QRIS JANGKAU 44,86 JUTA MERCHANT, PENGUSAHA ETH DORONG TRANSAKSI DIGITAL JADI JALAN UMKM NAIK KELAS
JAKARTA, 26 AGUSTUS 2026** — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai perkembangan **Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)** telah memasuki babak penting dalam transformasi dunia usaha Indonesia. Hingga Juni 2026, Bank Indonesia mencatat QRIS telah digunakan oleh **65,77 juta pengguna**...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
JAKARTA, 26 AGUSTUS 2026** — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai perkembangan **Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)** telah memasuki babak penting dalam transformasi dunia usaha Indonesia.
Hingga Juni 2026, Bank Indonesia mencatat QRIS telah digunakan oleh **65,77 juta pengguna** dan diterima oleh **44,86 juta merchant**. Yang menarik, **96,68 persen merchant QRIS merupakan UMKM**.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai data tersebut menunjukkan digitalisasi pembayaran tidak lagi menjadi fenomena yang hanya terjadi pada perusahaan besar dan pusat perbelanjaan modern.
QRIS telah masuk ke warung, pedagang kecil, industri rumah tangga, usaha kuliner, toko, pasar hingga berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Asosiasi mendorong agar perkembangan QRIS tidak hanya berhenti pada kemudahan melakukan pembayaran.
**Data transaksi digital harus dikembangkan menjadi jalan bagi UMKM untuk memperoleh pembiayaan, memperluas pasar, meningkatkan tata kelola dan naik kelas menjadi perusahaan yang lebih kuat.**
## TRANSAKSI QRIS SEMESTER I TEMBUS RP1,12 KUADRILIUN
Bank Indonesia mencatat sepanjang semester pertama 2026 terdapat sekitar **12,55 miliar transaksi QRIS**, dengan nilai transaksi mencapai sekitar **Rp1,12 kuadriliun** atau tumbuh **93,92 persen secara tahunan**.
Besarnya nilai tersebut menunjukkan pembayaran digital telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi nasional.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang perkembangan ini dapat menjadi fondasi bagi transformasi jutaan UMKM dari usaha yang sebelumnya banyak menggunakan transaksi tunai menuju bisnis dengan pencatatan keuangan yang semakin terstruktur.
Setiap transaksi digital dapat menghasilkan jejak transaksi.
Apabila dikelola secara tepat dan dengan perlindungan data yang kuat, jejak tersebut berpotensi membantu pelaku usaha membangun profil bisnis yang lebih jelas.
## QRIS JANGAN HANYA UNTUK BAYAR, HARUS MEMBUKA AKSES MODAL
Salah satu persoalan klasik yang dihadapi UMKM adalah akses terhadap pembiayaan.
Tidak sedikit usaha sebenarnya mempunyai pelanggan dan omzet, tetapi kesulitan mendapatkan fasilitas kredit karena tidak memiliki pembukuan yang memadai.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai digitalisasi dapat membantu mengatasi persoalan tersebut.
Catatan transaksi yang konsisten dapat melengkapi laporan keuangan serta memberikan gambaran mengenai aktivitas dan perputaran usaha.
Bank Indonesia sendiri mendorong pemanfaatan pencatatan digital UMKM serta data digital untuk membantu meningkatkan efisiensi, tata kelola dan akses pembiayaan.
Karena itu, Asosiasi mendorong perbankan dan industri sistem pembayaran mengembangkan skema yang mampu menghubungkan transaksi digital UMKM dengan akses pembiayaan secara sehat dan bertanggung jawab.
**UMKM yang memiliki transaksi bagus, usaha berjalan dan pasar nyata seharusnya memiliki peluang semakin besar memperoleh modal untuk berkembang.**
## 96,68 PERSEN MERCHANT QRIS ADALAH UMKM
Dominasi UMKM dalam jumlah merchant QRIS menjadi perhatian khusus Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang.
Dari 44,86 juta merchant QRIS hingga Juni 2026, Bank Indonesia mencatat sebanyak **96,68 persen merupakan UMKM**.
Angka tersebut menunjukkan bahwa fondasi ekonomi digital Indonesia sangat kuat berada di tingkat usaha mikro, kecil dan menengah.
Asosiasi menilai basis sebesar itu harus dimanfaatkan untuk membangun ekosistem pengusaha nasional yang semakin modern.
Tahap berikutnya tidak cukup hanya mengajak UMKM menerima QRIS.
Pelaku usaha juga perlu mendapatkan pelatihan mengenai:
* pencatatan keuangan digital;
* pemasaran melalui media sosial dan marketplace;
* pengelolaan stok;
* keamanan transaksi;
* perpajakan dan legalitas usaha;
* akses pembiayaan; dan
* pengembangan produk.
Dengan demikian, digitalisasi benar-benar meningkatkan kemampuan bisnis.
## BI PERLUAS MDR QRIS 0 PERSEN
Bank Indonesia juga telah mengumumkan perluasan kebijakan **Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen** yang mulai berlaku **1 Oktober 2026**.
MDR 0 persen tetap berlaku bagi merchant kategori usaha mikro untuk transaksi sampai dengan **Rp500.000**.
