Puluhan Pompa Air Disalurkan di Karawang, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: Jangan Tunggu Sawah Mengering Baru Bertindak
Hambalang, JAWA BARAT — 26 Agustus 2026 — Ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian di Kabupaten Karawang mulai mendapat penanganan. Pemerintah Kabupaten Karawang menyalurkan puluhan pompa air bantuan Kementerian Pertanian kepada kelompok tani untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman selama musim...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, JAWA BARAT — 26 Agustus 2026 — Ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian di Kabupaten Karawang mulai mendapat penanganan. Pemerintah Kabupaten Karawang menyalurkan puluhan pompa air bantuan Kementerian Pertanian kepada kelompok tani untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman selama musim kemarau.
Karawang merupakan salah satu kawasan produksi pangan penting di Jawa Barat. Karena itu, persoalan kekurangan air tidak hanya berkaitan dengan nasib petani setempat, tetapi juga menyangkut keberlangsungan produksi pangan.
Berdasarkan laporan terbaru, pada tahap awal sebanyak 63 unit pompa berukuran 3 inci telah didistribusikan ke kelompok tani di 22 kecamatan. Pompa tersebut diperuntukkan bagi lahan pertanian dengan cakupan sekitar 3–5 hektare. Selain itu, terdapat 14 pompa berukuran 4 dan 6 inci yang disalurkan ke sejumlah wilayah, termasuk Pakisjaya, Cilamaya Wetan dan Pedes.
Satuan Petani ETH: Jangan Tunggu Gagal Panen
Menanggapi kondisi tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai distribusi pompa merupakan langkah penting. Namun penanganan kekeringan harus dilakukan lebih dini dan tidak berhenti pada pemberian peralatan.
Menurut Satuan Petani ETH, pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memetakan seluruh sawah yang mulai mengalami kekurangan air sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum tanaman mengalami kerusakan.
“Jangan menunggu sawah mengering dan petani terancam gagal panen baru semua bergerak. Pompa air sangat membantu, tetapi sumber air, saluran irigasi, bahan bakar, serta operasionalnya juga harus dipastikan. Yang kita selamatkan bukan hanya tanaman padi, tetapi penghasilan keluarga petani dan produksi pangan masyarakat.”
Pompa Saja Tidak Cukup
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berpandangan bahwa persoalan kekeringan membutuhkan penanganan dari hulu sampai hilir. Pompanisasi akan efektif apabila masih terdapat sumber air yang dapat dialirkan menuju areal persawahan.
Karena itu, normalisasi dan pembersihan saluran irigasi, pemanfaatan sumber air alternatif serta pengaturan distribusi air harus dilakukan secara terpadu. Pengalaman sebelumnya di Karawang juga menunjukkan bahwa pendangkalan saluran irigasi dapat menghambat air mencapai lahan pertanian meskipun sumber air tersedia.
Empat Langkah yang Ditawarkan Satuan Petani ETH
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang mendorong empat langkah utama: pemetaan cepat sawah rawan kekeringan; penempatan pompa berdasarkan tingkat kebutuhan dan luas lahan; perbaikan serta pembersihan jaringan irigasi; dan pembentukan posko pengaduan petani agar laporan kekurangan air dapat ditangani dengan cepat.
Satuan Petani ETH juga meminta kelompok tani dilibatkan dalam pengawasan penggunaan bantuan sehingga pompa benar-benar digunakan untuk kepentingan lahan pertanian yang membutuhkan.
Petani Harus Mendapat Kepastian Air
Menurut Satuan Petani ETH, perubahan kondisi cuaca menuntut pemerintah membangun sistem mitigasi kekeringan yang lebih permanen. Setiap memasuki musim kemarau, daerah sentra pangan seharusnya sudah memiliki peta kerawanan, kesiapan pompa, sumber air alternatif dan mekanisme tanggap darurat pertanian.
“Petani sudah bekerja menanam dan mengeluarkan biaya. Negara dan pemerintah daerah harus memastikan mereka tidak kehilangan panen hanya karena persoalan air terlambat ditangani. Ketahanan pangan dimulai dengan memastikan petani dapat terus berproduksi,” demikian pendapat Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Satuan Petani ETH berharap langkah penanganan di Karawang dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat sasaran sehingga ancaman kekeringan tidak berkembang menjadi kerusakan tanaman maupun gagal panen yang lebih luas.
Sumber: ANTARA — Pemkab Karawang salurkan puluhan pompa kepada petani dan laporan distribusi pompa di Karawang pada Agustus 2026.





