EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Elang Tiga Global News Soroti Ancaman AI terhadap Lapangan Kerja, Serikat Buruh ASEAN Perjuangkan Upah Layak dan Perlindungan Pekerja

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi industri menjadi perhatian organisasi serikat buruh di kawasan Asia Tenggara. Para pemimpin serikat pekerja menilai kemajuan teknologi harus diimbangi dengan perlindungan tenaga kerja agar tidak menimbulkan pengurangan kesempatan kerja...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi industri menjadi perhatian organisasi serikat buruh di kawasan Asia Tenggara. Para pemimpin serikat pekerja menilai kemajuan teknologi harus diimbangi dengan perlindungan tenaga kerja agar tidak menimbulkan pengurangan kesempatan kerja secara besar-besaran.

Dalam pertemuan tingkat regional ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) di Jakarta, para pemimpin serikat buruh dari 11 negara membahas kesejahteraan pekerja, kebijakan pengupahan, perlindungan tenaga kerja, serta dampak perkembangan teknologi terhadap masa depan pekerjaan.

banner 468x60

Presiden ASEAN TUC, Andi Gani Nena Wea, menyampaikan bahwa salah satu agenda penting yang dibahas adalah mendorong pembentukan Konvensi Internasional tentang Upah Layak melalui Organisasi Buruh Internasional (ILO). Inisiatif tersebut diharapkan menjadi landasan untuk memperjuangkan standar upah yang lebih baik bagi pekerja di berbagai negara.

Selain persoalan upah, ASEAN TUC juga menyoroti potensi perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat penggunaan robot dan teknologi AI. Otomatisasi dinilai dapat menggantikan sejumlah pekerjaan manusia apabila tidak disertai kebijakan transisi tenaga kerja dan peningkatan keterampilan.

ASEAN TUC turut menyepakati lima prioritas kerja periode 2026–2031, antara lain kebebasan berserikat, kepastian kerja dan upah layak, perlindungan pekerja sektor digital dan informal, migrasi tenaga kerja yang adil, serta penguatan kepemimpinan perempuan dan generasi muda. Liputan6.com

1. Peristiwa apa yang terjadi?

ASEAN TUC membahas perjuangan upah layak, perlindungan tenaga kerja, dan ancaman terhadap lapangan kerja akibat perkembangan AI serta otomatisasi industri. Pertemuan tersebut juga menghasilkan lima prioritas kerja organisasi untuk periode 2026–2031.

2. Siapa yang terlibat?

Pertemuan melibatkan pemimpin serikat buruh dari 11 negara anggota ASEAN, Presiden ASEAN TUC Andi Gani Nena Wea, Sekretaris Jenderal ASEAN TUC Raymond Mendoza, serta Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli.

3. Kapan kegiatan tersebut berlangsung?

Pertemuan regional ASEAN TUC berlangsung selama tiga hari dan diberitakan pada Minggu, 1 November 2026.

4. Di mana kegiatan dilaksanakan?

Pertemuan berlangsung di Jakarta, Indonesia. Agenda regional berikutnya dijadwalkan berlangsung di Manila, Filipina, pada 4–6 November 2026, kemudian di Hanoi, Vietnam, pada 8–10 Desember 2026.

5. Mengapa persoalan tersebut menjadi perhatian?

Perkembangan teknologi dapat meningkatkan produktivitas, tetapi juga berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada sejumlah bidang pekerjaan. Karena itu, pekerja membutuhkan perlindungan, kesempatan meningkatkan keterampilan, kepastian kerja, dan standar pengupahan yang layak agar tidak tertinggal dalam perubahan industri.

6. Bagaimana langkah yang dibahas untuk menghadapinya?

ASEAN TUC mendorong pembentukan Konvensi ILO tentang Upah Layak, memperkuat kebebasan berserikat, memperjuangkan kepastian kerja, serta meningkatkan perlindungan pekerja sektor digital dan informal. Organisasi tersebut juga berencana membawa rancangan usulan Konvensi ILO tentang Upah Layak ke Konferensi Ketenagakerjaan Internasional di Jenewa. Liputan6.com

Pandangan Satuan buruh dan pekerja elang tiga hambalang

Elang Tiga Global News memandang perkembangan AI dan otomatisasi tidak seharusnya hanya menguntungkan perusahaan melalui peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya produksi. Kemajuan teknologi juga harus memberikan manfaat bagi pekerja, termasuk peningkatan kesejahteraan, keselamatan kerja, dan kesempatan memperoleh keterampilan baru.

Kami menyampaikan beberapa saran kepada pemerintah dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan:

1. Pemerintah perlu menyiapkan kebijakan perlindungan bagi pekerja yang terdampak otomatisasi agar penerapan teknologi tidak menjadi alasan untuk melakukan PHK secara sewenang-wenang.

2. Perusahaan yang menerapkan AI dan robotik perlu memberikan pemberitahuan, dialog, serta rencana transisi kepada pekerja sebelum melakukan perubahan besar dalam sistem produksi.

3. Kementerian Ketenagakerjaan perlu memperluas pelatihan ulang atau reskilling dan peningkatan keterampilan atau upskilling agar pekerja mampu mengikuti perkembangan teknologi.

4. Serikat pekerja harus dilibatkan dalam pembahasan kebijakan transformasi digital, termasuk ketika perusahaan merencanakan perubahan struktur pekerjaan.

5. Pemerintah dan pengusaha perlu memperkuat standar upah layak yang mempertimbangkan kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya.

6. Kerja sama antarnegara ASEAN perlu ditingkatkan untuk melindungi pekerja migran, pekerja informal, dan pekerja platform digital dari praktik kerja yang tidak adil.

7. Penggunaan teknologi harus tetap menghormati martabat manusia. Produktivitas perusahaan tidak boleh dicapai dengan mengabaikan hak dan masa depan pekerja.

Transformasi teknologi merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari. Namun, masa depan industri tidak boleh dibangun dengan mengorbankan kesejahteraan tenaga kerja.

Elang Tiga Global News menilai pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja harus membangun kerja sama agar perkembangan AI dan otomatisasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan kompetensi, serta perlindungan hak buruh.

Pekerja bukan sekadar bagian dari biaya produksi, melainkan manusia yang memiliki hak atas pekerjaan layak, penghasilan yang adil, dan masa depan yang bermartabat.

Sumber berita:

1. Liputan6.com, 1 November 2026, “Buruh se-ASEAN Dorong Upah Layak dan Antisipasi PHK Massal Akibat AI.” Baca berita Liputan6.com.

Redaksi: Elang Tiga Global News

Editor: Rapi

banner 336x280
Secret Link