EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Kota Jambi Daring; Rikardo Sianturi: Keselamatan Anak Harus Jadi Prioritas

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

JAMBI — Kamis, 27 Agustus 2026 Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Jambi mulai berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah Kota Jambi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD, TK,...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

JAMBI — Kamis, 27 Agustus 2026 Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Jambi mulai berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah Kota Jambi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP pada 26–28 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut diambil setelah kondisi kualitas udara Kota Jambi masuk kategori sangat tidak sehat. Berdasarkan data pemantauan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, AQI US Kota Jambi tercatat mencapai 213, dengan polutan utama PM2.5 berkonsentrasi sekitar 137,3 mikrogram per meter kubik.

banner 468x60

Pemkot Jambi sebelumnya menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 21 Tahun 2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Jambi. Kebijakan itu kemudian diperketat seiring memburuknya kondisi udara sehingga pembelajaran PAUD, TK, SD hingga SMP dialihkan dari tatap muka menjadi daring.

Juru Bicara Pemkot Jambi sekaligus Kepala Diskominfo Kota Jambi, Saleh Ridha, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari dampak buruk pencemaran udara.

Dinas Pendidikan Kota Jambi juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan berarti kegiatan sekolah dihentikan. Proses belajar tetap berlangsung melalui PJJ dengan berbagai metode daring, sementara pengawas dan jajaran Dinas Pendidikan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaannya.

DPP Elang Tiga Hambalang Jambi Angkat Bicara

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang (DPP ETH) Jambi, Rikardo Sianturi, menilai keputusan mengalihkan kegiatan belajar ke rumah merupakan langkah pencegahan yang tepat ketika kualitas udara berada pada tingkat yang dapat membahayakan kesehatan.

Menurut Rikardo, keselamatan anak-anak harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Ia menilai persoalan kabut asap tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan, karena dampaknya telah merambah kesehatan masyarakat, pendidikan hingga aktivitas ekonomi.

“Ketika kabut asap sudah menyebabkan anak-anak tidak bisa belajar secara normal di sekolah, ini menunjukkan persoalan karhutla sudah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas.”

Rikardo juga meminta pemerintah bersama seluruh instansi terkait meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla agar kondisi serupa tidak terus berulang.

Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika asap sudah menyelimuti permukiman. Pencegahan sejak awal, patroli wilayah rawan kebakaran, pemadaman cepat terhadap titik api serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran harus berjalan secara konsisten.

“Kami dari DPP Elang Tiga Hambalang Jambi mendukung langkah pemerintah melindungi peserta didik. Namun persoalan utamanya juga harus diselesaikan. Jangan hanya sibuk menangani dampak ketika asap sudah datang. Sumber kebakaran dan penyebabnya harus ditelusuri secara serius,” tegas Rikardo.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan pembakaran hutan dan lahan harus diproses berdasarkan fakta dan hasil penyelidikan aparat berwenang.

Masyarakat Diminta Waspada

Pada Kamis (27/8/2026), Pemkot Jambi melaporkan ISPU berada di angka 106 atau kategori tidak sehat. Pemerintah membagikan masker kepada masyarakat dan menyiagakan 6.800 boks masker di fasilitas pelayanan kesehatan dan Puskesmas se-Kota Jambi. Kondisi kualitas udara tetap perlu dipantau karena dapat berubah.

Rikardo mengajak masyarakat mengikuti imbauan pemerintah, memantau kualitas udara, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

“Karhutla bukan hanya urusan pemerintah. Kita membutuhkan kepedulian bersama. Tetapi apabila ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran hukum dalam terjadinya kebakaran, aparat harus bertindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.”

DPP Elang Tiga Hambalang Jambi menyatakan akan terus mencermati perkembangan penanganan karhutla dan dampak kabut asap di Provinsi Jambi serta mendorong adanya langkah pencegahan yang lebih kuat untuk melindungi masyarakat.

Sumber fakta: Pemerintah Kota Jambi dan Dinas Pendidikan Kota Jambi.

banner 336x280