EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Global

Kapal perang China MV Chen Jing Run singgah di Bitung, DPP ETH Sulut: Kedaulatan dan keamanan wilayah harus tetap menjadi prioritas

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

SULAWESI UTARA — Sabtu, 29 Agustus 2026 Kehadiran kapal perang China MV Chen Jing Run (Hai Yang 26) di Pelabuhan Peti Kemas Bitung, Sulawesi Utara, menjadi perhatian publik. Kapal tersebut singgah di Bitung setelah melakukan perjalanan dari Afrika sebelum melanjutkan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

SULAWESI UTARA — Sabtu, 29 Agustus 2026 Kehadiran kapal perang China MV Chen Jing Run (Hai Yang 26) di Pelabuhan Peti Kemas Bitung, Sulawesi Utara, menjadi perhatian publik. Kapal tersebut singgah di Bitung setelah melakukan perjalanan dari Afrika sebelum melanjutkan pelayaran menuju pangkalannya di China.

Berdasarkan keterangan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, kapal tersebut tiba di Bitung pada Selasa (25/8/2026). Kedatangannya disambut melalui kegiatan merplug oleh jajaran Kodaeral VIII.

banner 468x60

MV Chen Jing Run (Hai Yang 26) membawa sekitar 140 personel/prajurit. Selama berada di Bitung, kapal menjalankan kegiatan bekal ulang yang meliputi pengisian air tawar, bahan makanan basah, BBM, pengecekan kondisi kapal, serta kesempatan rekreasi bagi awak kapal. Kapal dijadwalkan berada di Bitung hingga Sabtu, 29 Agustus 2026, kemudian melanjutkan perjalanan menuju China.

Kehadiran kapal militer asing di salah satu kawasan strategis Indonesia tersebut turut mendapat perhatian Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Elang Tiga Hambalang (ETH) Sulawesi Utara, Ardiansyah Inde.

Ardiansyah menilai kunjungan kapal negara sahabat merupakan bagian dari hubungan antarnegara. Namun, setiap aktivitas kapal militer asing di wilayah Indonesia tetap harus berjalan sesuai ketentuan dan berada dalam pengawasan otoritas yang berwenang.

“Indonesia terbuka membangun hubungan baik dengan negara mana pun. Namun ketika menyangkut kapal militer asing yang berada di wilayah Indonesia, kepentingan nasional, keamanan dan kedaulatan negara harus tetap menjadi prioritas utama,” kata Ardiansyah Inde.

Menurutnya, posisi Sulawesi Utara yang berada di kawasan strategis dan berhadapan langsung dengan jalur perairan internasional membuat pengawasan wilayah laut menjadi sangat penting.

TNI AL tetap menjadi garda penjaga kedaulatan

Ardiansyah menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu membangun spekulasi berlebihan mengenai kehadiran kapal tersebut karena informasi resmi menyebutkan kunjungan dilakukan untuk kebutuhan bekal ulang. Namun, transparansi informasi kepada masyarakat tetap penting untuk mencegah munculnya informasi yang keliru.

“Rakyat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai tujuan, aktivitas dan berapa lama kapal militer asing berada di wilayah kita. Transparansi justru akan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan aparat pertahanan,” ujarnya.

DPP ETH Sulawesi Utara juga menilai keberadaan TNI Angkatan Laut memiliki posisi penting dalam memastikan setiap kunjungan kapal asing berlangsung sesuai prosedur serta tidak mengganggu keamanan wilayah Indonesia.

Penyambutan MV Chen Jing Run sendiri dilakukan jajaran Kodaeral VIII. Rangkaian kegiatan juga menampilkan budaya Sulawesi Utara melalui pengalungan Kain Bentenan dan Tarian Cakalele sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu yang berkunjung.

Sulawesi Utara berada di posisi strategis

Menurut Ardiansyah, momentum ini sekaligus harus menjadi pengingat mengenai pentingnya memperkuat pertahanan dan pengawasan laut Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia bagian utara.

“Sulawesi Utara berada pada posisi geografis yang sangat strategis. Karena itu pengawasan laut, kesiapan pangkalan, kemampuan patroli serta koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat. Hubungan persahabatan dengan negara lain harus berjalan, tetapi kedaulatan Indonesia tidak boleh ditawar,” tegasnya.

DPP ETH Sulawesi Utara berharap pemerintah dan aparat pertahanan terus memberikan informasi resmi kepada masyarakat mengenai aktivitas kapal militer asing yang memasuki atau singgah di wilayah Indonesia sehingga ruang bagi spekulasi dan informasi menyesatkan dapat diminimalkan.

Kita menyambut persahabatan dengan negara mana pun, tetapi Merah Putih, kepentingan nasional dan kedaulatan NKRI harus selalu berada di atas segalanya,” tutup Ketua DPP ETH Sulawesi Utara Ardiansyah Inde.

Sumber fakta: Keterangan Kodaeral VIII sebagaimana diberitakan ANTARA, 25–26 Agustus 2026.

banner 336x280