EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Karhutla Masih Mengancam Sejumlah Wilayah, Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Dorong Mahasiswa Turun dalam Gerakan Pencegahan Lingkungan

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Reza Prasatria Dharma Dorong Generasi Muda Tidak Menunggu Bencana Membesar: Kampus Harus Jadi Pusat Edukasi, Riset, dan Aksi Lingkungan HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR — 30 Agustus 2026 Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menaruh perhatian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Reza Prasatria Dharma Dorong Generasi Muda Tidak Menunggu Bencana Membesar: Kampus Harus Jadi Pusat Edukasi, Riset, dan Aksi Lingkungan

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR — 30 Agustus 2026

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menaruh perhatian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada musim kemarau 2026.

banner 468x60

Isu tersebut menjadi semakin relevan setelah Kepolisian Republik Indonesia pada Minggu, 30 Agustus 2026, mengerahkan 198 peserta didik SIP/Setukpa, Sespimma, serta mahasiswa S2 STIK untuk melakukan edukasi pencegahan karhutla secara langsung kepada masyarakat di empat wilayah prioritas.

Personel tersebut ditempatkan di Kalimantan Barat sebanyak 103 orang, Kalimantan Tengah 48 orang, Kalimantan Timur 10 orang, dan Sumatera Selatan 37 orang. Mereka berkoordinasi dengan jajaran Polda, Polres hingga Bhabinkamtibmas untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat, termasuk mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

Bagi Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, keterlibatan mahasiswa dan peserta didik dalam upaya pencegahan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda dapat mempunyai peranan nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan nasional.

Pencegahan Harus Dimulai Sebelum Api Membesar

Karhutla bukan hanya persoalan pohon dan lahan yang terbakar.

Dampaknya dapat menjangkau kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, ekonomi daerah, kualitas udara, keanekaragaman hayati hingga kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan.

Polri sendiri menekankan pendekatan pencegahan dari hulu. Edukasi dilakukan agar masyarakat memahami bahwa penanganan tidak seharusnya baru bergerak setelah kebakaran terjadi.

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menilai pendekatan seperti ini patut diperluas dengan melibatkan perguruan tinggi.

Kampus memiliki mahasiswa, peneliti, laboratorium, teknologi, jaringan organisasi dan kemampuan pengabdian masyarakat yang dapat digunakan untuk memperkuat pencegahan bencana.

BNPB: Karhutla Masih Terjadi di Berbagai Wilayah

Ancaman tersebut bukan sekadar kekhawatiran teoritis.

BNPB pada 24 Agustus 2026 melaporkan sejumlah kejadian karhutla masih terjadi di berbagai wilayah. Salah satunya kebakaran sekitar 35 hektare lahan di Batam, Kepulauan Riau, yang ditangani tim gabungan TNI, Polri, pemadam kebakaran, BPBD dan masyarakat.

Beberapa hari sebelumnya, BNPB juga mencatat kejadian bencana pada periode 20–21 Agustus masih didominasi antara lain oleh kebakaran hutan dan lahan, selain kekeringan dan cuaca ekstrem.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan harus menjadi perhatian lintas sektor dan tidak cukup diserahkan hanya kepada pemerintah maupun aparat.

Ancaman Kemarau Panjang Perlu Diantisipasi

Tantangan ke depan juga perlu diperhatikan.

BMKG pada akhir Juli 2026 memprediksi El Niño dapat bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027, dengan potensi intensitas melebihi kategori kuat. Potensi kondisi kering juga dapat diperkuat oleh kemungkinan Indian Ocean Dipole positif pada September–Desember 2026.

Kondisi seperti itu dapat meningkatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap kekeringan dan risiko kebakaran.

Karena itu, menurut analisis Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, pencegahan lingkungan harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang, bukan kegiatan sesaat ketika musim kemarau mencapai puncaknya.

Reza Prasatria Dharma dan Arah Gerakan Mahasiswa Lingkungan

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Reza Prasatria Dharma, organisasi tersebut mendorong perluasan peranan mahasiswa dalam persoalan lingkungan hidup dan kebencanaan.

