EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

Bukan Sekadar Turun Ke Jalan, Satuan Mahasiswa ETH Dorong Gerakan Mahasiswa Berbasis Data Dan Solusi

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Elangtigaglobalnews, || BOGOR, JAWA BARAT — Dinamika gerakan mahasiswa yang kembali menjadi perhatian publik harus menjadi momentum untuk mengembalikan mahasiswa pada perannya sebagai kekuatan intelektual, sosial, dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Elangtigaglobalnews, || BOGOR, JAWA BARAT — Dinamika gerakan mahasiswa yang kembali menjadi perhatian publik harus menjadi momentum untuk mengembalikan mahasiswa pada perannya sebagai kekuatan intelektual, sosial, dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH), Reza Prasatria Dharma, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti pada aksi turun ke jalan. Mahasiswa harus mampu membangun kritik berdasarkan data, kajian akademis, fakta lapangan, serta menawarkan jalan keluar yang dapat dipertanggungjawabkan.

banner 468x60

«“Mahasiswa harus bersuara. Tetapi suara mahasiswa harus mempunyai isi, data, argumentasi, dan solusi. Turun ke jalan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti setelah demonstrasi selesai,” tegas Reza Prasatria Dharma.»

MAHASISWA BERSUARA, RAKYAT HARUS DIDENGAR

Menurut Reza, mahasiswa memiliki posisi strategis karena berada di antara dunia akademis dan realitas kehidupan masyarakat. Karena itu, mahasiswa harus mampu menerjemahkan persoalan rakyat menjadi kajian, kritik kebijakan, rekomendasi, serta gerakan sosial yang konstruktif.

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mengusung semangat “Mahasiswa Bersuara” sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pemikiran kritis mengenai berbagai persoalan bangsa.

Isu pendidikan dan biaya kuliah, kesempatan kerja bagi generasi muda, pemberantasan korupsi, ketimpangan ekonomi, persoalan agraria, pelayanan publik, penegakan hukum hingga perlindungan terhadap masyarakat kecil dinilai sebagai persoalan yang layak terus dikawal mahasiswa.

«“Ketika masyarakat menghadapi persoalan, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus turun mendengar masyarakat, mengumpulkan fakta, mengkajinya di kampus, kemudian menyuarakannya kepada pihak yang mempunyai kewenangan,” ujar Reza.»

KRITIK BUKAN KEBENCIAN

Satuan Mahasiswa ETH menegaskan bahwa sikap kritis mahasiswa terhadap pemerintah maupun lembaga negara tidak seharusnya dipandang sebagai bentuk permusuhan.

Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab merupakan bagian dari kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

“Kalau kebijakan pemerintah baik dan berpihak kepada rakyat, mahasiswa harus berani mengatakan baik. Tetapi ketika ada kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat, mahasiswa juga harus berani mengkritik. Independensi mahasiswa harus dijaga,” kata Reza.

Menurutnya, mahasiswa juga tidak boleh mudah terseret kepentingan kelompok tertentu. Gerakan mahasiswa harus mempertahankan kebebasan berpikir dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

DARI DEMONSTRASI MENUJU ADVOKASI KEBIJAKAN

Satuan Mahasiswa ETH mendorong perubahan pola gerakan mahasiswa dari sekadar aksi menuju advokasi.

Setiap persoalan publik yang menjadi perhatian mahasiswa idealnya ditindaklanjuti melalui beberapa tahapan: pengumpulan informasi dan fakta lapangan, kajian akademis dan hukum, diskusi publik, penyusunan rekomendasi kebijakan, penyampaian aspirasi kepada instansi terkait, serta pengawasan terhadap tindak lanjut pemerintah.

Dengan pola tersebut, demonstrasi bukan menjadi tujuan akhir, melainkan salah satu instrumen demokrasi dalam rangkaian perjuangan yang lebih panjang.

«“Jangan sampai ribuan mahasiswa turun ke jalan hari ini, tetapi besok persoalan yang diperjuangkan hilang begitu saja. Setelah aksi harus ada kajian, audiensi, pengawasan dan evaluasi. Di situlah kualitas sebuah gerakan mahasiswa diuji,” tegas Reza.»

SATUAN MAHASISWA ETH SIAP BUKA RUANG “MAHASISWA BERSUARA”

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong hadirnya forum “MAHASISWA BERSUARA” sebagai ruang terbuka untuk membahas persoalan masyarakat dan kebijakan publik.

Forum tersebut diarahkan menjadi wadah diskusi, kajian dan penyampaian gagasan mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang perguruan tinggi.

Setiap isu yang dibahas diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat disampaikan kepada kementerian, pemerintah daerah, DPR/DPRD, aparat penegak hukum maupun lembaga negara lainnya sesuai dengan kewenangannya.

JANGAN BIARKAN SUARA MAHASISWA HANYA MENJADI TAGAR

Reza juga mengingatkan generasi mahasiswa agar tidak membatasi aktivisme hanya pada media sosial.

Media digital memang mempunyai kekuatan besar dalam membangun perhatian publik. Namun, menurutnya, viralitas harus diikuti dengan kedalaman kajian.

«“Jangan biarkan perjuangan mahasiswa selesai ketika sebuah tagar berhenti trending. Kalau kita mengangkat persoalan rakyat, kita mempunyai tanggung jawab moral untuk mengawal persoalan itu sampai ada jawaban,” katanya.»

Satuan Mahasiswa ETH karena itu mengajak mahasiswa Indonesia membangun budaya baru gerakan mahasiswa: kritis tanpa kehilangan objektivitas, berani tanpa meninggalkan etika, serta lantang bersuara dengan tetap menawarkan solusi.

DARI HAMBALANG UNTUK INDONESIA

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menyatakan gerakan mahasiswa ke depan harus mampu menjangkau persoalan masyarakat hingga tingkat daerah dan desa, bukan hanya persoalan yang ramai dibicarakan di pusat pemerintahan.

Mahasiswa dinilai perlu hadir di tengah petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, masyarakat desa dan kelompok masyarakat lainnya untuk mengetahui persoalan secara langsung.

Reza Prasatria Dharma menegaskan bahwa Satuan Mahasiswa ETH akan terus mendorong kader dan mahasiswa untuk membangun tradisi membaca, berdiskusi, melakukan penelitian lapangan serta menyampaikan kritik dan gagasan secara bertanggung jawab.

«“Indonesia tidak kekurangan mahasiswa yang mampu berbicara. Yang kita butuhkan adalah mahasiswa yang berani berbicara berdasarkan kebenaran, mempunyai data, memahami persoalan, dan mampu menawarkan jalan keluar. Inilah semangat Mahasiswa Bersuara,” pungkas Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma.»

MAHASISWA BERSUARA
KRITIS • BERANI • BERBASIS DATA • MEMBERIKAN SOLUSI

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH)
Dari Hambalang, Mengawal Suara Rakyat untuk Indonesia.

banner 336x280