15 Rumah Ludes Terbakar, Elang Tiga Hambalang Jambi Desak Pemerintah Jangan Berhenti pada Bantuan Seremonial
JAMBI, 31 AGUSTUS 2026 — Musibah kebakaran yang menghanguskan 15 rumah warga di Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, menyisakan persoalan serius yang tidak boleh berhenti hanya pada kunjungan pejabat dan penyaluran bantuan sementara. Gubernur Jambi Al Haris telah...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
JAMBI, 31 AGUSTUS 2026 — Musibah kebakaran yang menghanguskan 15 rumah warga di Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, menyisakan persoalan serius yang tidak boleh berhenti hanya pada kunjungan pejabat dan penyaluran bantuan sementara.
Gubernur Jambi Al Haris telah turun langsung meninjau lokasi pada Minggu (30/8/2026). Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kota Jambi juga menyatakan akan memberikan bantuan serta mencari solusi terbaik bagi warga terdampak. Selain 15 rumah yang hangus total, terdapat empat rumah lainnya yang mengalami kerusakan ringan.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Nasional Jambi, Rikardo Sianturi, meminta pemerintah bergerak lebih cepat dan memastikan para korban memperoleh kepastian hidup setelah kehilangan tempat tinggal.
“Kami mengapresiasi langkah Gubernur yang turun langsung ke lokasi. Tetapi pemerintah jangan berhenti pada kunjungan, bantuan simbolis, atau pernyataan keprihatinan. Yang dibutuhkan warga sekarang adalah kepastian: mereka akan tinggal di mana, bagaimana kebutuhan dasar mereka dipenuhi, dan kapan kehidupan mereka kembali normal,” tegas Rikardo.
Menurutnya, bencana kebakaran tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan kehilangan bangunan. Di balik rumah yang terbakar terdapat keluarga, dokumen penting, peralatan kerja, kebutuhan anak-anak, serta sumber penghidupan yang kemungkinan ikut hilang.
Karena itu, Rikardo mendorong Pemprov Jambi dan Pemkot Jambi menyusun langkah penanganan yang konkret dan terukur, mulai dari tempat tinggal sementara yang layak, bantuan kebutuhan pokok, pendataan kerugian warga, hingga solusi hunian bagi korban yang rumahnya tidak lagi dapat ditempati.
“Jangan sampai korban kebakaran hanya menjadi berita selama beberapa hari, kemudian dilupakan setelah perhatian publik berpindah ke isu lain. Pemerintah harus memastikan ada pendampingan sampai masyarakat benar-benar mampu bangkit,” ujarnya.
Rikardo juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan permukiman, termasuk akses pemadam kebakaran, ketersediaan sumber air, kepadatan bangunan, serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kebakaran.
“Kalau ada persoalan tata ruang, akses kendaraan pemadam, jaringan air, atau sistem mitigasi yang belum optimal, semuanya harus dievaluasi. Jangan menunggu korban berikutnya baru kemudian kita kembali berbicara soal pencegahan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Elang Tiga Hambalang Jambi siap ikut mengawal penanganan korban dan menyuarakan kebutuhan masyarakat agar tidak terputus dari pengambil kebijakan.
Rikardo juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukan sekadar seberapa cepat pejabat datang ke lokasi bencana, tetapi seberapa cepat warga korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak, merasa aman, dan memulihkan kehidupannya.
“Kami tidak ingin tragedi ini hanya menghasilkan foto kunjungan. Kami ingin ada solusi nyata. Warga kehilangan rumah, jangan sampai mereka juga kehilangan kepastian masa depan,” pungkas Rikardo Sianturi.
Sumber: ANTARA News Jambi, JambiUpdate, JambiOne, dan laporan pemberitaan terkait penanganan kebakaran Cempaka Putih, Jelutung, Kota Jambi.





