EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Global

Petani Kopi Sawahlunto Dapat Alsintan Pascapanen, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: Nilai Tambah Harus Kembali ke Petani

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang — Rabu, 26 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan nilai ekonomi kopi petani mendapat dukungan baru. Pemerintah Kota Sawahlunto memfasilitasi bantuan lima unit alat dan mesin pertanian (alsintan) pascapanen kopi dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk memperkuat pengolahan kopi...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang — Rabu, 26 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan nilai ekonomi kopi petani mendapat dukungan baru. Pemerintah Kota Sawahlunto memfasilitasi bantuan lima unit alat dan mesin pertanian (alsintan) pascapanen kopi dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk memperkuat pengolahan kopi Robusta di daerah tersebut.

Bantuan itu akan dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Harapan Baru, Desa Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin. Lima peralatan yang diberikan terdiri dari mesin pengupas biji kopi basah (pulper), pengupas biji kopi kering (huller), mesin sangrai, mesin pembubuk, dan mesin pengemasan kopi.

banner 468x60

Keberadaan peralatan tersebut membuka peluang bagi petani untuk tidak hanya menjual hasil perkebunan dalam bentuk bahan mentah. Kopi dapat diproses hingga menjadi produk siap kemas sehingga peluang memperoleh nilai tambah menjadi lebih besar.

Satuan Petani ETH: Jangan Biarkan Petani Hanya Menjual Bahan Mentah

Menanggapi perkembangan tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai bantuan alsintan pascapanen merupakan langkah yang baik untuk memperkuat posisi petani dalam rantai usaha kopi.

Satuan Petani ETH berpandangan, peningkatan produksi harus berjalan bersama hilirisasi. Petani jangan hanya ditempatkan sebagai produsen bahan baku sementara keuntungan terbesar dari proses pengolahan, pengemasan dan pemasaran dinikmati pihak lain.

“Petani harus naik kelas. Jangan sampai mereka hanya menanam, merawat dan memanen, tetapi nilai tambah terbesar justru muncul setelah kopi meninggalkan tangan petani. Alsintan ini harus menjadi jalan agar petani ikut menikmati keuntungan dari produk olahan.”

Dari Kebun hingga Produk Siap Jual

Pemerintah Kota Sawahlunto menyatakan bantuan tersebut diarahkan untuk memperkuat pengolahan kopi Robusta hingga menjadi produk olahan. Salah satu produk yang dikembangkan adalah Kopi Arang Sawahlunto sebagai produk unggulan daerah.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai langkah tersebut perlu disertai pendampingan berkelanjutan. Petani dan kelompok tani membutuhkan kemampuan mengoperasikan dan merawat mesin, menjaga konsistensi kualitas, membuat kemasan yang kompetitif, mengurus legalitas produk serta membangun jaringan pemasaran.

Pendampingan teknis juga penting agar bantuan pemerintah tidak berhenti menjadi aset kelompok tani yang kemudian jarang digunakan. Anggota DPRD Sawahlunto Sarijanus Kahar juga meminta dinas terkait proaktif membantu kelompok tani apabila terjadi kendala teknis atau kerusakan alsintan.

Satuan Petani ETH Tawarkan Penguatan Hilirisasi

Menurut Satuan Petani ETH, sedikitnya ada lima hal yang perlu dilakukan setelah bantuan mesin diterima, yakni memastikan pelatihan operator dan perawatan mesin, meningkatkan standar mutu kopi, memperkuat kelembagaan kelompok tani, membantu pembangunan merek dan kemasan, serta membuka akses pemasaran yang lebih luas.

Dengan pola tersebut, bantuan alsintan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi dapat menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa.

Kebijakan bantuan alsintan pascapanen pada 2026 sendiri memiliki petunjuk teknis resmi dari Kementerian Pertanian mengenai penyediaan dan penyalurannya.

Petani Harus Menjadi Pelaku Utama Hilirisasi

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai hilirisasi pertanian seharusnya dimulai sedekat mungkin dengan lokasi produksi. Ketika pengolahan dilakukan kelompok tani, aktivitas ekonomi dapat tumbuh di desa, membuka pekerjaan baru dan memperkuat posisi tawar petani.

“Kita ingin kopi yang ditanam petani Indonesia tidak hanya terkenal karena kualitas bijinya. Petani juga harus mampu mengolah, mengemas, membangun merek dan menjual produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Nilai tambah pertanian harus kembali sebesar-besarnya kepada petani,” demikian pendapat Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.

Program di Sawahlunto diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana bantuan alat pertanian diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat hilirisasi dan kesejahteraan petani.

Sumber: ANTARA Sumatera Barat, 26 Agustus 2026.

banner 336x280