BIOENERGI BUKA PELUANG BESAR BAGI TALENTA MUDA, REZA PRASATRIA DHARMA: KAMPUS HARUS JADI PUSAT INOVASI ENERGI MASA DEPAN
BOGOR, KAMIS 27 AGUSTUS 2026 — Pengembangan bioenergi dinilai semakin strategis bagi Indonesia, bukan hanya untuk memperkuat ketahanan energi nasional tetapi juga membuka ruang baru bagi riset, inovasi, lapangan kerja dan kewirausahaan generasi muda. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
BOGOR, KAMIS 27 AGUSTUS 2026 — Pengembangan bioenergi dinilai semakin strategis bagi Indonesia, bukan hanya untuk memperkuat ketahanan energi nasional tetapi juga membuka ruang baru bagi riset, inovasi, lapangan kerja dan kewirausahaan generasi muda.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 27 Agustus 2026 mengajak talenta muda memperkuat ekosistem bioenergi melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta perguruan tinggi sebagai pusat riset dan pengembangan sumber daya manusia.
Perkembangan tersebut mendapat perhatian Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH).
Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menilai mahasiswa harus mulai melihat isu energi tidak hanya sebagai persoalan pemerintah atau perusahaan besar.
«“Mahasiswa harus masuk ke dalam masa depan energi Indonesia. Kampus jangan hanya menjadi tempat mempelajari teknologi, tetapi juga tempat menciptakan teknologi yang benar-benar digunakan masyarakat dan industri.”»
KEMDIKTISAINTEK AJAK TALENTA MUDA MASUK EKOSISTEM BIOENERGI
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan pada 27 Agustus 2026 menegaskan pengembangan bioenergi memerlukan kolaborasi lintas sektor.
Perguruan tinggi dipandang memiliki posisi strategis karena menjadi tempat lahirnya:
– penelitian;
– teknologi;
– inovasi;
– tenaga ahli;
– serta calon pemimpin industri.
Kementerian menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bioenergi sebagai bagian dari ketahanan energi dan ekonomi hijau.
Satuan Mahasiswa ETH menilai ajakan tersebut harus diterjemahkan menjadi kesempatan nyata bagi mahasiswa.
«“Kalau pemerintah mengatakan talenta muda dibutuhkan, maka mahasiswa harus diberikan akses kepada laboratorium, industri, pendanaan riset, magang dan proyek nyata.”»
POTENSI BIOMASSA INDONESIA MENCAPAI SETARA 56,97 GW
Menurut data Kementerian ESDM yang dikutip Kemdiktisaintek, potensi biomassa Indonesia mencapai sekitar setara 56,97 gigawatt listrik.
Potensi tersebut berasal dari berbagai sumber bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai energi.
Kemdiktisaintek juga menyebut kebijakan biodiesel B40 menjadi salah satu bentuk pemanfaatan bioenergi secara nasional.
Bagi Satuan Mahasiswa ETH, angka tersebut menunjukkan bioenergi bukan sektor kecil.
Jika dikembangkan secara serius, sektor ini berpotensi menciptakan:
lapangan kerja — industri baru — penelitian — startup — usaha daerah — serta teknologi ramah lingkungan.
BIODIESEL SUDAH MENEKAN IMPOR SOLAR
Data yang dipublikasikan Kemdiktisaintek menyebut pemanfaatan biodiesel domestik sepanjang 2025 mencapai sekitar 14,2 juta kiloliter.
Pada periode yang sama, impor solar turun dari sekitar 8,3 juta ton pada 2024 menjadi sekitar 5 juta ton pada 2025.
Satuan Mahasiswa ETH melihat data tersebut sebagai gambaran bahwa riset dan teknologi energi dapat mempunyai dampak ekonomi langsung.
Namun Reza menilai pengembangan bioenergi harus tetap diawasi dari aspek lingkungan, sosial dan keberlanjutan bahan baku.
«“Energi hijau harus benar-benar hijau. Jangan sampai kita mengurangi impor energi tetapi justru menciptakan persoalan lingkungan baru.”»
MAHASISWA JANGAN HANYA MENJADI PENONTON TRANSISI ENERGI
Menurut Reza, transisi energi akan mengubah kebutuhan tenaga kerja nasional.
Indonesia akan membutuhkan lebih banyak:
– insinyur energi;
– ahli bioteknologi;
– peneliti;
– ahli lingkungan;
– analis data;
– teknisi;
– pengembang mesin;
– ekonom energi;
– ahli hukum energi;
– serta pengusaha teknologi hijau.
Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan kompetensi sejak kuliah.
«“Masa depan pekerjaan tidak hanya ada di kantor konvensional. Akan muncul profesi baru di bidang energi terbarukan, biofuel, baterai, AI energi dan teknologi lingkungan.”»
KAMPUS HARUS MEMBANGUN LABORATORIUM YANG TERHUBUNG INDUSTRI
Satuan Mahasiswa ETH mendorong perguruan tinggi tidak berhenti pada penelitian akademik.
Riset harus semakin terhubung dengan kebutuhan nyata industri dan masyarakat.
Model kolaborasi dapat dilakukan melalui:
1. RISET BERSAMA INDUSTRI
Mahasiswa dan dosen mengembangkan teknologi yang dapat diuji langsung di lapangan.
2. MAGANG TEKNOLOGI
Mahasiswa mendapatkan pengalaman di perusahaan energi.
3. PILOT PROJECT
Kampus menjadi tempat uji coba energi terbarukan.
4. PATEN DAN HILIRISASI
Hasil penelitian diarahkan menjadi produk.
5. STARTUP MAHASISWA
Teknologi kampus dapat dikembangkan menjadi bisnis.
BIOENERGI BISA MENJADI SOLUSI DAERAH
Satuan Mahasiswa ETH menilai pemanfaatan bioenergi juga dapat dikembangkan berbasis potensi daerah.
Daerah pertanian dan perkebunan menghasilkan berbagai limbah organik.
Jika dikelola dengan teknologi yang tepat, bahan tersebut dapat diubah menjadi:
– biogas;
– biomassa;
– bahan bakar nabati;
– pupuk;
– energi listrik;
– atau produk ekonomi sirkular lainnya.
Menurut Reza, pendekatan tersebut dapat menciptakan nilai ekonomi di tingkat desa.
«“Jangan lihat limbah hanya sebagai sampah. Dengan teknologi, limbah bisa menjadi energi, pekerjaan dan pendapatan masyarakat.”»
GENERASI MUDA HARUS MASUK EKONOMI HIJAU
Satuan Mahasiswa ETH menilai ekonomi hijau akan menjadi salah satu arena besar kompetisi ekonomi dunia.
Negara yang memiliki:
teknologi — tenaga ahli — industri — paten — serta sumber daya manusia
akan mempunyai posisi lebih kuat di masa depan.
Mahasiswa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi dari luar negeri.
«“Target kita bukan sekadar menjadi konsumen panel surya, mesin bioenergi atau teknologi hijau. Mahasiswa Indonesia harus mampu menciptakan dan memproduksinya.”»
PENDIDIKAN HARUS MENYESUAIKAN KEBUTUHAN MASA DEPAN
Menurut Satuan Mahasiswa ETH, kurikulum perguruan tinggi perlu terus menyesuaikan perkembangan sektor energi.
Mahasiswa teknik, pertanian, kehutanan, kimia, ekonomi, hukum dan bidang lainnya dapat terlibat dari sudut yang berbeda.
Pengembangan bioenergi tidak hanya persoalan mesin.
Ada persoalan:
– regulasi;
– investasi;
– tata ruang;
– bahan baku;
– lingkungan;
– masyarakat;
– harga;
– teknologi;
– serta distribusi energi.
Karena itu, dibutuhkan pendekatan multidisiplin.
RISET MAHASISWA HARUS MENDAPAT AKSES PENDANAAN
Reza menilai salah satu kendala inovasi mahasiswa adalah keterbatasan pendanaan.
Banyak gagasan bagus berhenti pada proposal atau prototipe kecil karena tidak mempunyai biaya untuk dikembangkan.
Satuan Mahasiswa ETH mendorong pemerintah, BUMN, swasta dan perguruan tinggi membuka lebih banyak skema pendanaan kompetitif bagi mahasiswa.
«“Jangan biarkan ide mahasiswa berhenti karena tidak punya biaya membuat prototipe. Negara harus berani berinvestasi pada gagasan anak muda.”»
JANGAN ABAIKAN ASPEK LINGKUNGAN
Satuan Mahasiswa ETH menegaskan dukungan terhadap bioenergi tidak boleh berarti dukungan terhadap eksploitasi tanpa batas.
