EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Indonesia Ditargetkan Setop Impor Minyak dan LPG dalam Tiga Tahun, DPN Elang Tiga Hambalang: Kemandirian Energi Harus Dibuktikan dengan Peta Jalan Terukur

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang — Kamis, 27 Agustus 2026 Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang (ETH) mendukung agenda pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional setelah Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat menghentikan ketergantungan terhadap impor minyak dan LPG dalam waktu sekitar tiga tahun....

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang — Kamis, 27 Agustus 2026 Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang (ETH) mendukung agenda pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional setelah Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat menghentikan ketergantungan terhadap impor minyak dan LPG dalam waktu sekitar tiga tahun.

Target tersebut disampaikan Presiden saat peluncuran dan peletakan batu pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). Pemerintah menempatkan pengembangan tenaga surya, panas bumi, lapangan gas, peningkatan lifting minyak serta penguatan infrastruktur energi sebagai bagian dari strategi menuju kemandirian energi.

banner 468x60

DPN Elang Tiga Hambalang menilai agenda tersebut memiliki arti strategis karena ketergantungan terhadap energi impor berhubungan dengan ketahanan nasional, devisa, APBN, industri serta kemampuan negara menjaga ketersediaan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat.

H. Safrizal: Indonesia Harus Berdiri di Atas Kekuatan Energinya Sendiri

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang, H. Safrizal, mengatakan Indonesia memiliki sumber daya energi yang besar sehingga agenda menuju kemandirian energi patut didukung.

Namun, menurutnya, target besar harus diterjemahkan menjadi peta jalan yang konkret, terukur dan dapat dievaluasi masyarakat.

“Elang Tiga Hambalang mendukung Indonesia berdiri di atas kekuatan energinya sendiri. Tetapi target tiga tahun harus diterjemahkan menjadi pekerjaan konkret: berapa produksi minyak yang harus ditingkatkan, bagaimana kebutuhan LPG dipenuhi dari dalam negeri, bagaimana kapasitas pengolahan diperkuat dan bagaimana energi baru terbarukan dikembangkan,” ujar H. Safrizal.

Menurut H. Safrizal, pemerintah perlu menetapkan target tahunan sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan pencapaian kemandirian energi dari tahun ke tahun.

Program PLTS 100 GWp Jadi Bagian Strategi Energi

Program PLTS 100 GWp menjadi salah satu agenda besar yang dikaitkan pemerintah dengan upaya memperkuat swasembada energi.

Presiden menyebut kapasitas kelistrikan Indonesia saat ini sekitar 88 GW dari berbagai sumber energi dan pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 GWp dalam tiga tahun.

Program tersebut harus berjalan bersama pengembangan sumber energi lainnya. DPN ETH menilai diversifikasi penting agar Indonesia tidak menggantungkan ketahanan energinya pada satu sumber energi saja.

Pengembangan tenaga surya, panas bumi, gas, bahan bakar nabati serta peningkatan produksi migas domestik harus menjadi satu kesatuan kebijakan energi nasional.

ETH: Jangan Sampai Kemandirian Energi Membebani Rakyat

DPN Elang Tiga Hambalang menegaskan tujuan akhir kebijakan energi harus tetap memberikan manfaat kepada masyarakat.

Kemandirian energi tidak cukup hanya menghasilkan angka produksi yang tinggi apabila masyarakat masih menghadapi persoalan ketersediaan atau keterjangkauan energi.

“Ukuran keberhasilan bukan hanya Indonesia berhenti mengimpor. Yang lebih penting adalah apakah BBM, LPG dan listrik tersedia secara aman serta dapat dijangkau masyarakat. Kemandirian energi harus membuat negara semakin kuat dan rakyat semakin terlindungi,” kata H. Safrizal.

ETH meminta pemerintah memperhitungkan kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah, UMKM, petani, nelayan, pekerja transportasi dan berbagai sektor produktif lainnya dalam proses transformasi energi nasional.

Sekjen ETH Ganda Satria Dharma: Kemandirian Energi Harus Menggerakkan Ekonomi Nasional

Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, menilai agenda mengurangi hingga menghentikan ketergantungan terhadap impor minyak dan LPG harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi besar memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, pembangunan sektor energi harus memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri dalam negeri, peningkatan kemampuan teknologi hingga keterlibatan pengusaha nasional dan UMKM dalam rantai pasok industri energi.

“Kemandirian energi harus menjadi kekuatan ekonomi nasional. Ketika produksi, pengolahan, teknologi dan rantai pasok semakin banyak dibangun di dalam negeri, manfaatnya harus kembali kepada bangsa Indonesia melalui lapangan kerja, pertumbuhan industri dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ganda Satria Dharma.

Ganda menilai target tiga tahun perlu dikawal melalui indikator kinerja yang terukur dan terbuka.

