Anggaran Kementan 2027 Rp28,02 triliun, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: pastikan anggaran benar-benar sampai ke petani
Hambalang — Rabu, 2 September 2026, Pemerintah menyiapkan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2027 sebesar Rp28,02 triliun untuk memperkuat sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional. Anggaran tersebut diarahkan pada sejumlah program strategis, mulai dari peningkatan produksi padi dan komoditas...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang — Rabu, 2 September 2026, Pemerintah menyiapkan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2027 sebesar Rp28,02 triliun untuk memperkuat sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Anggaran tersebut diarahkan pada sejumlah program strategis, mulai dari peningkatan produksi padi dan komoditas pangan, pengembangan hortikultura hingga hilirisasi sektor perkebunan dan peternakan.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah bawang putih, mengingat kebutuhan nasional selama ini masih membutuhkan pasokan dari luar negeri. Penguatan produksi dalam negeri diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi petani.
Rencana tersebut mendapat perhatian dari Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH). Organisasi tersebut menilai besarnya anggaran pertanian harus diikuti dengan pengawasan yang kuat agar manfaat program benar-benar dirasakan petani di lapangan.
“Anggaran Rp28,02 triliun merupakan angka yang besar. Yang terpenting bukan hanya berapa besar anggaran yang disiapkan, tetapi berapa besar yang benar-benar dirasakan petani. Jangan sampai anggaran besar, tetapi petani masih kesulitan mendapatkan benih unggul, pupuk, alat pertanian, irigasi dan akses pasar,” demikian pernyataan Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Petani harus menjadi penerima manfaat utama
Satuan Petani ETH meminta pemerintah memastikan program pertanian tahun 2027 tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Peningkatan kesejahteraan dan pendapatan petani harus menjadi ukuran utama keberhasilan penggunaan anggaran.
Menurut Satuan Petani ETH, pemerintah perlu memastikan bantuan pertanian diberikan berdasarkan kebutuhan riil di setiap daerah. Pendataan penerima juga harus transparan sehingga bantuan tidak berulang kali diterima kelompok tertentu sementara petani lain yang membutuhkan justru tidak mendapatkannya.
“Petani adalah pelaku utama produksi pangan. Karena itu, setiap rupiah anggaran pertanian semestinya mempunyai dampak langsung terhadap produktivitas, biaya produksi dan pendapatan petani,” tegas Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Bawang putih jangan sekadar mengejar target
Khusus pengembangan bawang putih, Satuan Petani ETH mengingatkan bahwa peningkatan produksi harus dibangun dari hulu sampai hilir.
Pemerintah perlu memastikan ketersediaan benih berkualitas, kesesuaian lahan, pendampingan budidaya, pembiayaan serta kepastian pembelian hasil panen.
Satuan Petani ETH juga menilai kebijakan peningkatan produksi bawang putih dalam negeri perlu dibarengi perlindungan harga di tingkat petani. Jangan sampai petani didorong meningkatkan produksi, tetapi ketika panen tiba harga justru jatuh dan petani menanggung kerugian.
Minta pengawasan terbuka
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta Kementerian Pertanian memperkuat transparansi penggunaan anggaran 2027, khususnya program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Informasi mengenai lokasi program, jumlah penerima, nilai bantuan serta capaian program dinilai perlu dibuka seluas-luasnya agar masyarakat dan organisasi petani dapat ikut melakukan pengawasan.
“Target akhirnya harus jelas: produksi meningkat, biaya petani menurun, harga hasil pertanian lebih menguntungkan dan kesejahteraan keluarga petani meningkat. Anggaran pertanian harus hadir sampai ke sawah dan kebun petani,” tutup Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.





