EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Bom Ikan Ancam Masa Depan Nelayan, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang Dorong Penindakan Tegas Destructive Fishing

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Edisi: Minggu, 30 Agustus 2026Lokasi Terbit: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Dari Hambalang, praktik penangkapan ikan yang merusak didorong untuk diperangi karena menghancurkan terumbu karang, habitat ikan, dan sumber penghidupan nelayan HAMBALANG, BOGOR — Praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Edisi: Minggu, 30 Agustus 2026
Lokasi Terbit: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Dari Hambalang, praktik penangkapan ikan yang merusak didorong untuk diperangi karena menghancurkan terumbu karang, habitat ikan, dan sumber penghidupan nelayan

HAMBALANG, BOGOR — Praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak kembali menjadi perhatian serius setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap sebuah kapal beserta lima awak yang diduga terlibat pengeboman ikan di Perairan Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan.

banner 468x60

KKP menyatakan operasi dilakukan setelah Tim Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan mendeteksi ledakan pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WITA. Petugas kemudian mengamankan KM Nurmaulina, lima awak kapal, sekitar 20 kilogram ikan yang diduga diperoleh menggunakan bahan peledak, serta satu unit kompresor.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap kehidupan nelayan tidak hanya datang dari cuaca buruk atau mahalnya biaya operasional. Kerusakan laut akibat destructive fishing dapat menghancurkan sumber penghidupan nelayan untuk waktu yang jauh lebih panjang.

Bom ikan bukan sekadar persoalan hukum

Direktur Jenderal PSDKP KKP menjelaskan bahwa praktik pengeboman ikan yang ditemukan diduga dilakukan secara terorganisasi dengan melibatkan beberapa kapal. Sebagian pelaku diduga melempar bahan peledak dan menjauh dari lokasi, sementara kelompok lain mengumpulkan ikan di permukaan maupun melalui penyelaman.

KKP menegaskan penggunaan bahan peledak dapat menimbulkan kerusakan serius terhadap terumbu karang dan habitat ikan, sehingga pengawasan destructive fishing akan terus diperkuat.

Bagi nelayan tradisional, kerusakan tersebut mempunyai akibat langsung. Ketika terumbu karang rusak dan habitat ikan terganggu, populasi ikan di sekitar wilayah tangkap dapat ikut menurun.

Nelayan yang mencari ikan secara legal akhirnya menjadi pihak yang ikut menanggung akibatnya.

Laut yang rusak berarti masa depan nelayan ikut rusak

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang memandang pemberantasan destructive fishing harus ditempatkan sebagai bagian dari perjuangan melindungi hak hidup nelayan Indonesia.

Laut bukan hanya wilayah penangkapan ikan.

Laut adalah modal hidup yang harus diwariskan kepada generasi nelayan berikutnya.

Karena itu, organisasi nelayan dapat mengambil peran tidak hanya dengan menyuarakan penindakan hukum, tetapi juga membantu membangun kesadaran bahwa menjaga laut merupakan kepentingan ekonomi masyarakat pesisir sendiri.

Lima langkah yang perlu didorong

Satuan Nelayan ETH dapat mendorong:

  1. penegakan hukum tegas terhadap penggunaan bom, racun, dan metode penangkapan destruktif lainnya;
  2. penguatan patroli pada wilayah yang rawan destructive fishing;
  3. perlindungan identitas nelayan yang memberikan informasi kepada aparat;
  4. pelibatan kelompok nelayan dalam pengawasan berbasis masyarakat; dan
  5. pemulihan terumbu karang serta habitat ikan pada wilayah yang telah mengalami kerusakan.

Masyarakat nelayan harus menjadi mata dan telinga pengawasan

KKP sendiri meminta masyarakat, khususnya nelayan, ikut menjaga sumber daya kelautan serta melaporkan apabila menemukan penangkapan menggunakan bahan peledak atau praktik destruktif lainnya.

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang dapat mengambil posisi strategis dengan membangun jaringan pengaduan nelayan antardaerah.

Informasi dari lapangan dapat dihimpun secara tertib, dilengkapi lokasi, waktu, foto atau video bila aman diperoleh, kemudian diteruskan kepada aparat yang berwenang.

Namun keselamatan pelapor tetap harus menjadi perhatian utama. Nelayan tidak perlu melakukan konfrontasi langsung terhadap pihak yang diduga melakukan pengeboman ikan.

Jangan biarkan nelayan baik kalah oleh perusak laut

Draf sikap organisasi untuk persetujuan pengurus:

“Nelayan yang menangkap ikan secara benar jangan sampai kehilangan sumber penghidupannya karena segelintir pihak merusak laut dengan bom ikan. Melindungi laut berarti melindungi kehidupan keluarga nelayan.”

Pernyataan tersebut sebaiknya digunakan setelah mendapat persetujuan resmi pengurus Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang.

Dari Hambalang, jaga laut Indonesia

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang dapat menjadikan pemberantasan bom ikan sebagai salah satu agenda nasional organisasi.

Perjuangan nelayan tidak hanya mengenai mendapatkan BBM murah atau harga ikan yang baik.

Perjuangan nelayan juga berarti memastikan bahwa ikan masih tersedia esok hari, terumbu karang tetap hidup, dan anak-anak nelayan masih memiliki laut tempat mereka menggantungkan masa depan.

Dari Hambalang, pesan itu dapat disampaikan kepada seluruh masyarakat pesisir Indonesia:

Jangan wariskan laut yang rusak kepada generasi berikutnya.

SATUAN NELAYAN ELANG TIGA HAMBALANG
KUAT BERSAMA, TANGGUH DI LAUT

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

banner 336x280