EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

30 Ribu Koperasi Desa Ditargetkan Optimal Akhir 2026, DPN Elang Tiga Hambalang: Koperasi Harus Jadi Mesin Ekonomi Rakyat, Bukan Sekadar Papan Nama

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 30 Agustus 2026, Penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah kembali menjadi perhatian nasional. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) mendorong agar pembangunan koperasi tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 30 Agustus 2026, Penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah kembali menjadi perhatian nasional. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) mendorong agar pembangunan koperasi tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi benar-benar menghasilkan kegiatan usaha, membuka pasar bagi produk masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan warga desa.

Pemerintah menargetkan 30.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dapat beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus menyampaikan bahwa 10.000 koperasi telah beroperasi, dengan sekitar 3.300 di antaranya dinilai telah berjalan optimal.

banner 468x60

Program tersebut mempunyai potensi besar karena koperasi diarahkan bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai off-taker atau pembeli hasil pertanian dan perikanan masyarakat, bagian dari jaringan distribusi, serta pusat kegiatan ekonomi di tingkat desa.

Bagi DPN Elang Tiga Hambalang, keberhasilan agenda tersebut akan sangat bergantung pada satu hal: apakah koperasi benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat di sekitarnya.

Koperasi Harus Mempunyai Bisnis yang Nyata

Perkembangan terbaru juga terlihat dalam Makassar Cooperative Expo 2026 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mempertemukan gerakan koperasi, UMKM, lembaga keuangan, perbankan, BUMN serta mitra swasta dan menjadi ruang promosi produk lokal, akses permodalan serta edukasi bisnis. Pemerintah Kota Makassar menekankan perlunya koperasi berkembang menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, transparan dan adaptif terhadap teknologi.

DPN ETH menilai arah tersebut penting untuk diterapkan secara nasional.

Koperasi tidak cukup hanya mempunyai akta, kantor, pengurus dan papan nama.

Koperasi membutuhkan model bisnis yang jelas, pasar, manajemen profesional, modal kerja, teknologi, jaringan distribusi serta kepercayaan anggotanya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal menempatkan penguatan ekonomi masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan dari bawah.

Menurut pandangan DPN ETH, ukuran keberhasilan koperasi harus terlihat dari perubahan yang dirasakan masyarakat: apakah produk petani semakin mudah terjual, apakah nelayan mempunyai pembeli dengan harga yang layak, apakah UMKM mendapatkan pasar baru, dan apakah anggota koperasi memperoleh manfaat ekonomi nyata.

Jangan Sampai Petani Panen, tetapi Tidak Ada yang Membeli

Salah satu fungsi strategis koperasi yang sedang didorong pemerintah adalah menjadi pembeli hasil produksi masyarakat.

Presiden menyampaikan bahwa koperasi yang berjalan optimal diharapkan dapat menjadi off-taker hasil pertanian dan perikanan setempat serta memiliki sarana angkutan sendiri. Tujuannya antara lain mengurangi risiko hasil panen rusak karena tidak segera memperoleh pembeli atau terkendala transportasi.

DPN Elang Tiga Hambalang menilai mekanisme seperti ini berpotensi memberikan dampak besar bagi desa apabila dijalankan dengan tata kelola yang sehat.

Selama ini salah satu persoalan petani dan produsen kecil adalah lemahnya posisi tawar.

Mereka dapat menghasilkan produk dengan baik, tetapi ketika masa panen tiba sering menghadapi harga rendah, keterbatasan gudang, persoalan transportasi atau ketergantungan pada mata rantai perdagangan yang panjang.

Koperasi dapat menjadi salah satu solusi jika mampu mengumpulkan produksi anggota, melakukan pembelian dalam skala besar, menyediakan penyimpanan, mengatur distribusi dan membuka akses langsung ke pasar.

H. Safrizal: Ekonomi Desa Harus Membuat Uang Berputar di Tengah Masyarakat

DPN ETH memandang pembangunan ekonomi desa seharusnya mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di tengah masyarakat lokal.

H. Safrizal mendorong penguatan kelembagaan ekonomi yang memungkinkan petani, nelayan, pedagang kecil dan pelaku UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri menghadapi pasar.

Semakin kuat posisi masyarakat dalam rantai produksi dan perdagangan, semakin besar kemungkinan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati oleh warga yang menghasilkan barang tersebut.

DPN ETH juga menilai koperasi dapat mempunyai peranan dalam pembelian bahan baku secara kolektif.

Apabila ratusan atau ribuan usaha kecil membeli kebutuhan bersama melalui koperasi, mereka berpotensi memperoleh harga dan posisi tawar yang lebih baik dibandingkan melakukan pembelian satu per satu.

Konsep jaringan semacam ini juga menjadi salah satu pelajaran dari perkembangan koperasi di berbagai negara Eropa, yang membangun layanan pembelian, distribusi, pemasaran, pembiayaan, teknologi dan pelatihan secara kolektif.

UMKM Jangan Hanya Diberi Modal, Pasarnya Juga Harus Dibuka

Permodalan selama ini menjadi salah satu persoalan utama UMKM.

Namun DPN Elang Tiga Hambalang mengingatkan bahwa modal bukan satu-satunya jawaban.

Usaha kecil yang memperoleh pinjaman tetapi tidak mempunyai pasar tetap berisiko menghadapi kesulitan membayar pembiayaan.

Karena itu, program pemberdayaan UMKM seharusnya menghubungkan sedikitnya empat unsur sekaligus:

modal, produksi, pasar dan peningkatan kapasitas usaha.

