EXPLORE GLOBAL

⚑ QUICK SHORTCUTS

πŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

4.021 Alumni Lembaga Kursus Dilepas Bekerja ke 11 Negara, DPN Elang Tiga Hambalang: Keterampilan Harus Menjadi Jalan Menuju Pekerjaan Layak

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β€” Minggu, 30 Agustus 2026, Peluang kerja bagi generasi muda Indonesia kembali mendapat perhatian setelah 4.021 alumni Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dilepas untuk bekerja di 11 negara dalam rangkaian Gebyar Kursus 2026 di Jakarta...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β€” Minggu, 30 Agustus 2026, Peluang kerja bagi generasi muda Indonesia kembali mendapat perhatian setelah 4.021 alumni Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dilepas untuk bekerja di 11 negara dalam rangkaian Gebyar Kursus 2026 di Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Pelepasan tersebut dilakukan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sejumlah negara tujuan antara lain Jepang, Uni Emirat Arab, Bulgaria, Singapura dan Turki. Bidang pekerjaan yang menyerap lulusan antara lain perhotelan, juru masak, layanan kebersihan hingga tenaga pendamping perawatan atau caregiver.

banner 468x60

Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan keterampilan dapat menjadi salah satu jembatan nyata antara pendidikan dan dunia kerja.

Menurut DPN ETH, tantangan Indonesia bukan hanya menyediakan pendidikan, tetapi memastikan pendidikan dan pelatihan menghasilkan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja serta mampu meningkatkan kehidupan peserta setelah lulus.

Pelatihan Harus Berujung pada Kesempatan Kerja

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan LKP mempunyai peranan dalam memberikan pendidikan dan keterampilan agar masyarakat dapat memperoleh pekerjaan di sektor profesional, baik di dalam maupun luar negeri.

Kementerian juga sebelumnya menegaskan bahwa karakter pendidikan kursus dan pelatihan memungkinkan program dibuat lebih fleksibel, berbasis kompetensi dan relatif cepat menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan industri.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal menilai pola pendidikan berbasis keterampilan perlu diperluas, terutama bagi generasi muda yang ingin segera memasuki dunia kerja.

DPN ETH berpandangan bahwa pelatihan yang baik harus mempunyai hubungan langsung dengan kebutuhan perusahaan atau industri. Masyarakat jangan hanya menerima sertifikat setelah mengikuti kursus, tetapi juga memperoleh keterampilan, informasi pasar kerja, jaringan perusahaan serta peluang penempatan.

Sertifikat bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah keterampilan yang menghasilkan pekerjaan, pendapatan dan kehidupan yang lebih baik.

Pengangguran Nasional Masih 4,68 Persen

Persoalan tersebut penting karena ketenagakerjaan tetap menjadi tantangan besar nasional.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2026 mencapai 154,91 juta orang. Sebanyak 147,67 juta orang tercatat bekerja, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka berada pada 4,68 persen.

Jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 1,896 juta orang dibanding Februari 2025. Namun besarnya angkatan kerja Indonesia membuat penciptaan lapangan kerja baru tetap harus berlangsung secara berkelanjutan. (\

DPN Elang Tiga Hambalang menilai angka pengangguran tidak boleh dibaca hanya sebagai statistik.

Di balik angka tersebut terdapat lulusan sekolah, keluarga muda dan pencari kerja yang membutuhkan kesempatan untuk memperoleh penghasilan secara layak.

Jangan Hanya Kirim Tenaga Kerja, Tingkatkan Kompetensinya

DPN ETH mendukung terbukanya peluang kerja internasional bagi masyarakat Indonesia selama proses perekrutan dan penempatan dilakukan secara legal, transparan dan memberikan perlindungan kepada pekerja.

Namun organisasi menilai strategi tenaga kerja Indonesia seharusnya diarahkan pada peningkatan kualitas.

Indonesia harus semakin banyak mengirim tenaga profesional dan tenaga terampil dengan kompetensi tinggi sehingga posisi tawar serta tingkat penghasilan pekerja Indonesia ikut meningkat.

Kementerian Pendidikan sebelumnya juga telah menjalankan program internasionalisasi lulusan vokasi. Pada Mei 2026, sebanyak 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP dilepas untuk bekerja di berbagai negara.

DPN ETH melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk membangun jalur karier global bagi anak-anak muda Indonesia.

Ganda Satria Dharma: Pelatihan Harus Mengikuti Kebutuhan Industri

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma menilai perubahan dunia kerja berlangsung semakin cepat.

Perkembangan teknologi, otomasi, digitalisasi serta perubahan kebutuhan industri membuat jenis keterampilan yang dibutuhkan perusahaan terus berubah.

Karena itu, DPN ETH mendorong agar lembaga pendidikan dan pelatihan mempunyai hubungan lebih erat dengan dunia industri.

