EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Hari Pangan Sedunia 2026: Angka Kelaparan Indonesia Turun Menjadi 6,3 Persen, Satuan Petani ETH Desak Pemerataan Pangan Bergizi dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang Edisi Jumat, 16 Oktober 2026 PETANI — Ketahanan Pangan Nasional, Kesejahteraan Petani, Pemerataan Pangan Bergizi, Perlindungan Usaha Tani, dan Kedaulatan Pangan Indonesia. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization atau FAO) memberikan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang

Edisi Jumat, 16 Oktober 2026

PETANI — Ketahanan Pangan Nasional, Kesejahteraan Petani, Pemerataan Pangan Bergizi, Perlindungan Usaha Tani, dan Kedaulatan Pangan Indonesia.

banner 468x60

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization atau FAO) memberikan apresiasi terhadap kemajuan Indonesia dalam menurunkan prevalensi kelaparan menjelang peringatan Hari Pangan Sedunia, Jumat, 16 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan The State of Food Security and Nutrition in the World (SOFI) 2026 yang dikutip FAO, perkembangan angka kelaparan Indonesia menunjukkan:

IndikatorData
Prevalensi kelaparan periode 2004–200618,4 persen
Prevalensi kelaparan periode 2023–20256,3 persen
Penurunan antara kedua periode12,1 poin persentase
Biaya estimasi pola makan sehat pada 2025Sekitar US$5 PPP per orang per hari
Hari Pangan Sedunia16 Oktober 2026

Angka US$5 menggunakan ukuran paritas daya beli (purchasing power parity/PPP), bukan harga belanja harian yang dapat langsung dikonversikan menggunakan kurs pasar.

Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, mengapresiasi investasi Indonesia dalam pembangunan irigasi, peningkatan produktivitas pertanian, infrastruktur logistik, dan perbaikan sistem distribusi pangan.

Namun, FAO mengingatkan bahwa keberhasilan menurunkan kelaparan masih harus dilanjutkan dengan peningkatan akses terhadap pangan bergizi, khususnya buah-buahan, sayuran, dan produk pangan hewani.

Peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini mengangkat tema global “Innovate Today. Nourish Tomorrow”, yang menekankan pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk membangun sistem pangan yang produktif, inklusif, serta berkelanjutan.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang memandang capaian tersebut sebagai perkembangan positif yang perlu dipertahankan melalui penguatan produksi nasional, perlindungan petani rakyat, pemerataan distribusi, dan peningkatan keterjangkauan pangan bergizi.

Organisasi menegaskan perlunya keseimbangan antara keberhasilan menurunkan kelaparan, kesejahteraan masyarakat penghasil pangan, dan kemampuan seluruh rakyat Indonesia memperoleh makanan bergizi dengan harga terjangkau.

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — Jumat, 16 Oktober 2026.

Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengevaluasi keberhasilan pembangunan pertanian dan memastikan bahwa kemajuan ketahanan pangan benar-benar memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat.

Di tengah keberhasilan menurunkan prevalensi kelaparan dari 18,4 persen menjadi 6,3 persen dalam rentang dua dekade, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan akses pangan bergizi, penguatan pendapatan petani, dan keberlanjutan produksi pertanian nasional.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: apakah keberhasilan meningkatkan ketahanan pangan telah berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani yang menjadi tulang punggung produksi pangan Indonesia?

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang memandang bahwa pencapaian penurunan kelaparan merupakan perkembangan positif yang patut diapresiasi.

Namun, organisasi menegaskan pentingnya memperkuat pembangunan pertanian secara menyeluruh agar masyarakat tidak hanya terbebas dari ancaman kekurangan pangan, tetapi juga mampu memperoleh makanan bergizi dengan harga terjangkau.

Sebagai organisasi kontrol sosial yang independen dan konstruktif, Satuan Petani ETH mendukung penuh langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pada saat yang sama, organisasi mendorong agar program peningkatan produksi, modernisasi pertanian, pengembangan infrastruktur, dan distribusi pangan dilaksanakan secara transparan serta menghasilkan peningkatan pendapatan bagi petani, pekebun, dan peternak rakyat.

FAO Apresiasi Kemajuan Ketahanan Pangan Indonesia

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Indonesia menurunkan prevalensi kelaparan.

Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, dalam keterangan yang diterima ANTARA pada Kamis, 15 Oktober 2026, menyampaikan bahwa Indonesia telah memperlihatkan kemajuan dalam pembangunan sistem pangan.

FAO menilai investasi pemerintah dalam penguatan irigasi, produktivitas pertanian, pembangunan infrastruktur logistik, distribusi hasil pertanian, dan program pemenuhan gizi berkontribusi terhadap perkembangan positif tersebut.

Berdasarkan laporan SOFI 2026, prevalensi kelaparan Indonesia turun menjadi 6,3 persen pada periode 2023–2025.

Namun, angka tersebut merupakan estimasi untuk periode tiga tahunan. Penurunan jangka panjang itu tidak dapat diatribusikan hanya kepada satu program atau kebijakan pemerintah yang dilaksanakan pada 2026.

Satuan Petani ETH memandang keberhasilan tersebut sebagai hasil penting yang perlu dijaga melalui kesinambungan kebijakan.

Organisasi menilai pemerintah harus memastikan bahwa penguatan produksi pangan tidak hanya diarahkan kepada peningkatan volume hasil panen, tetapi juga disertai perlindungan terhadap keberlangsungan usaha petani.

Petani membutuhkan kepastian harga, ketersediaan sarana produksi, akses pembiayaan, jaringan irigasi yang memadai, dan pasar yang memberikan keuntungan layak.

Tanpa perlindungan terhadap faktor-faktor tersebut, keberlanjutan peningkatan produksi pangan dapat menghadapi berbagai tantangan.

Penurunan Kelaparan Belum Berarti Seluruh Masyarakat Mampu Membeli Pangan Bergizi

Satuan Petani ETH menilai bahwa penurunan prevalensi kelaparan merupakan pencapaian penting, tetapi tidak boleh disamakan dengan berakhirnya seluruh persoalan kekurangan gizi.

Kelaparan dan ketidakmampuan mengakses makanan sehat merupakan dua persoalan yang saling berkaitan, tetapi mempunyai indikator pengukuran berbeda.

Masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan energi makanan belum tentu memperoleh asupan protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya secara seimbang.

FAO dalam keterangannya menjelang Hari Pangan Sedunia 2026 mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi persoalan malnutrisi, termasuk anemia, stunting, obesitas, serta penyakit tidak menular yang berkaitan dengan pola makan.

Karena itu, penguatan ketahanan pangan perlu diarahkan kepada peningkatan keragaman konsumsi.

Produk pertanian seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan berbagai bahan pangan bergizi lainnya harus dapat diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau.

Demikian pula produk pangan hewani, termasuk telur, susu, ikan, dan daging, perlu didukung melalui peningkatan produksi serta perbaikan distribusi.

Satuan Petani ETH memandang bahwa penguatan produksi pangan bergizi harus melibatkan petani, pekebun, peternak, dan pelaku usaha pangan skala kecil.

Organisasi menilai peningkatan ketersediaan pangan bergizi juga dapat membuka peluang pasar baru bagi masyarakat produsen.

Dengan kebijakan yang tepat, peningkatan kualitas konsumsi masyarakat dapat berjalan bersama peningkatan pendapatan usaha pertanian dan peternakan.

Biaya Makanan Sehat Masih Menjadi Tantangan

FAO dalam laporan SOFI 2026 memperkirakan biaya pola makan sehat di Indonesia pada 2025 sekitar US$5 per orang per hari berdasarkan ukuran paritas daya beli.

Angka tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan keterjangkauan pangan bergizi dalam penyusunan kebijakan nasional.

Satuan Petani ETH menilai bahwa peningkatan produksi harus diikuti perbaikan sistem distribusi sehingga biaya pangan tidak meningkat secara berlebihan sebelum sampai kepada konsumen.

Petani membutuhkan harga yang mampu menutup biaya budidaya dan memberikan keuntungan.

Sementara itu, konsumen membutuhkan pangan berkualitas dengan harga yang sesuai kemampuan ekonomi.

Kedua kepentingan tersebut harus dikelola secara seimbang.

Organisasi memandang bahwa pemerataan distribusi dan efisiensi logistik mempunyai peran penting dalam mengurangi kesenjangan antara harga di tingkat produsen dan konsumen.