Mulai 1 Oktober 2026, kebijakan MDR 0 persen juga diperluas kepada seluruh kategori merchant—termasuk usaha kecil, menengah dan besar—untuk transaksi dengan nilai sampai **Rp100.000**, yang sebelumnya dikenakan MDR 0,7 persen.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyambut positif kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi biaya transaksi tersebut.
Bagi usaha dengan jumlah transaksi harian yang besar, efisiensi biaya sekecil apa pun secara akumulatif dapat mempunyai arti ekonomi.
## UMKM HARUS DIDORONG MASUK EKONOMI FORMAL
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang juga melihat digitalisasi sebagai kesempatan untuk memperkuat formalitas dan profesionalisme UMKM.
Pelaku usaha perlu didorong memiliki Nomor Induk Berusaha, rekening usaha, pencatatan keuangan, identitas produk dan berbagai kelengkapan lainnya.
Proses tersebut jangan dipandang sebagai beban administrasi.
Sebaliknya, legalitas merupakan pintu agar UMKM dapat memperoleh kesempatan bisnis yang lebih besar.
Perusahaan yang semakin tertib akan lebih mudah mengikuti pengadaan, menjadi pemasok perusahaan besar, mengajukan pembiayaan hingga menjalin kerja sama dengan investor.
## DIGITALISASI HARUS SAMPAI KE PASAR DAN DESA
Perkembangan ekonomi digital tidak boleh hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perluasan edukasi pembayaran digital sampai ke pasar tradisional, sentra produksi, desa, kawasan pertanian, perikanan dan pusat-pusat UMKM di daerah.
Pelaku usaha perlu diberikan pendampingan secara langsung mengenai cara menggunakan QRIS dengan aman.
Edukasi mengenai penipuan digital juga sangat penting.
Semakin besar transaksi digital, semakin penting kemampuan masyarakat mengenali modus penipuan, tautan palsu, manipulasi kode QR hingga berbagai bentuk kejahatan digital.
## DATA DIGITAL HARUS DILINDUNGI
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mengingatkan bahwa transformasi digital harus berjalan bersama dengan peningkatan perlindungan konsumen dan keamanan data.
Data transaksi mempunyai nilai ekonomi yang sangat besar.
Karena itu, pengguna maupun merchant harus mendapatkan perlindungan yang memadai.
Kepercayaan menjadi modal utama dalam ekonomi digital.
Sekali masyarakat kehilangan kepercayaan akibat tingginya penipuan atau penyalahgunaan data, perkembangan transaksi digital dapat terganggu.
Asosiasi mendorong perbankan, penyelenggara jasa pembayaran dan pemerintah terus memperkuat keamanan sistem sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat.
## QRIS BISA MEMPERLUAS PASAR PENGUSAHA
Digitalisasi pembayaran juga membuka peluang transaksi lintas wilayah.
Pengusaha yang sebelumnya hanya melayani pembeli di sekitar tempat usahanya kini dapat menerima transaksi dari konsumen yang jauh lebih luas.
Jika dikombinasikan dengan marketplace, media sosial, jasa pengiriman dan pembukuan digital, UMKM dapat membangun jaringan pelanggan dalam skala nasional.
Inilah yang dinilai Asosiasi sebagai tahapan berikutnya dari transformasi UMKM.
**Dari warung menjadi usaha formal.**
**Dari usaha lokal menjadi pemasok regional.**
**Dari UMKM menjadi perusahaan nasional.**
## ASOSIASI PENGUSAHA ETH DORONG GERAKAN “UMKM GO DIGITAL”
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong lahirnya gerakan pendampingan **UMKM Go Digital** yang melibatkan pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, pemerintah daerah, marketplace dan organisasi pengusaha.
Program tersebut dapat diarahkan pada lima agenda:
1. **100 persen anggota dan UMKM binaan menggunakan pembayaran digital sesuai kebutuhan usahanya.**
2. **Mendorong UMKM memiliki pembukuan digital yang tertib.**
3. **Menghubungkan UMKM yang layak dengan perbankan dan lembaga pembiayaan.**
4. **Membantu produk UMKM masuk marketplace serta memperluas pemasaran digital.**
5. **Meningkatkan edukasi keamanan transaksi dan perlindungan data.**
## TRANSAKSI DIGITAL HARUS MENJADI JALAN NAIK KELAS
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang pencapaian puluhan juta merchant QRIS adalah modal besar bagi perekonomian Indonesia.
Namun keberhasilan digitalisasi ke depan tidak boleh hanya diukur dari berapa juta kode QR yang terpasang.
Keberhasilan harus terlihat dari berapa banyak UMKM yang setelah masuk ekosistem digital mampu **meningkatkan omzet, memperoleh pembiayaan, memperluas pasar, menciptakan pekerjaan dan berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar**.
**“QRIS jangan hanya menjadi alat untuk menerima pembayaran. Digitalisasi harus menjadi pintu bagi UMKM untuk memperoleh modal, mendapatkan pasar, meningkatkan tata kelola dan naik kelas.”**
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong seluruh pengusaha Indonesia untuk menjadikan teknologi sebagai alat memperkuat usaha, bukan sesuatu yang harus ditakuti.
### UMKM DIGITAL, MODAL TERBUKA, PASAR MELUAS, PENGUSAHA INDONESIA NAIK KELAS.





