.

Apabila kawasan mangrove berkembang menjadi ekowisata, masyarakat pesisir dan kelompok nelayan setempat perlu mendapatkan ruang ekonomi melalui kegiatan seperti pemandu wisata, transportasi perahu, usaha kuliner dan produk olahan hasil pesisir.

Fakta — Pernyataan — Analisis

Fakta: sebanyak 25.000 bibit mangrove ditanam di Marines Ecopark, Pesawaran, Lampung, pada 22 September 2026. Total program telah mencapai sekitar 75.000 bibit.

Pernyataan pemerintah: Wakil Gubernur Lampung menegaskan bahwa pelestarian mangrove harus berkelanjutan dan keberhasilannya tidak hanya dinilai dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari perawatan dan pertumbuhannya.

Analisis Satuan Nelayan ETH: keberhasilan program sebaiknya diukur dari persentase bibit yang hidup, pemulihan habitat ikan, pengurangan abrasi, keterlibatan masyarakat, serta manfaat ekonomi dan ekologis yang benar-benar dirasakan nelayan pesisir.

banner 336x280