EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Global

Kekeringan mengancam sawah Sulawesi Utara, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: air harus sampai ke lahan sebelum petani kehilangan panen

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang — Sabtu, 29 Agustus 2026 Ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian di Sulawesi Utara menjadi perhatian serius seiring berkurangnya ketersediaan air di sejumlah sentra produksi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman, terutama padi, apabila kebutuhan air tidak segera terpenuhi. Di...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang — Sabtu, 29 Agustus 2026 Ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian di Sulawesi Utara menjadi perhatian serius seiring berkurangnya ketersediaan air di sejumlah sentra produksi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman, terutama padi, apabila kebutuhan air tidak segera terpenuhi.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menjalankan langkah penanganan dengan pompanisasi untuk membantu sawah yang mengalami kekurangan air. Sekitar 13,5 hektare lahan sawah dilaporkan berhasil mendapatkan kembali pasokan air melalui pompanisasi.

banner 468x60

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah lain, termasuk dukungan benih bagi lahan yang mengalami puso, sumur dalam atau sumur bor, normalisasi sumber air, serta perbaikan jaringan irigasi.

Persoalan kekeringan tidak boleh dianggap sebatas masalah cuaca. Bagi petani, kekurangan air pada fase pertumbuhan tertentu dapat berujung pada penurunan produktivitas bahkan gagal panen. Kerugian yang ditanggung bukan hanya hasil produksi yang hilang, tetapi juga biaya benih, pupuk, pengolahan lahan dan tenaga kerja yang telah dikeluarkan sejak awal musim tanam.

Satuan Petani ETH: jangan menunggu tanaman mati

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH) meminta pemerintah pusat dan daerah mempercepat penanganan di seluruh wilayah pertanian yang mulai mengalami kekurangan air.

Menurut Satuan Petani ETH, pompanisasi merupakan langkah penting, tetapi pelaksanaannya harus berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Pemerintah perlu memastikan pompa tersedia, sumber air dapat dimanfaatkan, bahan bakar maupun operasional terjamin, serta jaringan distribusi air benar-benar mencapai sawah petani.

“Jangan menunggu tanaman mengering atau petani mengalami gagal panen baru bantuan diturunkan. Begitu debit air turun dan sawah mulai kekurangan air, pemerintah harus bergerak. Menyelamatkan tanaman sebelum puso jauh lebih baik daripada mengganti kerugian setelah panen gagal,” tegas Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.

Petakan lahan rawan kekeringan

Satuan Petani ETH meminta pemerintah daerah bersama dinas pertanian, penyuluh dan kelompok tani melakukan pemetaan secara cepat terhadap lahan yang mengalami kekeringan ringan, sedang hingga berat.

Data tersebut harus menjadi dasar penempatan pompa dan bantuan lainnya agar penanganan tidak terlambat maupun salah sasaran.

Selain penanganan darurat, persoalan irigasi juga perlu diselesaikan dalam jangka panjang. Normalisasi saluran, pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung serta sumur pertanian dinilai penting agar petani tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap memasuki periode kering.

Lindungi petani yang mengalami puso

Satuan Petani ETH juga meminta perhatian khusus diberikan kepada petani yang lahannya benar-benar mengalami puso. Bantuan benih dan sarana produksi perlu dipercepat agar petani dapat kembali menanam tanpa menanggung seluruh biaya dari awal.

“Kalau ada petani yang sudah mengalami puso, jangan biarkan mereka menghadapi kerugiannya sendiri. Verifikasi harus cepat, bantuan benih harus cepat, dan persiapan tanam kembali juga harus didampingi. Petani adalah bagian penting dari ketahanan pangan negara,” lanjut Satuan Petani ETH.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa penanganan kekeringan harus mengutamakan kecepatan, ketepatan sasaran dan pencegahan gagal panen. Pemerintah juga diminta membuka kanal pengaduan agar kelompok tani dapat melaporkan wilayah yang membutuhkan pompa maupun perbaikan jaringan air.

“Air adalah nyawa pertanian. Jangan biarkan petani berdiri di tengah sawah melihat tanamannya mati karena bantuan datang terlambat. Selamatkan lahan, lindungi hasil panen dan jaga keberlangsungan hidup petani.”

Sumber: informasi Kementerian Pertanian mengenai penanganan kekeringan dan pompanisasi pertanian di Sulawesi Utara, Agustus 2026.

banner 336x280