EXPLORE GLOBAL

⚑ QUICK SHORTCUTS

πŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Global

INDONESIA BIDIK STOP IMPOR MINYAK DAN LPG, PENGUSAHA ETH DORONG INDUSTRI NASIONAL KUASAI RANTAI BISNIS ENERGI

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

JAKARTA** β€” Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai target pemerintah untuk membawa Indonesia menuju kemandirian minyak dan LPG harus menjadi momentum besar bagi **kebangkitan industri energi nasional, investasi dalam negeri, pengusaha lokal dan penciptaan lapangan kerja**. Presiden Republik Indonesia **Prabowo...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

JAKARTA** β€” Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai target pemerintah untuk membawa Indonesia menuju kemandirian minyak dan LPG harus menjadi momentum besar bagi **kebangkitan industri energi nasional, investasi dalam negeri, pengusaha lokal dan penciptaan lapangan kerja**.

Presiden Republik Indonesia **Prabowo Subianto** pada Selasa, 25 Agustus 2026, menegaskan keinginannya agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor minyak maupun LPG.

banner 468x60

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Presiden meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali.

Untuk mencapai kemandirian energi, Presiden menyinggung sejumlah instrumen, antara lain pembangunan PLTS dalam skala besar, pemanfaatan panas bumi, pengembangan lapangan gas serta peningkatan produksi atau *lifting* minyak nasional.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai arah kebijakan tersebut berpotensi melahirkan **rantai bisnis energi bernilai sangat besar**.

Karena itu, pengusaha nasional harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu mengambil bagian.

## KEMANDIRIAN ENERGI HARUS JADI KEMANDIRIAN INDUSTRI

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang berpandangan bahwa mengurangi ketergantungan terhadap impor energi bukan hanya persoalan mengganti sumber pasokan.

Kemandirian energi harus sekaligus digunakan untuk membangun kemampuan industri nasional.

Indonesia membutuhkan penguatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas, pembangunan infrastruktur penyimpanan, pengolahan dan distribusi energi, industri energi terbarukan, jaringan kelistrikan hingga ekosistem pendukungnya.

Semua sektor tersebut membutuhkan barang, jasa, teknologi, tenaga kerja dan modal dalam jumlah besar.

Karena itu, semakin besar program energi yang dikembangkan pemerintah, semakin besar pula ruang yang seharusnya diberikan kepada perusahaan nasional.

**Jangan sampai Indonesia mengejar kemandirian energi tetapi rantai bisnis dan industri pendukungnya justru dikuasai dari luar negeri.**

## PENGUSAHA INDONESIA HARUS MASUK DARI HULU SAMPAI HILIR

Menurut Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang, kesempatan bagi dunia usaha tidak hanya berada pada perusahaan minyak dan gas berskala besar.

Rantai bisnis sektor energi sangat luas.

Perusahaan nasional dapat mengambil bagian dalam bidang konstruksi, *engineering*, fabrikasi, transportasi, logistik, pergudangan, penyediaan alat berat, teknologi informasi, keselamatan kerja, pemeliharaan fasilitas, katering hingga pengamanan.

Perusahaan lokal juga dapat menjadi pemasok berbagai kebutuhan proyek di wilayah tempat investasi energi dilaksanakan.

Dengan pola tersebut, pembangunan infrastruktur energi akan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru di daerah.

Asosiasi mendorong pemerintah dan BUMN energi membangun mekanisme kemitraan yang semakin terbuka dengan pengusaha nasional.

## PELUANG BESAR UNTUK INDUSTRI GAS NASIONAL

Upaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor juga membuka ruang besar bagi optimalisasi gas bumi Indonesia.

Pengembangan jaringan gas, fasilitas penyimpanan, pengolahan gas, transportasi serta berbagai energi alternatif membutuhkan investasi besar dan pembangunan infrastruktur yang luas.