Kurikulum kursus sebaiknya tidak hanya dirancang berdasarkan apa yang mudah diajarkan, tetapi berdasarkan kompetensi apa yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.

DPN ETH juga mendorong keterlibatan perusahaan dalam penyusunan pelatihan, sertifikasi, praktik kerja hingga perekrutan.

Kemampuan Bahasa Harus Diperkuat

Bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, kemampuan teknis saja belum cukup.

Bahasa, budaya kerja, disiplin, pemahaman kontrak serta pengetahuan mengenai hukum negara tujuan merupakan bagian penting dari persiapan pekerja.

DPN ETH menilai pemerintah dan lembaga pelatihan perlu memastikan calon pekerja memahami dengan jelas:

  • negara dan perusahaan tempat mereka bekerja;
  • jenis pekerjaan yang akan dilakukan;
  • besaran upah;
  • jam kerja dan waktu istirahat;
  • tempat tinggal;
  • asuransi dan perlindungan sosial;
  • isi kontrak kerja;
  • serta mekanisme pengaduan apabila terjadi masalah.

Keterbukaan informasi sebelum keberangkatan diperlukan agar masyarakat tidak mudah menjadi korban perekrutan ilegal atau eksploitasi.

Peluang Kerja Luar Negeri Harus Aman

DPN Elang Tiga Hambalang mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur penawaran kerja ke luar negeri yang tidak memiliki prosedur jelas.

Tingginya minat bekerja di luar negeri dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, setiap calon pekerja perlu memastikan proses penempatan melalui mekanisme resmi dan memeriksa legalitas pihak yang merekrut.

DPN ETH mendorong pemerintah memperkuat edukasi hingga tingkat kabupaten dan desa mengenai jalur penempatan pekerja migran yang aman dan legal.

Kesempatan Kerja Dalam Negeri Tetap Harus Diperluas

Peluang kerja internasional tidak berarti pemerintah dapat mengurangi perhatian terhadap penciptaan pekerjaan di dalam negeri.

Menurut DPN ETH, Indonesia membutuhkan keduanya.

Anak muda yang ingin membangun karier internasional harus mendapat kesempatan. Namun mereka yang ingin bekerja dan membangun kehidupan di daerahnya sendiri juga membutuhkan lapangan kerja.

Data BPS menunjukkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, dengan sekitar 42,49 juta pekerja atau 28,78 persen dari seluruh penduduk bekerja pada Februari 2026. (

Karena itu pengembangan lapangan kerja harus mencakup industri, pertanian modern, perikanan, pariwisata, ekonomi digital, konstruksi, jasa dan UMKM.

DPN ETH Dorong Tujuh Agenda Keterampilan Kerja

Dari Hambalang, DPN Elang Tiga Hambalang mendorong tujuh langkah untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia.

Pertama, perbanyak pelatihan berbasis kebutuhan industri. Program harus dirancang sesuai permintaan nyata dunia kerja.

Kedua, perluas pelatihan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kondisi ekonomi tidak boleh menjadi penghalang seseorang memperoleh keterampilan.

Ketiga, kuatkan kemampuan bahasa asing. Bahasa menjadi modal penting untuk memasuki pasar kerja global.

Keempat, hubungkan lembaga pelatihan dengan perusahaan. Pendidikan, sertifikasi dan perekrutan harus saling terhubung.

Kelima, pastikan penempatan pekerja luar negeri legal dan terlindungi.

Keenam, perluas sertifikasi kompetensi yang diakui industri.

Ketujuh, ukur keberhasilan program dari berapa banyak peserta memperoleh pekerjaan layak, bukan hanya berapa banyak peserta yang mengikuti pelatihan.

Dari Hambalang untuk Generasi Muda Indonesia

DPN Elang Tiga Hambalang menilai masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuan negara menyiapkan generasi mudanya menghadapi perubahan dunia kerja.

Jutaan anak muda memasuki usia produktif setiap tahun. Mereka membutuhkan pendidikan, keterampilan, kesempatan dan jalan yang jelas menuju kemandirian ekonomi.

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal bersama Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma mendorong agar organisasi masyarakat ikut membantu menyebarkan informasi kesempatan pelatihan dan pekerjaan yang legal serta membantu masyarakat menghindari praktik perekrutan yang merugikan.

Bagi DPN ETH, anak muda Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam kompetisi ekonomi global.

Mereka harus dipersiapkan untuk menjadi tenaga terampil, profesional, wirausahawan dan pencipta lapangan kerja.

Dari Hambalang untuk Indonesia β€” Tingkatkan Keterampilannya, Buka Kesempatannya, Wujudkan Pekerjaan yang Layak.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
H. Safrizal

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
Ganda Satria Dharma

banner 336x280