Masyarakat, menurutnya, perlu memperoleh informasi mengenai perkembangan peningkatan produksi migas, pembangunan dan modernisasi kilang, pengembangan LPG domestik, bahan bakar nabati serta penambahan kapasitas energi baru dan terbarukan.

“Kita mendukung target besar pemerintah, tetapi keberhasilannya harus dapat dirasakan masyarakat. Energi yang mandiri harus berarti pasokan semakin kuat, industri nasional berkembang dan masyarakat memperoleh energi secara aman serta terjangkau,” tegas Ganda Satria Dharma.

Tingkatkan Produksi, Perkuat Pengolahan Dalam Negeri

DPN ETH menilai peningkatan produksi migas nasional menjadi salah satu pekerjaan besar apabila Indonesia ingin mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Eksplorasi dan pengembangan lapangan baru perlu dipercepat dengan tetap memperhatikan keselamatan, tata kelola dan perlindungan lingkungan.

Pada saat bersamaan, kemampuan pengolahan energi di dalam negeri harus diperkuat.

ETH mendorong setiap investasi besar di sektor energi memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia melalui penggunaan produk dalam negeri, penyerapan tenaga kerja nasional, transfer teknologi dan keterlibatan perusahaan nasional.

Energi Terbarukan Harus Menjadi Kekuatan Baru Indonesia

DPN Elang Tiga Hambalang juga mendukung percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan.

Indonesia memiliki potensi tenaga surya, panas bumi, air dan berbagai sumber energi lainnya yang dapat menjadi fondasi ketahanan energi jangka panjang.

Pengembangan PLTS berskala besar dapat menjadi salah satu lompatan penting apabila dibarengi kesiapan jaringan listrik, pembiayaan yang sehat, kemampuan teknologi, industri pendukung dalam negeri dan tata kelola yang transparan.

Bagi ETH, transformasi energi juga harus menjadi kesempatan bagi Indonesia membangun kemampuan teknologi sendiri.

Perguruan tinggi, lembaga penelitian dan industri nasional perlu semakin dilibatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi energi.

Lima Dorongan DPN Elang Tiga Hambalang

DPN Elang Tiga Hambalang menyampaikan lima dorongan dalam mengawal agenda kemandirian energi nasional:

  1. Susun peta jalan tiga tahun yang terukur. Pemerintah perlu menetapkan target tahunan produksi minyak, gas, LPG, kapasitas pengolahan dan energi terbarukan.
  2. Percepat peningkatan produksi domestik. Eksplorasi, lifting minyak, pengembangan gas dan penguatan kilang perlu berjalan sebagai satu strategi.
  3. Jaga harga dan pasokan untuk rakyat. Transisi menuju kemandirian energi tidak boleh menyebabkan kelangkaan ataupun membebani daya beli masyarakat.
  4. Bangun industri dan teknologi energi nasional. Tenaga kerja, UMKM, perusahaan nasional, perguruan tinggi dan peneliti Indonesia harus memperoleh ruang dalam ekosistem energi.
  5. Pastikan transparansi dan kepentingan nasional. Proyek energi berskala besar harus dapat diawasi dan memberikan manfaat nyata kepada perekonomian Indonesia.

H. Safrizal dan Ganda Satria Dharma: Kemandirian Energi adalah Kepentingan Nasional

Ketua Umum DPN ETH H. Safrizal bersama Sekretaris Jenderal DPN ETH Ganda Satria Dharma menegaskan bahwa persoalan energi tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan ekonomi.

Energi merupakan bagian penting dari ketahanan dan kedaulatan nasional.

Kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan energinya secara lebih mandiri dapat mengurangi kerentanan terhadap gejolak harga internasional, perubahan geopolitik dan gangguan rantai pasok global.

Namun, ETH mengingatkan bahwa penghentian impor minyak dan LPG dalam tiga tahun masih merupakan target pemerintah yang hendak dicapai, bukan kondisi yang telah terwujud saat ini.

Karena itu, perkembangan pencapaiannya perlu dilaporkan secara terbuka dan berkala.

“Kita ingin Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan energinya dengan kekuatan bangsa sendiri. Untuk mencapainya dibutuhkan keberanian mengambil kebijakan, teknologi, investasi, sumber daya manusia dan pengawasan yang kuat,” tegas H. Safrizal.

DPN Elang Tiga Hambalang juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan nasional, perguruan tinggi, peneliti dan masyarakat.

Bagi ETH, keberhasilan agenda tersebut nantinya harus terlihat dalam tiga hal sekaligus: ketahanan negara semakin kuat, industri nasional semakin berkembang, dan masyarakat semakin sejahtera.

ENERGI MANDIRI — INDUSTRI TUMBUH — NEGARA KUAT — RAKYAT SEJAHTERA

DPN ELANG TIGA HAMBALANG

H. Safrizal
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang

Ganda Satria Dharma
Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang

“Dari Hambalang, Mengawal Kemandirian Energi dan Kepentingan Rakyat Indonesia.”

Redaksi: Elang Tiga Hambalang

banner 336x280