Hal ini dapat menjadi peluang baru bagi pengusaha nasional.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong agar pengembangan energi domestik tidak hanya dilakukan melalui proyek berskala besar, tetapi juga melahirkan ekosistem perusahaan pendukung nasional.

Perusahaan kecil dan menengah harus mempunyai kesempatan berkembang menjadi kontraktor, pemasok maupun penyedia jasa dalam industri energi.

## PERTAMINA DAN BUMN HARUS MENJADI LOKOMOTIF INDUSTRI NASIONAL

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang BUMN energi mempunyai posisi strategis dalam agenda kemandirian energi.

Pertamina dan BUMN terkait dapat menjadi lokomotif dalam membangun rantai pasok nasional dengan melibatkan perusahaan swasta Indonesia dan UMKM.

Kemitraan BUMN dengan perusahaan nasional perlu diperluas sehingga proyek energi menghasilkan efek ekonomi yang lebih besar.

Pengadaan barang dan jasa juga perlu dilakukan secara transparan dan kompetitif agar semakin banyak perusahaan nasional yang mempunyai kemampuan dapat masuk ke dalam rantai pasok.

Asosiasi menilai kekuatan BUMN dan swasta nasional tidak seharusnya dipertentangkan.

Keduanya justru harus bersinergi untuk membangun industri energi Indonesia yang kuat.

## PENGUSAHA DAERAH JANGAN HANYA MELIHAT PROYEK BESAR DARI KEJAUHAN

Sebagian besar sumber daya energi Indonesia berada di daerah.

Karena itu, masyarakat dan dunia usaha di daerah harus mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung.

Ketika proyek pengeboran, pembangunan fasilitas gas, pembangkit listrik atau infrastruktur energi dilakukan di sebuah wilayah, perusahaan lokal harus mendapat kesempatan untuk masuk menjadi mitra.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pemetaan kapasitas pengusaha lokal sebelum proyek besar dilaksanakan.

Pengusaha yang belum memenuhi standar dapat diberikan pelatihan dan pendampingan sehingga dalam jangka tertentu mampu masuk ke rantai pasok proyek.

Dengan cara tersebut, investasi energi tidak hanya menghasilkan proyek tetapi juga **menciptakan kelas baru pengusaha daerah**.

## INDUSTRI DALAM NEGERI HARUS MENJADI PEMASOK UTAMA

Kemandirian energi juga harus diikuti peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Peralatan yang memungkinkan untuk diproduksi di Indonesia harus semakin banyak dibuat oleh industri nasional.

Mulai dari kabel, pipa, struktur baja, peralatan listrik, komponen pembangkit, alat keselamatan hingga berbagai kebutuhan pendukung proyek mempunyai potensi untuk dikembangkan di dalam negeri.

Asosiasi mendorong agar program peningkatan kandungan lokal dibangun berdasarkan peningkatan kemampuan industri, kualitas produk dan daya saing.

Dengan begitu, kebijakan tersebut tidak hanya menjadi persyaratan administratif, tetapi benar-benar menghasilkan kemampuan produksi nasional.

## TRANSISI ENERGI BUKA LAPANGAN BISNIS BARU

Program PLTS 100 GWp yang diluncurkan pemerintah menunjukkan bahwa transformasi sektor energi tidak hanya bertumpu pada minyak dan gas.

Energi surya, panas bumi, gas serta sumber energi domestik lainnya akan semakin mempunyai posisi penting.

Transformasi tersebut berpotensi menciptakan sektor usaha baru yang sebelumnya belum berkembang secara luas.

Industri baterai, sistem penyimpanan energi, panel surya, *smart grid*, kendaraan listrik, jasa efisiensi energi hingga teknologi digital untuk sektor kelistrikan merupakan beberapa bidang yang berpotensi berkembang.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mengajak pengusaha Indonesia mulai membaca perubahan tersebut sebagai peluang investasi jangka panjang.

## PEMBIAYAAN INDUSTRI ENERGI PERLU DIPERLUAS

Mengembangkan perusahaan di sektor energi membutuhkan modal yang besar.