Setiap pengembangan harus memperhatikan:
1. keberlanjutan bahan baku;
2. perlindungan hutan;
3. penggunaan air;
4. emisi;
5. hak masyarakat;
6. tata ruang;
7. dampak sosial;
8. dan keseimbangan ekosistem.
Menurut Reza, energi baru harus menyelesaikan masalah lama, bukan memindahkan masalah.
SATUAN MAHASISWA ETH AJUKAN 10 AGENDA “MAHASISWA ENERGI MASA DEPAN”
Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong:
1. LABORATORIUM BIOENERGI DI KAMPUS
Perguruan tinggi perlu memperkuat fasilitas penelitian.
2. MAGANG DI INDUSTRI ENERGI
Mahasiswa harus mendapatkan pengalaman nyata.
3. PENDANAAN RISET MAHASISWA
Buka hibah untuk inovasi energi.
4. STARTUP TEKNOLOGI HIJAU
Kampus perlu membangun inkubator bisnis energi.
5. HILIRISASI PENELITIAN
Riset harus diarahkan menjadi produk.
6. KOLABORASI DENGAN DAERAH
Teknologi bioenergi dapat digunakan menyelesaikan persoalan lokal.
7. PERLINDUNGAN LINGKUNGAN
Setiap proyek harus memenuhi standar keberlanjutan.
8. SERTIFIKASI KOMPETENSI
Mahasiswa perlu memiliki keahlian yang diakui industri.
9. KERJA SAMA INTERNASIONAL
Mahasiswa Indonesia perlu mengakses jaringan riset global.
10. LIBATKAN MAHASISWA DALAM KEBIJAKAN ENERGI
Generasi muda harus mempunyai ruang dalam diskusi publik.
DARI SKRIPSI MENJADI TEKNOLOGI
Menurut Reza, Indonesia memiliki banyak skripsi, tesis dan penelitian yang bernilai.
Namun persoalannya adalah banyak hasil penelitian berhenti di perpustakaan.
«“Kita harus berani mengubah budaya riset. Jangan hanya bertanya apakah skripsinya selesai, tetapi apakah penelitiannya bisa membantu menyelesaikan masalah bangsa.”»
Satuan Mahasiswa ETH mendorong perguruan tinggi membangun sistem untuk mengidentifikasi penelitian yang potensial dikembangkan.
BIOENERGI JUGA BISA MEMBUKA LAPANGAN KERJA
Pengembangan energi baru berpotensi membuka pekerjaan mulai dari hulu sampai hilir.
Pekerjaan dapat muncul pada:
riset — produksi bahan baku — pengolahan — manufaktur mesin — distribusi — pemeliharaan — konsultasi — teknologi digital — dan layanan lingkungan.
Satuan Mahasiswa ETH menilai hal ini sangat relevan ketika Indonesia masih menghadapi tantangan pengangguran generasi muda.
Bioenergi dapat menjadi bagian dari jawaban apabila pengembangan industrinya dilakukan secara serius.
REZA PRASATRIA DHARMA: KAMPUS HARUS JADI PABRIK INOVASI
Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Reza Prasatria Dharma menegaskan mahasiswa harus mulai melihat perubahan energi sebagai peluang besar.
«“Kampus jangan hanya menjadi pabrik ijazah. Kampus harus menjadi pabrik inovasi. Dari ruang laboratorium harus lahir teknologi, pekerjaan dan solusi bagi Indonesia.”»
Menurut Reza, kekayaan sumber daya alam Indonesia akan memberikan manfaat jauh lebih besar apabila dipadukan dengan ilmu pengetahuan.
Sumber daya tanpa teknologi hanya menghasilkan bahan mentah.
Sedangkan sumber daya yang dipadukan dengan riset dan inovasi dapat menghasilkan nilai tambah.
Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menyerukan:
RISETKAN — INOVASIKAN — HILIRISASIKAN — CIPTAKAN PEKERJAAN
Mahasiswa harus dipersiapkan bukan hanya menghadapi masa depan energi, tetapi ikut menciptakannya.
SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG
Ketua Umum: REZA PRASATRIA DHARMA
KOLABORASI — INTEGRITAS — PRESTASI
MAHASISWA BERINOVASI — ENERGI MANDIRI — EKONOMI HIJAU — INDONESIA MAJU
“MASA DEPAN ENERGI INDONESIA HARUS DICIPTAKAN OLEH GENERASI MUDANYA.”