Namun, perbedaan harga harus diperiksa berdasarkan struktur biaya yang sebenarnya, termasuk pengangkutan, penyimpanan, pengemasan, penyusutan produk, dan kegiatan perdagangan.

Satuan Petani ETH mendorong pemerintah memperkuat sistem informasi harga agar kebijakan stabilisasi pangan dilaksanakan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Petani Kecil Harus Menjadi Prioritas Modernisasi Pertanian

Tema Hari Pangan Sedunia 2026 menempatkan inovasi sebagai salah satu instrumen penting untuk membangun masa depan pangan yang lebih baik.

FAO mendorong pemanfaatan teknologi pertanian, sistem informasi, pengembangan benih, pengelolaan air, dan peningkatan efisiensi kegiatan produksi.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang mendukung modernisasi pertanian sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian pangan nasional.

Namun, organisasi menilai bahwa modernisasi tidak boleh hanya dinikmati perusahaan besar atau kelompok petani dengan kemampuan modal tinggi.

Petani kecil harus memperoleh kesempatan mengakses teknologi yang sesuai dengan kondisi lahan dan kemampuan ekonominya.

Penerapan teknologi perlu disertai pendampingan agar benar-benar dapat dimanfaatkan.

Selain itu, pemerintah perlu memperhatikan biaya penggunaan teknologi.

Peralatan modern yang meningkatkan produktivitas belum tentu meningkatkan pendapatan apabila biaya operasionalnya terlalu tinggi.

Karena itu, evaluasi program modernisasi perlu mencakup produktivitas, biaya usaha, keuntungan bersih, dan kemampuan petani mempertahankan penggunaan teknologi secara berkelanjutan.

Satuan Petani ETH mendorong penguatan kelembagaan kelompok tani dan koperasi agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bersama.

Melalui mekanisme pelayanan bersama, petani kecil berpeluang memperoleh akses alat mesin pertanian, fasilitas pengeringan, dan sarana penyimpanan tanpa harus menanggung seluruh biaya investasi secara individual.

Infrastruktur Pertanian Harus Menjangkau Daerah yang Membutuhkan

Satuan Petani ETH memandang pembangunan infrastruktur sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Jaringan irigasi, jalan usaha tani, fasilitas penyimpanan, serta sistem distribusi mempunyai hubungan langsung dengan efisiensi kegiatan pertanian.

Daerah yang mempunyai infrastruktur terbatas dapat menghadapi biaya produksi dan distribusi yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keuntungan petani serta harga yang dibayar konsumen.

Organisasi mendukung pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian berdasarkan kebutuhan wilayah.

Namun, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari panjang jaringan irigasi, jumlah fasilitas penyimpanan, atau nilai anggaran yang telah digunakan.

Keberhasilan perlu diukur melalui manfaat yang diterima masyarakat, termasuk bertambahnya lahan yang memperoleh pengairan, berkurangnya kehilangan hasil panen, serta meningkatnya efisiensi distribusi.

Satuan Petani ETH juga menekankan pentingnya pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun.

Infrastruktur yang tidak dirawat berpotensi mengalami penurunan fungsi dan menimbulkan kebutuhan biaya perbaikan baru.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat keterlibatan kelompok tani dalam pemantauan kondisi sarana pertanian.

Petani Perempuan dan Generasi Muda Perlu Mendapatkan Kesempatan Lebih Besar

Tahun 2026 juga ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan.

Momentum tersebut menekankan pentingnya pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam kegiatan produksi, pengolahan, dan distribusi pangan.

FAO mendorong penguatan akses petani perempuan terhadap teknologi, pembiayaan, informasi, infrastruktur, dan pasar.

Satuan Petani ETH mendukung peningkatan kesempatan ekonomi bagi seluruh pelaku usaha pertanian, termasuk perempuan dan generasi muda.

Organisasi memandang bahwa pembangunan pertanian harus mampu menciptakan kegiatan usaha yang produktif dan mempunyai prospek ekonomi berkelanjutan.

Generasi muda membutuhkan kesempatan memperoleh keterampilan, teknologi, serta akses pembiayaan untuk mengembangkan kegiatan usaha.

Sementara itu, petani perempuan membutuhkan pelayanan dan kesempatan yang sesuai dengan peran serta kebutuhan usahanya.

