EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

99 Alat Pelatihan Teknologi Pendingin Disalurkan ke 14 Balai Vokasi, ETH Dorong IKM Rebut Peluang Bisnis Green Cooling

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 16 September 2026 Transformasi menuju industri hijau mulai membuka peluang bisnis baru pada sektor refrigerasi dan tata udara atau Refrigeration and Air Conditioning (RAC). Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang (ETH) mendorong IKM, perusahaan jasa...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 16 September 2026 Transformasi menuju industri hijau mulai membuka peluang bisnis baru pada sektor refrigerasi dan tata udara atau Refrigeration and Air Conditioning (RAC). Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang (ETH) mendorong IKM, perusahaan jasa teknik dan pengusaha pendingin nasional mempersiapkan tenaga tersertifikasi serta teknologi yang lebih efisien agar tidak tertinggal dalam peralihan menuju sistem pendinginan ramah lingkungan.

Pada puncak Hari Ozon Sedunia 2026, Rabu 16 September, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan secara simbolis peralatan pelatihan RAC kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Program tersebut melibatkan 14 BBPVP/BPVP di bawah Kemnaker. KLH/BPLH menyatakan penguatan SDM dan kelembagaan menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun sistem pendinginan berkelanjutan. ([KLH BPLHD][1])

banner 468x60

ANTARA melaporkan bantuan tersebut terdiri atas 99 unit alat peraga pelatihan teknologi yang akan digunakan oleh 14 balai pelatihan vokasi dan produktivitas dari Aceh hingga Sorong.

ETH: Green Cooling Akan Menjadi Pasar Usaha yang Semakin Besar

ETH menilai perubahan teknologi refrigerasi bukan semata agenda lingkungan. Di belakangnya terdapat kebutuhan teknisi, instalasi, perawatan, penggantian perangkat, komponen, alat ukur, sistem kontrol hingga layanan efisiensi energi.

“Transisi menuju teknologi pendinginan ramah lingkungan harus menjadi peluang ekonomi bagi pengusaha Indonesia. IKM dan perusahaan jasa teknik harus dipersiapkan menjadi pemain utama, bukan hanya menjadi pengguna teknologi.”

Kebutuhan tersebut semakin relevan karena perangkat pendingin digunakan luas pada rumah tangga, gedung, hotel, pusat perdagangan, industri, pergudangan, rumah sakit hingga rantai dingin sektor pangan.

Teknisi AC Disebut Bagian Penting Green Jobs

Dalam peringatan Hari Ozon Sedunia di Bekasi, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Mohammad Jumhur Hidayat menekankan pentingnya teknisi AC dan mesin pendingin dalam perkembangan green jobs.

Pemerintah mendorong peningkatan kompetensi teknisi melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) agar pemasangan dan pemeliharaan perangkat pendingin dilakukan dengan benar, termasuk mencegah kebocoran refrigeran ke atmosfer.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga menyatakan penguatan kompetensi RAC menjadi salah satu sektor yang sedang dipercepat karena kebutuhan perangkat pendingin mencapai jutaan unit di Indonesia dan sektor servis serta operator RAC memiliki peranan penting.

“Pengusaha jasa AC tidak boleh berhenti pada model servis konvensional. Ke depan, kompetensi teknisi, sertifikasi, keselamatan, efisiensi energi dan kemampuan menangani refrigeran baru akan semakin menentukan daya saing perusahaan.”

Indonesia Kurangi BPO dan HFC

KLH/BPLH menjelaskan Indonesia telah meratifikasi Protokol Montreal melalui Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 1992 dan Amendemen Kigali melalui Peraturan Presiden Nomor 129 Tahun 2022.

Protokol Montreal mengatur penghapusan bertahap bahan perusak ozon, sedangkan Amendemen Kigali mengatur pengurangan penggunaan hydrofluorocarbon (HFC) yang memiliki potensi pemanasan global tinggi.

Kebijakan tersebut berarti teknologi pendingin nasional akan terus berkembang menuju jenis refrigeran dan perangkat yang lebih ramah lingkungan serta hemat energi.

Bagi ETH, perubahan regulasi dan teknologi tersebut perlu dibaca sebagai peta bisnis masa depan.

Peluang IKM Lebih Luas dari Jasa Servis

ETH melihat peluang usaha tidak hanya tersedia bagi teknisi.

Ekosistem green cooling dapat mencakup perusahaan penyedia AC dan refrigerasi, instalasi, perawatan, suku cadang, alat pengukur, kontrol elektronik, sistem pendingin industri, cold storage, insulasi, pengelolaan refrigeran bekas, konsultasi efisiensi energi hingga pelatihan teknisi.