Gerakan mahasiswa tidak harus selalu hadir dalam bentuk demonstrasi.

Mahasiswa dapat masuk ke desa, kampus dan komunitas untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran, pengelolaan sampah, konservasi air, penghijauan, perubahan iklim hingga kesiapsiagaan bencana.

Mahasiswa teknik dapat membantu teknologi deteksi dini.

Mahasiswa kehutanan dan pertanian dapat berkontribusi dalam tata kelola lahan.

Mahasiswa kesehatan dapat memberikan edukasi mengenai dampak asap.

Mahasiswa hukum dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai ketentuan lingkungan.

Sementara mahasiswa komunikasi dapat membantu melawan informasi keliru dan memperluas pendidikan publik.

Dengan pendekatan lintas disiplin seperti itu, mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi nyata.

Enam Agenda Satuan Mahasiswa ETH untuk Lingkungan

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong beberapa agenda yang dapat dikembangkan bersama kampus, pemerintah dan masyarakat:

  1. Gerakan mahasiswa siaga karhutla, terutama di perguruan tinggi yang berada dekat kawasan rawan kebakaran.
  2. Program kampus peduli lingkungan, melalui penghijauan, konservasi air, pengurangan sampah dan edukasi masyarakat.
  3. Riset dan teknologi deteksi dini, termasuk pemanfaatan data, drone, sensor, pemetaan dan kecerdasan artifisial.
  4. Pengabdian mahasiswa ke desa rawan bencana, dengan pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat.
  5. Literasi hukum lingkungan, agar mahasiswa dan masyarakat memahami larangan pembakaran lahan serta hak atas lingkungan yang sehat.
  6. Kolaborasi kampus dengan BNPB, BPBD, BMKG, KLH, TNI, Polri dan pemerintah daerah untuk memperkuat mitigasi berbasis ilmu pengetahuan.

Agenda tersebut merupakan rancangan posisi Satuan Mahasiswa ETH dan perlu mendapat persetujuan internal organisasi sebelum dinyatakan sebagai sikap resmi.

Mahasiswa Jangan Hanya Bicara Perubahan Iklim di Ruang Seminar

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menilai isu lingkungan akan semakin penting bagi generasi muda.

Perubahan iklim, kekeringan, banjir, karhutla dan kualitas udara pada akhirnya akan berdampak langsung terhadap kehidupan generasi mahasiswa sekarang.

Karena itu, pembahasan lingkungan tidak cukup berhenti pada seminar dan diskusi kampus.

Mahasiswa perlu mempunyai kesempatan melakukan penelitian lapangan, pengabdian masyarakat dan kegiatan pencegahan yang hasilnya dapat diukur.

Kampus yang mampu menyelesaikan persoalan lingkungan di wilayah sekitarnya dapat menjadi contoh bagaimana ilmu pengetahuan memberikan manfaat langsung bagi rakyat.

Dari Hambalang, Dorong Gerakan Mahasiswa Peduli Lingkungan

Dari Hambalang, Kabupaten Bogor, Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong generasi muda Indonesia menjadikan perlindungan lingkungan sebagai salah satu agenda utama gerakan mahasiswa.

Indonesia membutuhkan mahasiswa yang mampu mengkritik kebijakan lingkungan.

Namun Indonesia juga membutuhkan mahasiswa yang bersedia turun langsung membantu masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Reza Prasatria Dharma, Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang diarahkan untuk mendorong mahasiswa menjadi kekuatan intelektual sekaligus kekuatan sosial dalam menghadapi persoalan bangsa.

Karhutla tidak boleh menunggu api membesar untuk menjadi perhatian. Pencegahan harus dimulai sejak dari kampus, masyarakat dan generasi muda.

DARI HAMBALANG UNTUK INDONESIA — MAHASISWA JAGA LINGKUNGAN, JAGA MASA DEPAN BANGSA.

HAMBALANG — KABUPATEN BOGOR — JAWA BARAT

banner 336x280