EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI, ETH Dorong Pengusaha Nasional Masuk Rantai Industri Teknologi Global

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 13 September 2026. Perkembangan kecerdasan artifisial (*Artificial Intelligence/AI) membuka babak baru bagi dunia usaha Indonesia. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang (ETH) mendorong perusahaan nasional tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mulai mengambil bagian dalam...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 13 September 2026. Perkembangan kecerdasan artifisial (*Artificial Intelligence/AI) membuka babak baru bagi dunia usaha Indonesia. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang (ETH) mendorong perusahaan nasional tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mulai mengambil bagian dalam **rantai industri AI global*, mulai dari energi dan infrastruktur pusat data hingga semikonduktor, platform dan aplikasi.

Dorongan tersebut sejalan dengan arah terbaru Kementerian Komunikasi dan Digital. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai Indonesia perlu mengambil posisi strategis dalam rantai industri AI agar mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat daya tawar nasional. Ekosistem AI, menurut penjelasan pemerintah, jauh lebih luas daripada sekadar aplikasi: terdapat kebutuhan energi dan air, pusat data dan daya komputasi, semikonduktor, platform hingga aplikasi.

banner 468x60

## Peluang Besar bagi Pengusaha Nasional

Perubahan ini menciptakan peluang bisnis lintas sektor. Pembangunan pusat data, misalnya, membutuhkan lahan, listrik yang andal, konektivitas, konstruksi, sistem pendinginan, perangkat elektronik, keamanan siber, pemeliharaan dan tenaga profesional.

Komdigi juga sedang memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan komputasi, AI dan pusat data. Pemerintah menyiapkan peta jalan infrastruktur yang mencakup mobile broadband, fixed broadband, pusat data dan kabel laut internasional.

ETH menyatakan:

> *“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar besar bagi AI. Pengusaha nasional harus memperoleh bagian dari nilai ekonomi yang tercipta, baik sebagai pemasok, pengembang teknologi, penyedia infrastruktur maupun mitra investasi.”*

## Dari Mineral hingga Pusat Data

Indonesia juga mempunyai peluang pada rantai semikonduktor. Pemerintah menilai berbagai sumber daya yang dimiliki Indonesia dapat menjadi bagian dari rantai tersebut apabila mampu diolah sehingga tidak berhenti sebagai komoditas mentah.

Bagi ETH, arah ini penting karena transformasi teknologi harus menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.

> *“Kita harus bergerak dari pengguna menjadi pemain. Sumber daya Indonesia harus dihubungkan dengan industri, teknologi, investasi dan pengusaha nasional sehingga nilai tambahnya semakin banyak tinggal di Indonesia.”*

## UMKM Juga Harus Mendapat Peluang

ETH menilai industri AI bukan hanya arena perusahaan teknologi besar. UMKM dapat mengambil bagian melalui berbagai kebutuhan pendukung, termasuk konstruksi, makanan dan minuman, perlengkapan kerja, jasa profesional, logistik, keamanan, perangkat lunak hingga pemeliharaan fasilitas.

Namun perusahaan nasional harus dipersiapkan memenuhi standar pengadaan, keamanan, kualitas dan kapasitas yang dibutuhkan industri teknologi.

Karena itu, setiap investasi besar di sektor digital sebaiknya diikuti pemetaan mengenai *barang dan jasa yang dapat dipasok perusahaan Indonesia*.

## ETH Dorong “Technology & AI Industry Desk”

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan *Technology & AI Industry Desk ETH*.

Program tersebut akan diarahkan untuk memetakan peluang investasi teknologi dan pusat data, membangun database calon vendor nasional, mengidentifikasi kebutuhan sertifikasi, mempertemukan perusahaan anggota dengan investor serta membantu UMKM meningkatkan kesiapan memasuki rantai pasok industri digital.

> *“Organisasi pengusaha harus mampu menerjemahkan perkembangan teknologi menjadi peluang bisnis. ETH ingin menghubungkan investasi teknologi dengan transaksi nyata bagi pengusaha Indonesia.”*

## Regulasi AI Harus Memberikan Kepastian Usaha

Di sisi regulasi, pemerintah tengah menyiapkan kerangka tata kelola AI berdasarkan tingkat risiko. Kementerian Komdigi menjelaskan pendekatan tersebut dirancang agar inovasi tetap berkembang sekaligus memberikan kepastian mengenai keamanan dan penggunaan teknologi. Kerangka Responsible AI juga disiapkan dengan klasifikasi risiko dan penerapan sektoral.

ETH menilai pengusaha perlu mengikuti perkembangan tersebut sejak dini, khususnya perusahaan yang menggunakan AI untuk analisis data, pelayanan konsumen, pemasaran, pengambilan keputusan maupun otomatisasi.

> *“Regulasi harus menjaga masyarakat tanpa mematikan inovasi. Dunia usaha membutuhkan kepastian agar perusahaan berani berinvestasi, mengembangkan teknologi dan menciptakan lapangan kerja.”*

## Targetnya: Pengusaha Indonesia Naik Kelas

ETH menilai keberhasilan perkembangan AI Indonesia nantinya tidak cukup diukur berdasarkan banyaknya masyarakat menggunakan teknologi.

Ukuran yang lebih strategis adalah *berapa banyak perusahaan Indonesia menjadi vendor, pengembang, produsen, investor dan pemilik kekayaan intelektual dalam ekosistem teknologi tersebut*.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang karena itu mendorong kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan dan organisasi pengusaha untuk mempercepat lahirnya perusahaan teknologi nasional.

> *“Target kita harus naik kelas: dari konsumen menjadi produsen, dari pengguna menjadi pengembang, dan dari pasar menjadi pemain. ETH siap mendorong pengusaha Indonesia mengambil posisi dalam pertumbuhan industri AI.”*

banner 336x280