Program pemberdayaan perlu dirancang berdasarkan kondisi nyata masyarakat dan kemampuan pelaksanaannya.

Satuan Petani ETH mendorong pemerintah memperkuat kegiatan pelatihan, pendampingan usaha, serta pengembangan koperasi yang memberikan kesempatan kepada seluruh anggota untuk berpartisipasi.

Program Pemenuhan Gizi Harus Memberikan Manfaat bagi Produsen Pangan Lokal

Pemerintah Indonesia terus mengembangkan berbagai program untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis yang diarahkan untuk membantu penyediaan makanan bergizi bagi kelompok penerima manfaat.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang dikutip ANTARA, hingga 30 September 2026 program tersebut telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, dengan realisasi anggaran mencapai Rp153,2 triliun.

Satuan Petani ETH mendukung upaya pemerintah memperluas pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Namun, organisasi menilai pelaksanaan program pangan berskala besar juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perekonomian petani dan peternak lokal.

Pengadaan bahan pangan perlu dilakukan melalui mekanisme yang transparan, memperhatikan standar keamanan pangan, dan memberikan kesempatan kepada produsen yang memenuhi persyaratan.

Koperasi pertanian dan peternakan dapat didorong menjadi bagian dari rantai pasok apabila mempunyai kemampuan menyediakan produk sesuai standar mutu, jumlah, dan jadwal pengiriman.

Pemerintah juga perlu memperhatikan stabilitas harga agar kebutuhan pengadaan program tidak menimbulkan gangguan pasokan bagi masyarakat umum.

Dengan tata kelola yang baik, program pemenuhan gizi dapat memberikan manfaat bagi penerima sekaligus membuka peluang pemasaran bagi produsen pangan dalam negeri.

Satuan Petani ETH Dorong Evaluasi Ketahanan Pangan Berbasis Kesejahteraan

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang memandang bahwa keberhasilan pembangunan ketahanan pangan nasional memerlukan indikator yang saling melengkapi.

Selain tingkat produksi, pemerintah perlu memperhatikan kemampuan masyarakat mengakses makanan bergizi, harga pangan, perkembangan pendapatan petani, biaya usaha, serta kondisi distribusi.

Pemerintah juga perlu mengukur kemampuan petani menghadapi risiko perubahan iklim dan gangguan produksi.

Dalam kerja sama FAO dan Pemerintah Indonesia periode 2026–2030, penguatan sistem pangan yang berkelanjutan, inklusif, serta tangguh terhadap risiko menjadi bagian dari prioritas bersama.

Satuan Petani ETH mendukung arah kebijakan tersebut.

Namun, organisasi menilai program yang dilaksanakan harus dapat dievaluasi secara terbuka berdasarkan hasil nyata.

Penggunaan anggaran, pembangunan fasilitas, penyaluran bantuan, dan peningkatan produksi perlu mempunyai indikator keberhasilan yang jelas.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui manfaat pembangunan pangan dan pemerintah memperoleh dasar untuk memperbaiki kebijakan.


Empat Usulan Strategis Satuan Petani Elang Tiga Hambalang

1. Pemerataan Produksi dan Akses Pangan Bergizi hingga Tingkat Desa

Satuan Petani ETH mengusulkan agar Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pemerintah daerah memperkuat pemetaan wilayah yang menghadapi keterbatasan produksi serta akses pangan bergizi.

Pendataan perlu mencakup ketersediaan beras, sayuran, buah-buahan, telur, susu, dan berbagai komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat.

Pemerintah perlu menyusun prioritas pengembangan produksi berdasarkan potensi wilayah dan kebutuhan konsumsi.

Program peningkatan produksi harus disertai perbaikan jaringan distribusi agar pangan dapat menjangkau masyarakat dengan harga terjangkau.

Tujuan: Memastikan keberhasilan penurunan kelaparan diikuti pemerataan akses makanan bergizi dan beragam.

2. Perlindungan Pendapatan dan Penguatan Ekonomi Petani Rakyat

Satuan Petani ETH mendorong pemerintah memperkuat perlindungan ekonomi petani melalui peningkatan akses pembiayaan, sarana produksi, teknologi, dan kepastian pasar.

