EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Global

Aceh Jaya Kembangkan Hortikultura Hampir 398 Hektare, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: Pastikan Petani Menikmati Nilai Ekonominya

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang — Jumat, 28 Agustus 2026 — Pengembangan sektor hortikultura terus dilakukan di Kabupaten Aceh Jaya. Pemerintah daerah mengembangkan sejumlah komoditas buah unggulan seperti durian, rambutan, jeruk dan mangga dengan total areal mencapai sekitar 397,7 hektare. Berdasarkan data yang diberitakan,...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang — Jumat, 28 Agustus 2026 — Pengembangan sektor hortikultura terus dilakukan di Kabupaten Aceh Jaya. Pemerintah daerah mengembangkan sejumlah komoditas buah unggulan seperti durian, rambutan, jeruk dan mangga dengan total areal mencapai sekitar 397,7 hektare.

Berdasarkan data yang diberitakan, pengembangan tersebut terdiri atas durian sekitar 165,8 hektare, rambutan 135,9 hektare, jeruk 48 hektare dan mangga 48 hektare. Pengembangan komoditas hortikultura diharapkan dapat memperkuat produksi pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

banner 468x60

Satuan Petani ETH: Jangan Berhenti pada Luas Tanam

Menanggapi pengembangan tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai keberhasilan program hortikultura tidak cukup diukur dari luas lahan maupun jumlah tanaman yang ditanam.

Manfaat ekonomi yang diterima petani harus menjadi ukuran utama. Pemerintah perlu memastikan petani memperoleh bibit berkualitas, pupuk, pendampingan budidaya, perlindungan dari serangan hama dan penyakit hingga kepastian pemasaran ketika tanaman memasuki masa produksi.

“Hampir 398 hektare merupakan potensi yang besar. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana tanaman tersebut nantinya produktif dan hasilnya memberikan keuntungan yang layak kepada petani. Jangan sampai berhasil menanam, tetapi petani kesulitan menjual hasil panennya.”

Durian Jadi Komoditas Terluas

Dari empat komoditas yang dikembangkan, durian menempati areal terbesar dengan sekitar 165,8 hektare, kemudian rambutan sekitar 135,9 hektare.

Potensi tersebut menurut Satuan Petani ETH perlu dikembangkan lebih jauh melalui pembentukan kawasan produksi berbasis komoditas. Jika produksi meningkat dalam beberapa tahun mendatang, daerah harus mulai mempersiapkan rantai pemasaran sejak sekarang.

Tanpa perencanaan pasar, peningkatan produksi dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan persoalan ketika panen berlangsung bersamaan dan harga di tingkat petani turun.

Jangan Hanya Jual Buah Segar

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang juga menilai hilirisasi harus mulai dipersiapkan.

Durian, rambutan, jeruk maupun mangga tidak harus seluruhnya dipasarkan dalam bentuk buah segar. Produk yang memenuhi standar dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan sehingga umur simpan lebih panjang dan nilai tambah meningkat.

Kelompok tani dan usaha masyarakat dapat dilibatkan dalam pengolahan, pengemasan serta pemasaran produk.

Dengan demikian, nilai ekonomi pertanian tidak berhenti di kebun tetapi juga menciptakan kegiatan usaha dan lapangan kerja baru di desa.

Lima Langkah untuk Petani Aceh Jaya

Satuan Petani ETH menawarkan lima langkah agar pengembangan hortikultura memberikan manfaat jangka panjang, yakni memastikan bibit unggul dan sesuai kondisi wilayah; memperkuat pendampingan budidaya dan pengendalian hama; membangun akses jalan serta fasilitas pascapanen; menghubungkan kelompok tani dengan pasar; dan mengembangkan industri pengolahan berbasis hasil pertanian lokal.

Data produksi, perkembangan tanaman dan harga pasar juga perlu dipantau sehingga pemerintah dapat melakukan intervensi lebih awal apabila terjadi persoalan.

Pertanian Harus Menciptakan Pusat Ekonomi Baru

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berharap pengembangan hampir 398 hektare hortikultura dapat menjadikan kawasan pertanian Aceh Jaya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

“Petani jangan hanya ditempatkan sebagai penanam dan pemanen. Petani harus masuk ke rantai nilai yang lebih besar, mulai dari budidaya, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran. Semakin besar nilai tambah yang tinggal di desa, semakin kuat pula ekonomi petani,” demikian pendapat Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.

Pengembangan durian, rambutan, jeruk dan mangga di Aceh Jaya diharapkan mampu menghasilkan kebun yang produktif, pasar yang kuat serta pendapatan petani yang terus meningkat.

Sumber: laporan ANTARA mengenai pengembangan tanaman hortikultura di Kabupaten Aceh Jaya.

banner 336x280