EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Global

Pemprov Sumut Kejar 41 Ribu Hektare Lahan Pangan Berbasis Irigasi, ETH Sumut: Petani Harus Jadi Penerima Manfaat Utama

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

MEDAN — Sabtu, 29 Agustus 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan pengembangan lahan pangan berbasis irigasi mencapai sekitar 41.000 hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Sumatera Utara. Program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

MEDAN — Sabtu, 29 Agustus 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan pengembangan lahan pangan berbasis irigasi mencapai sekitar 41.000 hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Sumatera Utara.

Program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Infrastruktur irigasi yang berfungsi dengan baik dinilai sangat menentukan keberlangsungan produksi pertanian, terutama dalam menghadapi perubahan musim dan ancaman kekurangan air.

banner 468x60

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Elang Tiga Hambalang (ETH) Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, SH, menilai target tersebut harus diwujudkan menjadi manfaat nyata bagi petani, bukan sekadar pencapaian angka pembangunan.

Menurut Bahar, keberhasilan pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi harus dapat dilihat dari air yang benar-benar sampai ke sawah, meningkatnya produktivitas pertanian, serta membaiknya kesejahteraan petani.

“Infrastruktur irigasi harus dibangun dan dijaga dengan baik. Air harus sampai ke sawah, produksi meningkat, petani sejahtera, dan ketahanan pangan Sumatera Utara semakin kuat,” kata Bahar Effendi Pulungan, SH.

Ia meminta pemerintah melakukan pemetaan terhadap wilayah pertanian yang masih mengalami persoalan ketersediaan air maupun memiliki jaringan irigasi yang belum berfungsi secara optimal.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti setelah proyek selesai. Pemeliharaan saluran, normalisasi jaringan, pengawasan distribusi air serta keterlibatan kelompok tani harus menjadi bagian dari program jangka panjang.

“Jangan sampai anggaran sudah dikeluarkan, tetapi saluran irigasi kemudian tidak terawat atau air tidak sampai ke lahan pertanian. Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” ujarnya.
Bahar juga menilai penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui pembangunan irigasi.

Pemerintah perlu mengintegrasikannya dengan ketersediaan benih dan pupuk, pendampingan petani, peningkatan produktivitas, distribusi serta kepastian pasar bagi hasil pertanian.
DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara berpandangan peningkatan produksi pangan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Ketahanan pangan akan kuat apabila petaninya juga kuat. Petani harus menjadi penerima manfaat utama dari pembangunan sektor pertanian di Sumatera Utara,” tegas Bahar.

DPP ETH Sumut berharap pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan dan berkelanjutan sehingga mampu memperluas lahan produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan Sumatera Utara.

Sumber: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

banner 336x280