EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Indonesia Dorong Reviu AITIGA Tuntas 2026, ETH Siap Dorong UMKM dan Pengusaha Nasional Masuk Rantai Pasok ASEAN–India

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 24 September 2026 Indonesia mendorong penyelesaian reviu ASEAN–India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada 2026. Sikap tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dalam Pertemuan Konsultasi ke-23 Para Menteri Ekonomi...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 24 September 2026

Indonesia mendorong penyelesaian reviu ASEAN–India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada 2026. Sikap tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dalam Pertemuan Konsultasi ke-23 Para Menteri Ekonomi ASEAN dengan India yang berlangsung di Pasay City, Filipina, pada 22 September 2026. Kementerian Perdagangan mempublikasikan perkembangan tersebut pada 23 September.

banner 468x60

Pemerintah Indonesia mendorong agar hasil reviu membuat AITIGA lebih efektif, mudah digunakan, dan mampu memfasilitasi perdagangan. Indonesia juga menekankan penguatan perdagangan dan investasi, ketahanan rantai pasok, serta peningkatan partisipasi dunia usaha dan UMKM dalam rantai nilai regional.

Pertemuan tersebut turut membahas masukan sektor swasta melalui ASEAN–India Business Council. Beberapa gagasan yang dicatat pemerintah antara lain fasilitasi UKM ASEAN–India, proyek perdagangan digital yang menghubungkan ASEAN Single Window dengan India, forum fasilitasi investasi, kemitraan rantai pasok, serta kerangka mobilitas bisnis.

Pasar ASEAN–India Bernilai Besar

Data awal ASEAN menunjukkan perdagangan dua arah antara ASEAN dan India pada 2025 mencapai sekitar US$114,1 miliar. Pada tahun yang sama, arus investasi langsung dari India ke ASEAN tercatat sekitar US$7,1 miliar. Data tersebut merupakan angka ASEAN secara keseluruhan, bukan angka perdagangan Indonesia–India

Bagi pengusaha Indonesia, perkembangan reviu AITIGA perlu dipantau karena perubahan ketentuan perjanjian dapat berpengaruh pada akses pasar, tarif, aturan asal barang, prosedur perdagangan, serta kemampuan perusahaan Indonesia masuk ke rantai pasok kawasan. Ketentuan akhirnya masih bergantung pada hasil perundingan dan implementasi yang kemudian disepakati para pihak.

ETH Dorong Pengusaha Jangan Hanya Jadi Penonton

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang melihat agenda ASEAN–India perlu diterjemahkan menjadi peluang bisnis yang dapat diakses langsung oleh pengusaha nasional, terutama UMKM yang mempunyai produk layak ekspor.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyatakan:

“Perjanjian perdagangan akan memberikan manfaat lebih besar apabila pengusaha mengetahui bagaimana menggunakannya. UMKM Indonesia harus dipersiapkan dari sekarang agar mampu mencari buyer, memenuhi standar pasar dan masuk ke rantai pasok ASEAN–India.”

ETH mendorong agar pengusaha tidak menunggu proses perundingan selesai untuk mulai mempersiapkan kapasitas perusahaan.

“Pengusaha perlu mengetahui produk apa yang memiliki pasar, standar apa yang harus dipenuhi, bagaimana struktur biaya ekspor dan siapa calon mitra usahanya. ETH ingin membantu menjembatani kebutuhan tersebut.”

ETH Dorong Pembentukan India Market & Supply Chain Desk

Sebagai agenda konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH India Market & Supply Chain Desk.

Program ini diarahkan untuk memetakan produk pengusaha Indonesia yang memiliki potensi pasar, membantu kesiapan ekspor, mempertemukan perusahaan dengan calon pembeli dan distributor, serta mengidentifikasi peluang kemitraan investasi dan rantai pasok dengan pelaku usaha India.

ETH juga mendorong penyusunan database anggota berdasarkan sektor, kapasitas produksi, sertifikasi, harga ekspor, serta kemampuan memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

UMKM Harus Dipersiapkan Sampai Terjadi Transaksi

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai fasilitasi UMKM perlu bergerak melampaui seminar dan sosialisasi. Pendampingan harus mencakup kualitas produk, kemasan, legalitas, sertifikasi, logistik, pembiayaan ekspor hingga pencarian buyer.

“Target akhirnya harus jelas: lebih banyak produk Indonesia masuk pasar internasional dan lebih banyak pengusaha nasional menjadi bagian dari rantai pasok regional. ETH siap mendorong kolaborasi antara pemerintah, perbankan, eksportir dan dunia usaha untuk mencapai tujuan tersebut.”

ASEAN sendiri pada Pertemuan AEM–India menegaskan pentingnya menjaga momentum agar reviu AITIGA dapat diselesaikan tepat waktu.

ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
24 September 2026

banner 336x280