Asosiasi mendorong industri perbankan dan lembaga pembiayaan nasional memberikan dukungan kepada perusahaan Indonesia yang mempunyai kemampuan dan proyek yang layak.

Pengusaha lokal yang berhasil masuk dalam kontrak proyek energi juga membutuhkan modal kerja.

Karena itu, skema pembiayaan berbasis kontrak, pembiayaan rantai pasok maupun pembiayaan investasi perlu diperkuat.

Tanpa akses pembiayaan, perusahaan nasional akan sulit bersaing dengan perusahaan yang mempunyai modal jauh lebih besar.

## TENAGA KERJA INDONESIA HARUS DISIAPKAN

Kemandirian energi juga membutuhkan kemandirian sumber daya manusia.

Indonesia membutuhkan insinyur, teknisi, operator, ahli pengeboran, pekerja konstruksi, ahli energi terbarukan, tenaga keselamatan kerja serta berbagai profesi lainnya.

Asosiasi mendorong pemerintah membangun program pelatihan dan sertifikasi yang disesuaikan dengan proyek energi yang akan dikembangkan.

Sekolah menengah kejuruan, perguruan tinggi, balai latihan kerja serta perusahaan dapat bekerja sama untuk mempersiapkan kebutuhan tersebut.

**Semakin banyak proyek energi dibangun di Indonesia, semakin besar pula kesempatan yang harus diberikan kepada tenaga kerja Indonesia.**

## KEBIJAKAN HARUS JELAS DAN KONSISTEN

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang juga mengingatkan bahwa target kemandirian energi merupakan agenda yang sangat besar dan kompleks.

Karena itu, dunia usaha membutuhkan peta jalan yang jelas.

Pemerintah perlu memberikan kepastian mengenai arah investasi, kebutuhan infrastruktur, kebijakan harga, insentif, perizinan, mekanisme kemitraan dan rencana pengembangan industri dalam negeri.

Konsistensi kebijakan menjadi penting agar pengusaha berani menanamkan modal dalam proyek jangka panjang.

Target yang besar membutuhkan investasi yang besar.

Investasi besar membutuhkan kepastian.

## PENGUSAHA ETH DORONG PETA JALAN KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah menjalankan agenda kemandirian energi melalui sedikitnya enam langkah utama:

1. **Meningkatkan produksi dan pemanfaatan sumber energi dalam negeri.**
2. **Memperkuat industri pengolahan dan infrastruktur energi nasional.**
3. **Memprioritaskan keterlibatan perusahaan Indonesia dalam rantai pasok.**
4. **Membuka kesempatan yang lebih luas bagi pengusaha daerah dan UMKM.**
5. **Menyiapkan pembiayaan serta tenaga kerja untuk mendukung ekspansi industri energi.**
6. **Membangun kepastian regulasi agar investasi energi jangka panjang semakin menarik.**

## JANGAN HANYA STOP IMPOR, BANGUN INDUSTRI NASIONAL

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyatakan mendukung cita-cita Indonesia menjadi negara yang semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energinya.

Namun tujuan tersebut harus menghasilkan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar.

**Berhenti bergantung pada impor harus berjalan bersamaan dengan lahirnya industri baru, bertambahnya pengusaha nasional, meningkatnya produksi dalam negeri dan terciptanya lapangan pekerjaan.**

Kemandirian energi jangan hanya mengubah asal minyak atau gas.

Kemandirian energi harus mengubah struktur perekonomian Indonesia menjadi semakin kuat.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong agar perusahaan Indonesia diberi ruang sebesar-besarnya untuk menguasai rantai bisnis energi dari hulu sampai hilir.

**β€œIndonesia kaya sumber daya energi. Momentum ini harus digunakan untuk membangun industri dalam negeri. Pengusaha nasional jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pemain utama dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia.”**

### ENERGI MANDIRI, INDUSTRI BERDIKARI, PENGUSAHA INDONESIA JADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI.

banner 336x280