Harga Cabai di Palu Capai Rp130 Ribu per Kilogram, Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Dorong Pengawasan Pasokan dan Perlindungan Konsumen
DEWAN PIMPINAN NASIONAL SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG Kenaikan harga cabai di Pasar Inpres Manonda menjadi perhatian dalam pengawasan distribusi pangan. Mahasiswa mendorong pemerintah memperkuat transparansi harga, produksi pertanian lokal, dan perlindungan daya beli masyarakat. Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa BaratJumat,...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
DEWAN PIMPINAN NASIONAL SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG
Kenaikan harga cabai di Pasar Inpres Manonda menjadi perhatian dalam pengawasan distribusi pangan. Mahasiswa mendorong pemerintah memperkuat transparansi harga, produksi pertanian lokal, dan perlindungan daya beli masyarakat.
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Jumat, 30 Oktober 2026 | WIB
HAMBALANG β Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah memperkuat pengawasan distribusi dan stabilitas harga kebutuhan pokok setelah harga cabai di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, tercatat mencapai Rp130.000 per kilogram.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian karena perubahan harga pangan dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga, mahasiswa perantau, serta keberlangsungan usaha kecil.
Berdasarkan pemantauan Kementerian Dalam Negeri bersama Pemerintah Kota Palu pada Kamis, 29 Oktober 2026, harga cabai mengalami kenaikan dari tingkat harga normal sekitar Rp80.000 per kilogram.
Perwakilan Kemendagri, Ria Marini, menjelaskan bahwa harga kebutuhan pokok di Palu secara umum masih relatif terkendali, meskipun cabai mengalami kenaikan cukup besar.
Dalam pemantauan yang sama, beras medium tercatat Rp15.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000, bawang putih Rp35.000, serta minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter.
Angka-angka tersebut merupakan hasil pengamatan pasar pada 29 Oktober, bukan harga nasional atau hasil pengukuran baru pada 30 Oktober.
Pemerintah Perkuat Produksi Cabai Lokal
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, menjelaskan bahwa pemerintah daerah menjalankan Program Kelurahan Menanam untuk memperkuat produksi pangan.
Pengembangan budidaya cabai ditargetkan mencapai 10 hektare, dengan realisasi penanaman yang dilaporkan sekitar 50 persen.
Pemerintah berharap produksi lokal meningkat menjelang akhir 2026 hingga 2027. Namun, manfaatnya terhadap harga pasar masih memerlukan evaluasi berdasarkan hasil panen dan distribusi.
Pernyataan Ketua Umum β Reza Prasatria Dharma
Reza Prasatria Dharma β Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang.
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menempatkan keterjangkauan harga pangan, kesejahteraan petani, dan perlindungan konsumen sebagai perhatian penting pengawasan organisasi.
Kebijakan stabilisasi pangan perlu didasarkan pada pemeriksaan pasokan, biaya distribusi, serta kondisi produksi agar perbaikan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa merugikan petani.
Pertanyaan Pengawasan Mahasiswa
Apa faktor utama kenaikan harga cabai? Bagaimana perkembangan pasokan dari daerah penghasil? Apakah terdapat kendala distribusi?
Bagaimana pemerintah mengukur manfaat Program Kelurahan Menanam terhadap produksi dan harga pasar?
Empat Rekomendasi Perbaikan
Pertama, transparansi harga. Kemendagri dan pemerintah daerah perlu memublikasikan perkembangan harga berdasarkan komoditas, jenis pasar, dan tanggal pengamatan. Indikatornya ketersediaan data berkala yang dapat dibandingkan.
Kedua, pengawasan distribusi. Dinas perdagangan bersama instansi pangan perlu memeriksa ketersediaan pasokan dan hambatan distribusi. Indikatornya perkembangan volume pasokan dan selisih harga antardaerah.
Ketiga, penguatan produksi lokal. Dinas pertanian perlu mengevaluasi realisasi penanaman, hasil panen, dan pemasaran Program Kelurahan Menanam.
Keempat, perlindungan konsumen. Pemerintah daerah perlu menyediakan pelayanan pengaduan mengenai harga dan mutu barang serta memastikan tindak lanjutnya.
Rekomendasi tersebut diharapkan membantu menjaga keterjangkauan pangan sekaligus mendukung pendapatan petani. Pelaksanaannya harus mempertimbangkan cuaca, musim panen, biaya transportasi, dan kemampuan anggaran daerah.
Komitmen Kontrol Sosial Mahasiswa
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong mahasiswa berpartisipasi dalam pemantauan harga pangan dan evaluasi kebijakan pertanian melalui mekanisme konstruktif, berbasis data, damai, dan konstitusional.
DEWAN PIMPINAN NASIONAL
SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG
REZA PRASATRIA DHARMA
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
30 Oktober 2026
KOLABORASI – INTEGRITAS – PRESTASI