Makassar Cooperative Expo 2026, misalnya, juga memberikan ruang akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat kepada sejumlah pelaku usaha mikro dan pedagang serta menyediakan promosi dan pemasaran produk.

DPN ETH mendorong pola semacam itu diperluas sehingga UMKM mendapatkan kesempatan masuk ke rantai pasok yang lebih besar, termasuk pengadaan pemerintah, BUMN, industri, hotel, pusat perdagangan hingga pasar ekspor sesuai kapasitas masing-masing.

Ganda Satria Dharma: Digitalisasi Harus Membuka Pasar, Bukan Sekadar Membuat Akun

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma menempatkan transformasi digital sebagai peluang besar bagi koperasi dan usaha kecil.

Namun DPN ETH berpandangan digitalisasi UMKM tidak boleh berhenti pada kegiatan membuat akun media sosial atau memasukkan produk ke marketplace.

Yang dibutuhkan pelaku usaha adalah kemampuan menghasilkan penjualan.

Karena itu pelatihan digital perlu mencakup fotografi produk, pemasaran, pengelolaan pelanggan, pencatatan keuangan, pembayaran digital, logistik, keamanan transaksi serta pengelolaan reputasi usaha.

DPN ETH juga mendorong pemerintah dan koperasi membantu produk lokal memiliki standar kualitas, kemasan dan perizinan yang sesuai agar dapat masuk ke pasar yang lebih luas.

Profesionalisme Pengurus Menentukan Nasib Koperasi

Kementerian Koperasi juga tengah mendorong koperasi untuk kembali berorientasi pada pengembangan bisnis dan tidak hanya berkutat pada aspek kelembagaan.

DPN ETH menilai profesionalisme pengurus merupakan salah satu faktor paling menentukan.

Mengelola koperasi dengan aset dan transaksi besar membutuhkan kemampuan bisnis, pencatatan keuangan, pengadaan, pengawasan stok, manajemen risiko hingga pengendalian konflik kepentingan.

Karena itu koperasi harus dikelola berdasarkan kompetensi dan tata kelola yang transparan.

Anggota harus dapat mengetahui kondisi usaha koperasinya, termasuk pendapatan, pengeluaran, aset, utang serta hasil usaha.

Semakin besar uang masyarakat yang dikelola, semakin tinggi pula tuntutan transparansinya.

Jangan Sampai Koperasi Mati Setelah Peresmian

DPN Elang Tiga Hambalang mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan mendirikan koperasi tetapi mempertahankannya menjadi usaha yang sehat.

Dalam taklimat Presiden pada Juli 2026, pemerintah sendiri mengakui koperasi yang baru berjalan masih menghadapi berbagai kekurangan, antara lain listrik, air dan konektivitas internet.

Karena itu evaluasi harus berani membedakan antara koperasi yang:

  • sudah mempunyai transaksi nyata;
  • masih membutuhkan pembinaan;
  • kesulitan memperoleh pasar;
  • mengalami persoalan modal kerja;
  • mempunyai masalah manajemen;
  • atau praktis tidak menjalankan kegiatan.

DPN ETH menilai keterbukaan data seperti ini justru diperlukan agar dukungan pemerintah dapat diberikan secara tepat.

DPN ETH Dorong Tujuh Langkah Penguatan Ekonomi Rakyat

Dari Hambalang, DPN Elang Tiga Hambalang mendorong tujuh agenda penguatan koperasi dan UMKM.

Pertama, bangun koperasi berdasarkan potensi ekonomi wilayah. Koperasi di desa pertanian, kawasan perikanan, sentra kerajinan dan kawasan perdagangan membutuhkan model bisnis berbeda.

Kedua, jadikan koperasi pembeli hasil produksi rakyat. Petani dan nelayan membutuhkan kepastian pasar.

Ketiga, buka akses pembiayaan yang sehat. Modal harus disertai pendampingan agar usaha berkembang dan tidak terjebak utang.

Keempat, perluas pasar UMKM. Produk rakyat harus didorong masuk ke pasar pemerintah, BUMN, swasta dan digital.

Kelima, profesionalisasikan pengelola koperasi. Pengurus dan manajer harus mempunyai kompetensi yang sesuai.

Keenam, terapkan transparansi keuangan dan digitalisasi. Anggota harus dapat mengetahui perkembangan usaha koperasinya.

Ketujuh, ukur keberhasilan dari pendapatan masyarakat. Banyaknya koperasi bukan tujuan akhir; kesejahteraan anggota dan masyarakatlah yang harus menjadi ukuran.

Dari Hambalang untuk Ekonomi Rakyat Indonesia

DPN Elang Tiga Hambalang melihat koperasi mempunyai peluang besar menjadi salah satu instrumen pemerataan ekonomi Indonesia.

Apabila petani mempunyai pembeli yang pasti, nelayan memperoleh harga yang layak, pedagang kecil mendapatkan modal dan pasar, serta UMKM mampu berkembang menjadi usaha yang lebih besar, maka manfaat koperasi akan terasa langsung di tengah masyarakat.

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal bersama Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma mendorong jajaran organisasi untuk ikut membangun budaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk mendukung produk UMKM lokal, mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan pasar dan menyuarakan persoalan ekonomi rakyat secara konstruktif.

DPN ETH menegaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya hidup ketika peresmian dilakukan.

Koperasi harus hidup ketika petani panen, ketika nelayan kembali dari laut, ketika pedagang membutuhkan barang, ketika UMKM mencari pasar, dan ketika keluarga membutuhkan penghasilan.

Dari Hambalang untuk Indonesia — Koperasi Kuat, UMKM Naik Kelas, Ekonomi Rakyat Bergerak.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
H. Safrizal

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
Ganda Satria Dharma

banner 336x280