EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Global

Kekeringan ancam pasokan air bersih, Rikardo Sianturi: jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

JAMBI — Sabtu, 29 Agustus 2026 Ancaman kekeringan mulai menjadi perhatian di Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Tahun 2026 yang berlaku sejak 24 Agustus hingga 30 September 2026, sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

JAMBI — Sabtu, 29 Agustus 2026 Ancaman kekeringan mulai menjadi perhatian di Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Tahun 2026 yang berlaku sejak 24 Agustus hingga 30 September 2026, sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau.

Ketersediaan air bersih menjadi salah satu prioritas. Pemerintah Kota Jambi menyiagakan 21 unit mobil tangki air, terdiri dari armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Perumdam Tirta Mayang serta dukungan TNI.

banner 468x60

Hingga 27 Agustus 2026, pemerintah kota menyatakan telah menyalurkan sekitar 602 ribu liter air bersih kepada masyarakat. Distribusi diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga dan sejumlah fasilitas publik.

ETH Jambi: air bersih kebutuhan dasar masyarakat

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang (DPP ETH) Jambi, Rikardo Sianturi, menilai penanganan kekeringan harus dilakukan sejak dini agar masyarakat tidak sampai mengalami krisis air bersih.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Jangan menunggu warga benar-benar mengalami kesulitan baru bantuan datang. Wilayah yang sumber airnya mulai berkurang harus dipetakan sekarang dan distribusi air harus dilakukan secara cepat, merata dan tepat sasaran.”

Menurut Rikardo, pemerintah daerah bersama kecamatan, kelurahan hingga perangkat RT dapat melakukan pendataan secara aktif terhadap wilayah yang mulai mengalami kesulitan air.

Ia juga menilai keterlibatan perusahaan dan dunia usaha dapat diperkuat, khususnya bagi perusahaan yang memiliki armada tangki air.

“Kami berharap dunia usaha ikut mengambil bagian. Perusahaan yang mempunyai kemampuan dan armada dapat membantu masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Dalam kondisi seperti ini, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas,” kata Rikardo.

Transparansi distribusi perlu dijaga

DPP ETH Jambi juga meminta distribusi bantuan air bersih dilakukan secara terbuka dan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat. Wilayah dengan keterbatasan sumber air serta kelompok masyarakat yang paling terdampak harus mendapatkan prioritas.

Rikardo meminta pemerintah memastikan armada tangki dalam kondisi siap sehingga laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Pemerintah Kota Jambi telah menyediakan Call Center Bahagia 112 yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kebutuhan bantuan air bersih.

“Masyarakat perlu mengetahui ke mana harus melapor dan berapa cepat laporan tersebut ditangani. Jangan sampai ada warga yang sudah mengalami kesulitan air tetapi tidak mengetahui bagaimana mendapatkan bantuan,” lanjut Rikardo.

Selain persoalan air bersih, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, DPP ETH Jambi mengajak masyarakat menghemat penggunaan air, menjaga sumber-sumber air serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

“Menghadapi kekeringan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah harus sigap, dunia usaha ikut membantu, dan masyarakat menjaga sumber air. Jangan sampai ada masyarakat Jambi yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” tutup Rikardo.

banner 336x280