EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Akses Modal UMKM Diperkuat, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong “Klinik Pembiayaan” agar Pengusaha Benar-Benar Bankable

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 27 September 2026 HAMBALANG — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong penguatan pendampingan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), menyusul semakin kuatnya agenda Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dalam memperluas akses...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 27 September 2026

HAMBALANG — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong penguatan pendampingan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), menyusul semakin kuatnya agenda Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dalam memperluas akses pembiayaan usaha. Organisasi menilai ketersediaan dana saja belum cukup apabila pengusaha masih mengalami hambatan pada legalitas, pembukuan, arus kas, tata kelola dan kesiapan memenuhi persyaratan lembaga keuangan.

banner 468x60

Momentum itu bertepatan dengan hari terakhir Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026, yang diselenggarakan pada 25–27 September 2026 di Surabaya. Bank Indonesia menyatakan FESyar diarahkan antara lain untuk memperkuat rantai nilai halal, memperluas pembiayaan syariah serta meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi-keuangan syariah. BI juga menempatkan sinergi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah, pesantren dan pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian penting dalam membuka akses pasar dan pembiayaan.

Dalam rilis resminya, Bank Indonesia mencatat aset keuangan syariah telah mencapai Rp3.131 triliun. BI juga menyebut sektor unggulan rantai nilai halal Indonesia tumbuh 5,50 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, terutama ditopang makanan halal, fesyen muslim dan pariwisata ramah muslim.

Peluang Pembiayaan Makin Terbuka

Perluasan akses modal juga mendapat dukungan dari kebijakan makroprudensial Bank Indonesia. Penguatan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) akan berlaku efektif 1 Oktober 2026. Kebijakan tersebut mencakup perluasan pembiayaan kepada pemasok, distributor dan mitra badan usaha, perluasan kerja sama penyaluran kredit UMKM antarbank melalui skema channeling dan executing, serta mekanisme transfer RPIM antarbank.

Di sisi lain, OJK pada 1 September 2026 menegaskan pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk membuka akses pembiayaan, termasuk bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum terjangkau layanan sektor keuangan formal. OJK mengaitkan langkah tersebut dengan penguatan ekosistem UMKM, pendalaman pasar keuangan serta peningkatan inklusi dan literasi keuangan.

ETH: Pengusaha Harus Dipersiapkan Sebelum Masuk Bank

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang berpandangan bahwa persoalan akses permodalan harus ditangani dari dua sisi. Perbankan dan lembaga pembiayaan perlu terus memperluas akses, sementara pengusaha harus dibantu meningkatkan kesiapan administrasi dan kualitas usahanya.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyatakan:

“Perluasan pembiayaan UMKM harus disertai pendampingan nyata. Banyak pengusaha mempunyai usaha yang berjalan dan pasar yang jelas, tetapi belum mampu menyajikan legalitas, pembukuan, arus kas dan dokumen pembiayaan secara baik. Di sinilah organisasi pengusaha harus hadir.”

Dorong Klinik Pembiayaan ETH

Sebagai langkah konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan Klinik Pembiayaan dan Perbankan ETH yang dapat menjadi pusat pendampingan bagi pengusaha dan UMKM.

Klinik tersebut diarahkan untuk membantu pemeriksaan legalitas usaha dan NIB, pembenahan pembukuan serta laporan keuangan, analisis arus kas, pemetaan kebutuhan modal kerja dan investasi, persiapan dokumen pengajuan pembiayaan, serta business matching dengan bank dan lembaga pembiayaan resmi.

“Targetnya bukan sekadar mempertemukan pengusaha dengan bank. Kami ingin pengusaha dipersiapkan sampai benar-benar bankable, memahami kemampuan membayar, menggunakan pembiayaan secara produktif dan mampu naik kelas.”

Asosiasi juga mendorong agar pendampingan diberikan kepada pengusaha di daerah, bukan hanya perusahaan yang telah memiliki akses kuat terhadap lembaga keuangan di kota-kota besar.

Bangun Jembatan Pengusaha–Perbankan

Dalam agenda jangka menengah, ETH dapat membangun database kebutuhan pembiayaan anggota berdasarkan sektor usaha, daerah, omzet, tujuan penggunaan dana serta tingkat kesiapan usaha. Database tersebut dapat menjadi basis business matching dengan bank umum, bank syariah dan lembaga pembiayaan yang berizin.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa akses modal yang sehat harus diarahkan untuk meningkatkan produksi, memperluas pasar, melakukan digitalisasi, membeli mesin dan peralatan serta menciptakan lapangan pekerjaan, bukan membebani perusahaan dengan utang yang tidak produktif.

“Kami ingin organisasi pengusaha hadir memberikan solusi. Ketika pemerintah, BI dan OJK membuka ruang pembiayaan lebih luas, ETH harus membantu memastikan pengusaha Indonesia mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan peluang tersebut.”

ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
27 September 2026

banner 336x280
Secret Link