Koperasi serta kelompok tani perlu memperoleh kesempatan menjalin kemitraan dengan pembeli yang memenuhi ketentuan.

Kerja sama tersebut harus didasarkan pada standar kualitas, mekanisme penetapan harga, volume pembelian, dan pembayaran yang transparan.

Pemerintah juga perlu melakukan evaluasi perkembangan biaya produksi dan pendapatan bersih petani secara berkala.

Tujuan: Menjadikan peningkatan kesejahteraan petani sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ketahanan pangan nasional.

3. Percepatan Modernisasi dan Pembangunan Infrastruktur Pertanian yang Merata

Satuan Petani ETH mengusulkan perluasan akses petani kecil terhadap teknologi pertanian yang sesuai kebutuhan.

Pemerintah perlu memprioritaskan pengembangan irigasi, fasilitas pascapanen, penyimpanan hasil, jalan usaha tani, dan sarana distribusi berdasarkan kebutuhan daerah.

Pengembangan alat mesin pertanian dapat dilakukan melalui mekanisme pelayanan bersama kelompok tani atau koperasi.

Evaluasi program harus mempertimbangkan produktivitas, efisiensi biaya, keberlanjutan pemanfaatan fasilitas, dan perubahan pendapatan petani.

Tujuan: Meningkatkan kemampuan produksi pangan secara berkelanjutan tanpa meninggalkan petani kecil.

4. Penguatan Pengadaan Pangan Lokal dan Pemberdayaan Petani Perempuan serta Generasi Muda

Satuan Petani ETH mendorong agar program pengadaan pangan pemerintah membuka kesempatan bagi produsen lokal yang memenuhi standar.

Koperasi, kelompok tani, dan peternak rakyat perlu didorong meningkatkan mutu produk serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.

Pemerintah juga perlu memperluas pendidikan dan pelatihan usaha pertanian bagi perempuan serta generasi muda.

Program pemberdayaan sebaiknya mencakup peningkatan keterampilan, pengelolaan usaha, akses pembiayaan, pemasaran digital, dan pengembangan produk bernilai tambah.

Tujuan: Memperkuat regenerasi pertanian dan memastikan manfaat ekonomi pembangunan pangan dapat dirasakan lebih luas.


Penegasan Sikap Satuan Petani Elang Tiga Hambalang

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang memberikan apresiasi terhadap perkembangan positif penurunan prevalensi kelaparan Indonesia sebagaimana disampaikan FAO menjelang peringatan Hari Pangan Sedunia 2026.

Capaian tersebut menunjukkan pentingnya kesinambungan investasi dan kerja sama dalam pembangunan pertanian, penguatan infrastruktur pangan, peningkatan produksi, serta perbaikan distribusi.

Namun, organisasi memandang bahwa pencapaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat penghasil pangan.

Pemerintah perlu memastikan bahwa peningkatan produksi nasional berjalan bersama perlindungan pendapatan petani, pengembangan perkebunan rakyat, serta penguatan peternakan domestik.

Sebagai organisasi kontrol sosial yang independen dan konstruktif, Satuan Petani ETH mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pada saat yang sama, organisasi mendorong pengawasan terhadap pelaksanaan program agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Pembangunan ketahanan pangan tidak boleh hanya berorientasi pada angka produksi, volume cadangan, dan besarnya anggaran.

Keberhasilan kebijakan harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan petani, semakin terjangkaunya pangan bergizi, menurunnya risiko kerugian usaha pertanian, dan menguatnya kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan.

Penurunan angka kelaparan menjadi 6,3 persen harus dijadikan momentum untuk memperkuat perjuangan menuju Indonesia yang bebas kelaparan, memiliki petani yang sejahtera, dan mampu menyediakan pangan bergizi bagi seluruh rakyat.

Satuan Petani ETH memandang bahwa kemajuan pertanian nasional tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan manusia yang bekerja di dalamnya.

Petani, pekebun, dan peternak harus memperoleh perlindungan, kesempatan ekonomi, serta akses terhadap teknologi dan pasar yang adil.

Ketahanan pangan yang sesungguhnya harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat penghasil pangan dan menjamin tersedianya makanan sehat, aman, bergizi, serta terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang

Bersatu • Berjuang • Sejahtera

banner 336x280
Secret Link