EXPLORE GLOBAL

⚑ QUICK SHORTCUTS

πŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Harbolnas 2026 Bidik Rp40 Triliun, Pengusaha ETH: Pastikan Produk Lokal Jadi Pemenang di Pasar Digital

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, 29 AGUSTUS 2026 β€” Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai target transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 sebesar Rp40 triliun harus dimanfaatkan untuk memperkuat produk dalam negeri, memperbesar omzet UMKM, memperluas pasar pengusaha daerah, dan menciptakan lapangan kerja...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, 29 AGUSTUS 2026 β€” Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai target transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 sebesar Rp40 triliun harus dimanfaatkan untuk memperkuat produk dalam negeri, memperbesar omzet UMKM, memperluas pasar pengusaha daerah, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Pemerintah telah memulai Road to Harbolnas 2026 pada 27 Agustus. Harbolnas tahun ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari pada 10–16 Desember 2026. Pemerintah menargetkan transaksi mencapai sekitar Rp40 triliun, naik sekitar 10 persen dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp36,4 triliun. ([Kementerian Koperasi dan UKM][1])

banner 468x60

Pada Harbolnas 2025, produk lokal menyumbang sekitar Rp16,6 triliun atau 45 persen dari keseluruhan transaksi. Produk lokal yang paling diminati antara lain fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan, serta makanan dan minuman. ([ANTARA News][2])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai capaian tersebut harus menjadi dasar untuk memasang target yang lebih tinggi bagi produk Indonesia.

Target Rp40 triliun jangan hanya menjadi kemenangan platform digital. Harus menjadi kemenangan produsen Indonesia, UMKM dan pengusaha nasional.

PRODUK LOKAL HARUS MENGUASAI PANGGUNG HARBOLNAS

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong agar platform digital memberikan ruang promosi lebih besar kepada produk buatan Indonesia.

Konsumen harus semakin mudah menemukan produk lokal melalui:

  • halaman khusus produk Indonesia;
  • promosi UMKM;
  • kurasi produk daerah;
  • rekomendasi produk lokal;
  • serta kampanye nasional belanja produk Indonesia.

Asosiasi menilai persaingan tetap harus sehat, tetapi produk nasional harus mendapatkan kesempatan yang memadai di pasar domestiknya sendiri.

TARGET PRODUK LOKAL PERLU DITINGKATKAN

Dengan kontribusi produk lokal sekitar 45 persen pada Harbolnas tahun sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai terdapat ruang besar untuk meningkatkan porsinya.

Jika total transaksi 2026 mencapai Rp40 triliun, peningkatan porsi produk lokal akan memberikan dampak langsung kepada produsen nasional.

Pengusaha memperoleh pesanan.

UMKM meningkatkan produksi.

Pemasok memperoleh pekerjaan.

Logistik bergerak.

Dan tenaga kerja ikut mendapatkan manfaat.

HARBOLNAS 2026 LEBIH LUAS DARI SEKADAR MARKETPLACE

Pemerintah menyatakan Harbolnas 2026 akan memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain lokapasar, kegiatan juga akan melibatkan online travel agent, layanan ride-hailing, social commerce, serta platform perdagangan dan layanan digital lainnya. Produk yang dipromosikan tidak hanya berupa barang, tetapi juga jasa termasuk akomodasi dan tiket transportasi. ([ANTARA News][2])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai perluasan tersebut membuka pasar baru bagi lebih banyak sektor usaha.

Hotel dapat memperoleh pemesanan.

Pengusaha transportasi memperoleh pelanggan.

Produk wisata dan ekonomi kreatif dapat dipromosikan.

UMKM daerah dapat masuk dalam ekosistem perdagangan digital yang lebih luas.

UMKM HARUS DISIAPKAN SEBELUM DESEMBER

Asosiasi mengingatkan bahwa lonjakan transaksi tidak otomatis menguntungkan UMKM jika kapasitas usaha tidak dipersiapkan.

Pelaku usaha harus mulai membenahi:

  1. kapasitas produksi;
  2. persediaan barang;
  3. kualitas dan kemasan;
  4. foto serta katalog produk;
  5. pelayanan pelanggan;
  6. kemampuan pengiriman; dan
  7. pencatatan transaksi.

Harbolnas seharusnya digunakan bukan hanya untuk menjual stok, tetapi memperoleh pelanggan baru yang dapat dipertahankan setelah kampanye berakhir.

DISKON JANGAN SAMPAI MEMATIKAN MARGIN UMKM

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang juga mengingatkan bahwa Harbolnas identik dengan diskon.

UMKM harus menghitung harga secara sehat.

Jangan sampai penjualan melonjak tetapi perusahaan justru rugi karena diskon terlalu besar, biaya iklan tinggi, ongkos platform, dan biaya logistik tidak diperhitungkan.

Strategi promosi harus mempertimbangkan margin keuntungan.

Omzet besar tidak berarti sehat apabila keuntungan hilang.

EKONOMI DIGITAL INDONESIA MENDEKATI USD100 MILIAR

Pemerintah menyatakan nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati USD100 miliar. Indonesia juga disebut menjadi pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 800 ribu penjual, sementara transaksi pada sektor tersebut berkembang pesat. ([Kementerian Koperasi dan UKM][1])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai besarnya pasar tersebut menunjukkan perubahan perilaku konsumen.

Pengusaha yang tidak masuk ke dunia digital berpotensi kehilangan pasar.

Namun transformasi digital tidak cukup hanya membuat akun media sosial.

Pengusaha harus mampu mengubah konten menjadi transaksi.

