EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

Kredit Investasi Melaju, ETH Dorong Perbankan Perbesar Akses Modal bagi UMKM dan Pengusaha Produktif

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 13 September 2026.Pertumbuhan pembiayaan perbankan menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekspansi dunia usaha nasional. *Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang (ETH)* mendorong agar peningkatan kredit investasi tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi semakin...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 13 September 2026.Pertumbuhan pembiayaan perbankan menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekspansi dunia usaha nasional. *Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang (ETH)* mendorong agar peningkatan kredit investasi tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi semakin mudah diakses UMKM dan pengusaha produktif yang mempunyai prospek usaha sehat.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk *Juli 2026* menunjukkan kredit perbankan tumbuh *13,58 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)* menjadi sekitar *Rp9.135 triliun. Kredit investasi menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan **25,13 persen yoy, sementara kredit modal kerja tumbuh **11,04 persen yoy*.

banner 468x60

Di sisi lain, pertumbuhan kredit UMKM tercatat *1,62 persen yoy*. Perbedaan laju tersebut menjadi perhatian karena UMKM merupakan bagian besar dari ekosistem usaha dan penyerapan tenaga kerja Indonesia.

## ETH: Pertumbuhan Kredit Harus Menggerakkan Sektor Produktif

ETH menilai pertumbuhan kredit investasi merupakan sinyal penting bagi dunia usaha. Modal yang masuk ke sektor produktif dapat digunakan untuk membeli mesin, membangun fasilitas produksi, melakukan digitalisasi, meningkatkan kapasitas dan memperluas jaringan distribusi.

Namun kesempatan memperoleh pembiayaan perlu diperluas.

> *“Pertumbuhan kredit investasi harus diterjemahkan menjadi pertumbuhan perusahaan, peningkatan kapasitas produksi dan pembukaan lapangan kerja. UMKM dan pengusaha produktif juga harus memperoleh kesempatan lebih besar mengakses pembiayaan.”*

ETH menilai persoalan pembiayaan tidak selalu disebabkan ketiadaan dana. Sebagian pengusaha masih menghadapi persoalan laporan keuangan, legalitas perusahaan, riwayat kredit, agunan, dokumentasi usaha serta kemampuan menyusun proposal pembiayaan yang dapat diterima bank.

## UMKM Harus Dipersiapkan Menjadi Bankable

ETH mendorong perubahan pendekatan pendampingan UMKM. Pengusaha tidak cukup hanya diberi informasi mengenai adanya fasilitas kredit, tetapi perlu dipersiapkan sampai benar-benar *bankable*.

Pendampingan dapat dimulai dari pemisahan keuangan pribadi dan perusahaan, pencatatan transaksi, laporan keuangan, kepatuhan perpajakan, legalitas usaha, analisis arus kas hingga penyusunan rencana penggunaan kredit.

> *“Banyak pengusaha mempunyai usaha yang berjalan, tetapi belum mempunyai administrasi yang cukup kuat ketika masuk ke bank. Di sinilah organisasi pengusaha harus hadir untuk menjembatani kebutuhan pengusaha dengan standar pembiayaan perbankan.”*

## Kredit Investasi Jangan Hanya untuk Perusahaan Besar

ETH juga mendorong perbankan memperluas penilaian terhadap kelayakan usaha produktif.

Perusahaan skala menengah dan UMKM yang mempunyai transaksi nyata, pelanggan, kontrak kerja maupun arus kas yang sehat perlu memperoleh jalur pembiayaan yang semakin kompetitif sesuai prinsip kehati-hatian perbankan.

ETH menegaskan dorongan memperluas pembiayaan bukan berarti mengabaikan manajemen risiko. Justru pengusaha perlu dibantu meningkatkan kualitas usahanya sehingga memenuhi standar pembiayaan.

> *“ETH tidak mendorong kredit tanpa kelayakan. Yang kami perjuangkan adalah pengusaha yang layak jangan kehilangan kesempatan memperoleh modal hanya karena kurang memahami administrasi dan mekanisme perbankan.”*

## ETH Siapkan “Financing Matching Forum”

Sebagai agenda konkret, ETH mendorong pembentukan *ETH Financing Matching Forum* yang mempertemukan pengusaha dengan bank dan lembaga pembiayaan.

Forum tersebut akan difokuskan bukan sekadar pada seminar, tetapi pada pemeriksaan kesiapan perusahaan sebelum mengajukan pembiayaan.

Pengusaha dapat dipetakan berdasarkan kebutuhan modal kerja, kredit investasi, pembelian mesin, pembangunan fasilitas produksi, ekspansi cabang maupun pembiayaan proyek.

Setelah itu, ETH dapat mempertemukan perusahaan yang sudah memenuhi persyaratan dasar dengan lembaga pembiayaan yang mempunyai produk sesuai kebutuhan.

## Dorong “Business Credit Readiness”

ETH juga mengusulkan program *Business Credit Readiness* untuk membantu pengusaha melakukan pemeriksaan kesehatan pembiayaan perusahaan.

Program ini dapat mencakup pemeriksaan legalitas, laporan keuangan, arus kas, kewajiban pajak, profil kredit, kebutuhan modal dan kemampuan pembayaran.

Dengan demikian, pengusaha dapat mengetahui kelemahannya *sebelum* mengajukan kredit.

> *“Jangan menunggu permohonan kredit ditolak baru memperbaiki perusahaan. Pengusaha harus mengetahui sejak awal bagaimana kondisi keuangannya dan apa yang harus diperbaiki agar layak memperoleh pembiayaan.”*

## Pembiayaan Harus Menghasilkan Lapangan Kerja

ETH menilai kualitas penyaluran kredit pada akhirnya perlu dilihat dari dampaknya terhadap ekonomi riil.

Pembiayaan yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, membangun pabrik, membeli mesin, memperluas usaha dan menciptakan pekerjaan mempunyai efek berganda terhadap perekonomian.

Karena itu, ETH mendorong terciptanya hubungan yang lebih erat antara *perbankan, organisasi pengusaha, UMKM dan sektor industri*.

> *“Modal perbankan harus bertemu dengan pengusaha yang produktif. Ketika akses modal, pendampingan dan pasar berjalan bersama, perusahaan dapat naik kelas dan lapangan kerja baru dapat tercipta.”*

Bagi Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang, pertumbuhan kredit investasi saat ini harus dijadikan momentum memperkuat struktur perusahaan nasional. Targetnya bukan sekadar meningkatkan jumlah pinjaman, melainkan melahirkan semakin banyak *pengusaha sehat, bankable, produktif dan mampu berkembang dari UMKM menjadi perusahaan menengah hingga besar*.

*ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG*
*“Pengusaha Kuat, Indonesia Maju.”*

banner 336x280