“Setiap perubahan teknologi menciptakan rantai usaha baru. ETH ingin pengusaha nasional memetakan bagian mana yang dapat diproduksi, dipasok atau dilayani oleh perusahaan Indonesia.”

Untuk IKM, peluang dapat dimulai dari komponen dan jasa pendukung yang telah dikuasai sebelum secara bertahap meningkatkan kemampuan menuju produk dengan teknologi lebih tinggi.

Kemnaker Siapkan Anggaran Rp1,7 Triliun untuk Pekerja Hijau

Pada acara yang sama, Menteri Ketenagakerjaan menyampaikan Kemnaker mengalokasikan sekitar Rp1,7 triliun untuk pengembangan ratusan ribu pekerja hijau. Pemerintah berencana memperbarui standar kompetensi, memperkuat instruktur dan fasilitas pelatihan, serta bekerja sama dengan BNSP untuk memperluas kemampuan lembaga sertifikasi profesi pada sektor industri hijau.

Bagi ETH, kebijakan tersebut dapat menjadi peluang perusahaan untuk lebih aktif menyampaikan jenis kompetensi yang benar-benar diperlukan industri.

“Pelatihan harus terhubung langsung dengan permintaan dunia usaha. Perusahaan harus memberi masukan mengenai teknologi, jabatan dan kompetensi yang dibutuhkan agar lulusan balai vokasi benar-benar siap bekerja.”

ETH Dorong “Green Cooling Business Network”

Sebagai langkah konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Green Cooling Business Network.

Jaringan tersebut dapat mempertemukan IKM RAC, teknisi, distributor, pemasok komponen, pemilik cold storage, hotel, gedung komersial, industri makanan, lembaga vokasi serta perusahaan pengguna sistem pendinginan.

ETH juga mendorong pembuatan basis data teknisi dan perusahaan RAC berdasarkan wilayah, kompetensi serta sertifikasi.

Dengan demikian, perusahaan pengguna dapat lebih mudah menemukan penyedia jasa yang memenuhi standar, sementara IKM mendapatkan peluang pasar yang lebih luas.

Cold Chain Bisa Menjadi Peluang Besar

ETH melihat sektor rantai dingin atau cold chain sebagai salah satu bidang yang berpotensi berkembang.

Produk perikanan, pertanian, makanan, farmasi dan berbagai komoditas membutuhkan penyimpanan serta transportasi dengan temperatur terkendali.

Pengembangan teknologi pendinginan yang lebih efisien dapat membantu perusahaan menekan kehilangan produk sekaligus mengurangi konsumsi energi.

“Green cooling bukan hanya soal AC gedung. Sistem pendingin merupakan infrastruktur penting bagi pangan, perikanan, farmasi, perdagangan dan logistik. Ini adalah pasar besar bagi pengusaha Indonesia.”

Sertifikasi Harus Menjadi Nilai Tambah Bisnis

Menteri Lingkungan Hidup juga mendorong masyarakat memilih teknisi pendingin yang kompeten dan bersertifikasi untuk mengurangi risiko kebocoran refrigeran.

ETH menilai perkembangan tersebut dapat meningkatkan profesionalisme sektor jasa RAC.

Perusahaan yang memiliki teknisi tersertifikasi dapat menggunakan kompetensi sebagai nilai tambah ketika mengikuti pengadaan, kontrak pemeliharaan gedung atau menawarkan jasa kepada perusahaan besar.

“Sertifikasi harus dilihat sebagai investasi usaha. Teknisi yang kompeten meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus membuka peluang perusahaan memperoleh kontrak yang lebih besar.”

ETH: Transisi Hijau Harus Menciptakan Pengusaha Baru

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong agar agenda lingkungan berjalan bersama agenda ekonomi nasional.

Peralihan teknologi harus menghasilkan tenaga kerja terampil, perusahaan jasa yang semakin profesional, industri komponen domestik serta peluang usaha baru.

“Transisi hijau tidak boleh hanya menghasilkan kewajiban baru. Indonesia harus mengubahnya menjadi industri baru, lapangan kerja baru dan pengusaha baru. ETH siap mendorong IKM mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi hijau.”

Dengan 99 unit peralatan pelatihan untuk 14 BBPVP/BPVP, penguatan kompetensi teknisi RAC dan investasi pemerintah dalam pengembangan pekerja hijau, ETH melihat 2026 sebagai momentum bagi dunia usaha untuk mulai membangun posisi dalam industri pendinginan ramah lingkungan Indonesia.

ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
“Pengusaha Kuat, Indonesia Maju.”

banner 336x280