AI BISA MEMBANTU PENJUALAN UMKM

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung pengembangan e-commerce, antara lain melalui rekomendasi produk yang lebih personal kepada konsumen. ([Kementerian Koperasi dan UKM][1])

Asosiasi menilai AI dapat dimanfaatkan UMKM untuk:

  • membuat deskripsi produk;
  • menganalisis tren penjualan;
  • merencanakan stok;
  • membuat materi promosi;
  • hingga meningkatkan pelayanan pelanggan.

Namun penggunaan teknologi harus tetap memperhatikan keamanan data, akurasi informasi, dan etika bisnis.

PRODUK DAERAH HARUS MASUK PASAR NASIONAL

Harbolnas harus menjadi kesempatan bagi UMKM dari seluruh kabupaten dan kota.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah daerah melakukan pemetaan produk unggulan.

Produk potensial kemudian dapat dibina dari sisi:

  • kualitas;
  • kemasan;
  • legalitas;
  • sertifikasi;
  • kapasitas produksi;
  • dan pemasaran digital.

Dengan cara tersebut, produk daerah yang sebelumnya hanya beredar lokal dapat menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.

LOGISTIK MASIH MENJADI KUNCI

Transaksi digital tidak akan berkembang maksimal apabila ongkos pengiriman terlalu mahal.

Asosiasi mendorong platform, perusahaan logistik, dan pemerintah memperkuat efisiensi distribusi.

Pengusaha di luar Jawa maupun di wilayah kepulauan harus memperoleh akses pengiriman yang semakin kompetitif.

Semakin murah ongkos kirim, semakin luas pasar produk daerah.

HARBOLNAS BISA MENJADI JALAN MENUJU EKSPOR

Menteri Perdagangan menyatakan platform e-commerce Indonesia mulai dimanfaatkan untuk mendukung ekspor, termasuk melalui program seperti UMKM Bisa Ekspor dan berbagai pelatihan. Produk Indonesia telah dapat dipasarkan melalui platform digital ke sejumlah negara Asia. ([ANTARA News][2])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai UMKM yang mencatat penjualan kuat dalam Harbolnas dapat dipetakan sebagai calon eksportir.

Produk tersebut dapat dilanjutkan melalui program:

kurasi ekspor β€” sertifikasi β€” business matching β€” pembiayaan β€” pemasaran internasional.

Dengan demikian, Harbolnas bukan menjadi tujuan akhir, tetapi batu loncatan menuju pasar dunia.

PASAR DIGITAL ASEAN JUGA TERBUKA

Pemerintah memperkirakan implementasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) berpotensi memperbesar nilai pasar ekonomi digital ASEAN dari sekitar USD1 triliun menjadi USD2 triliun. Indonesia diproyeksikan dapat memperoleh porsi sekitar 30–40 persen atau mencapai sekitar USD600 miliar. ([ANTARA News][3])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai peluang tersebut harus mulai dipersiapkan dari sekarang.

UMKM Indonesia harus mampu memenuhi standar produk dan layanan regional.

TRANSAKSI DIGITAL HARUS MEMBUKA AKSES MODAL

Peningkatan penjualan melalui marketplace juga menghasilkan rekam transaksi.

Asosiasi mendorong pengusaha menggunakan data tersebut untuk membangun laporan usaha.

Data penjualan dapat menunjukkan omzet, pertumbuhan, pelanggan, dan aktivitas bisnis.

Dengan pengelolaan yang baik, informasi tersebut dapat membantu perusahaan ketika mengajukan pembiayaan kepada bank.

Harbolnas seharusnya menciptakan siklus:

transaksi meningkat β†’ rekam usaha membaik β†’ akses modal terbuka β†’ produksi meningkat β†’ usaha naik kelas.

KEAMANAN KONSUMEN DAN PENGUSAHA WAJIB DIJAGA

Semakin besar nilai transaksi, semakin besar pula potensi kejahatan digital.

Asosiasi mendorong platform memperkuat:

  • verifikasi merchant;
  • perlindungan pembayaran;
  • pengaduan konsumen;
  • pengamanan akun;
  • dan penindakan toko palsu.

Pengusaha juga harus menjaga password, OTP, dan data transaksi.

Kepercayaan menjadi fondasi utama ekonomi digital.

ENAM AGENDA PENGUSAHA ETH UNTUK HARBOLNAS 2026

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong enam agenda:

  1. Naikkan porsi penjualan produk buatan Indonesia.
  2. Berikan ruang promosi yang lebih luas bagi UMKM dan produk daerah.
  3. Pastikan diskon serta biaya platform tidak merusak kesehatan usaha.
  4. Tekan biaya logistik dan perluas jangkauan pengiriman.
  5. Hubungkan transaksi digital dengan pembiayaan dan peningkatan kapasitas UMKM.
  6. Persiapkan produk unggulan Harbolnas untuk masuk pasar ASEAN dan ekspor.

PENGUSAHA ETH: RP40 TRILIUN HARUS MEMBESARKAN PENGUSAHA INDONESIA

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendukung target pemerintah menjadikan Harbolnas sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional pada kuartal IV.

Namun keberhasilannya tidak cukup diukur berdasarkan total transaksi.

Keberhasilan harus terlihat dari berapa banyak produk lokal terjual, UMKM memperoleh pelanggan baru, pengusaha meningkatkan keuntungan, lapangan pekerjaan tercipta, dan produk Indonesia menembus pasar internasional.

β€œKalau target Harbolnas Rp40 triliun tercapai, kita ingin sebanyak mungkin uang tersebut berputar di tangan pengusaha dan produsen Indonesia. Produk lokal harus menjadi pemenang di pasar digital negeri sendiri.”

HARBOLNAS RP40 TRILIUN, PRODUK INDONESIA MENANG, UMKM NAIK KELAS, PENGUSAHA GO GLOBAL.

banner 336x280