Program Cek Kesehatan Gratis Presiden Prabowo perluas akses deteksi dini, hadirkan manfaat bagi keluarga
Gorontalo — Senin, 19 Oktober 2026 Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Program ini mengedepankan pencegahan dan pengenalan risiko penyakit sejak dini. Berdasarkan publikasi Kementerian Sekretariat Negara pada...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Gorontalo — Senin, 19 Oktober 2026 Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Program ini mengedepankan pencegahan dan pengenalan risiko penyakit sejak dini.
Berdasarkan publikasi Kementerian Sekretariat Negara pada Minggu (18/10/2026), jumlah peserta CKG secara nasional telah melampaui 100 juta penduduk hingga awal Oktober 2026.
Layanan pemeriksaan menjangkau berbagai kelompok usia melalui Puskesmas, kegiatan komunitas, dan sekolah. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan kelompok usia serta kebutuhan kesehatan peserta.
Sekretariat Negara menjelaskan bahwa CKG menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Manfaat pemeriksaan juga perlu diikuti edukasi, pemantauan, serta pelayanan lanjutan sesuai kebutuhan.
Angka peserta tersebut merupakan capaian nasional. Publikasi yang menjadi rujukan tidak merinci jumlah penerima layanan di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sulut-Gorontalo, Ardiansyah Inde, menyampaikan tanggapan positif terhadap perluasan akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
“Program Cek Kesehatan Gratis Bapak Presiden Prabowo membawa semangat pelayanan yang dekat dengan kebutuhan keluarga. Kesempatan mengenali kondisi kesehatan sejak dini perlu dimanfaatkan dengan baik melalui layanan resmi yang tersedia,” ujar Ardiansyah.
Ia menilai masyarakat membutuhkan informasi yang mudah dipahami mengenai tempat pelayanan, jadwal, persyaratan, dan tahapan pemeriksaan. Kejelasan informasi akan membantu warga mempersiapkan diri sebelum mengakses layanan.
Menurutnya, pendampingan juga penting agar peserta memahami hasil pemeriksaan dan petunjuk yang diberikan tenaga kesehatan. Dengan demikian, manfaat program dapat berlanjut setelah pemeriksaan selesai.
“Pelayanan yang ramah dan penjelasan yang jelas akan membuat masyarakat semakin nyaman. Kita berharap setiap peserta memahami hasil pemeriksaannya serta mengetahui langkah berikutnya apabila memerlukan tindak lanjut,” katanya dengan tegas.
Ardiansyah berharap masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo dapat memperoleh informasi pelaksanaan CKG melalui fasilitas kesehatan dan saluran resmi. Keluarga juga diharapkan saling membantu dalam memahami informasi pelayanan.
Ia memberikan perhatian pada kebutuhan warga lanjut usia dan masyarakat yang membutuhkan pendampingan ketika mengakses layanan. Kemudahan memperoleh penjelasan menjadi bagian penting agar pelayanan dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
“Semangat program ini perlu dijaga melalui kepedulian bersama. Keluarga dapat membantu menyampaikan informasi yang benar dan mendampingi anggota keluarga sesuai kebutuhannya,” ujarnya.
Ardiansyah menilai keberlanjutan pelayanan menjadi hal penting dalam mendukung tujuan program. Koordinasi petugas, kejelasan informasi, dan tindak lanjut sesuai arahan tenaga kesehatan diharapkan memperkuat manfaat bagi peserta.
Ia berharap program tersebut terus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memberikan perhatian pada kesehatan keluarga.
“Kita menyambut baik program Bapak Presiden Prabowo yang memperluas akses pemeriksaan kesehatan. Semoga pelaksanaannya semakin mudah dijangkau dan membantu masyarakat membangun kehidupan yang lebih sehat serta produktif,” tutup Ardiansyah.
Sumber: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, “Jangkau Lebih dari 100 Juta Penduduk, Program CKG Terus Perkuat Layanan Kesehatan”, terbit 18 Oktober 2026.
Redaksi: Elang Tiga Global News Editor: Bambang





