Kampus Gorontalo dan Manado jalin kemitraan, Ardiansyah Inde tekankan hasil nyata bagi mahasiswa
Gorontalo — Jumat, 9 Oktober 2026 Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB) Universitas Bina Mandiri Gorontalo menjalin kerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado. Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperluas kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Gorontalo — Jumat, 9 Oktober 2026 Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB) Universitas Bina Mandiri Gorontalo menjalin kerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado. Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperluas kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut pemberitaan Otanaha.id yang diterbitkan Jumat (9/10/2026), kedua fakultas menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) secara daring melalui Zoom pada Kamis (8/10/2026).
Pelaksanaan kerja sama diharapkan memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa melalui kegiatan akademik bersama serta pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah. Pengalaman FTIK IAIN Manado dalam mengelola jurnal berperingkat SINTA 2 turut disebut sebagai potensi penunjang kolaborasi.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sulut-Gorontalo, Ardiansyah Inde, menekankan bahwa kerja sama antarkampus perlu diwujudkan melalui program yang memiliki sasaran, jadwal pelaksanaan, dan hasil yang terukur.
Menurutnya, manfaat kemitraan harus terlihat dari bertambahnya kesempatan belajar mahasiswa, berkembangnya penelitian dosen, serta kegiatan pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Ardiansyah menilai kejelasan program menjadi kunci agar kesepakatan dapat dilaksanakan secara konsisten. Setiap kegiatan perlu memiliki tujuan yang mudah dipahami, pembagian tanggung jawab, serta evaluasi untuk mengetahui kemajuan dan kendala pelaksanaannya.
Bagi mahasiswa, ia menekankan pentingnya akses yang terbuka terhadap kegiatan akademik bersama. Informasi mengenai kesempatan mengikuti diskusi, penelitian, atau program pembelajaran perlu disampaikan dengan jelas agar manfaat kemitraan dapat menjangkau lebih banyak peserta.
Ia juga menyoroti pentingnya penelitian yang berkaitan dengan persoalan pendidikan di Sulut-Gorontalo. Kajian yang berangkat dari kondisi lapangan dapat membantu perguruan tinggi menghasilkan pengetahuan yang berguna bagi sekolah, pendidik, dan masyarakat.
Menurut Ardiansyah, pengembangan publikasi ilmiah perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga mutu penelitian. Hasil kajian akan semakin berarti apabila dapat dipahami dan digunakan oleh pihak yang membutuhkan.
Dalam kegiatan pengabdian, ia menekankan perlunya pemetaan kebutuhan masyarakat sebelum program disusun. Pendekatan tersebut membantu memastikan kegiatan memiliki tujuan yang relevan dan tindak lanjut yang jelas.
Ardiansyah berharap kedua fakultas menjaga keberlanjutan kerja sama melalui evaluasi berkala. Program yang berhasil dapat dikembangkan, sementara kendala perlu diselesaikan agar tidak menghambat kesempatan dosen dan mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa kemajuan kemitraan perlu dinilai dari manfaatnya: kesempatan belajar semakin luas, penelitian semakin bermutu, dan pengabdian menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Sumber: Otanaha.id, “Bidik Mutu Akademik Berkelas, FIPB UBMG Gandeng FTIK IAIN Manado Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset”, 9 Oktober 2026;
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





