Kredit Perbankan Tumbuh 13,3 Persen, ETH Dorong Likuiditas Nasional Lebih Kuat Mengalir ke UMKM dan Sektor Produktif
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 24 September 2026 Bank Indonesia melaporkan perkembangan terbaru yang memberi sinyal penting bagi dunia usaha. Berdasarkan siaran pers resmi yang diterbitkan hari ini, 24 September 2026, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 24 September 2026
Bank Indonesia melaporkan perkembangan terbaru yang memberi sinyal penting bagi dunia usaha. Berdasarkan siaran pers resmi yang diterbitkan hari ini, 24 September 2026, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Agustus 2026 mencapai Rp10.448,1 triliun, tumbuh 8,2 persen secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan likuiditas tersebut terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit. Bank Indonesia mencatat kredit tumbuh 13,3 persen yoy pada Agustus 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 13,0 persen pada Juli 2026. Uang beredar sempit atau M1 tumbuh 9,0 persen, sementara uang kuasi meningkat 6,5 persen.
Perkembangan itu muncul sehari setelah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 22–23 September 2026 memutuskan mempertahankan BI-Rate pada 5,75 persen, Deposit Facility 4,75 persen, dan Lending Facility 6,50 persen. Bank Indonesia menyatakan kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
ETH: Pertumbuhan Kredit Harus Semakin Terasa di Dunia Usaha
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pertumbuhan kredit perbankan merupakan perkembangan positif, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan pembiayaan tersebut semakin mudah diakses oleh UMKM, pengusaha daerah, industri produktif dan perusahaan yang sedang melakukan ekspansi.
Tidak sedikit pengusaha yang memiliki usaha layak namun masih menghadapi hambatan ketika mengakses pembiayaan karena persoalan laporan keuangan, legalitas, agunan, rekam transaksi maupun penyusunan proposal bisnis.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyatakan:
“Pertumbuhan kredit nasional harus semakin nyata dirasakan oleh pengusaha produktif. Likuiditas yang tersedia di sistem keuangan harus mampu mendorong produksi, perdagangan, investasi dan penciptaan lapangan kerja.”
Asosiasi juga menilai persoalan pembiayaan tidak cukup diselesaikan dengan meminta perbankan memperbesar kredit. Pengusaha sendiri perlu dipersiapkan agar memenuhi standar kelayakan pembiayaan dan mampu mengelola pinjaman secara sehat.
“ETH ingin mengambil peran sebagai jembatan antara pengusaha dan lembaga keuangan. Pengusaha harus dibantu menjadi lebih bankable, sementara kebutuhan pembiayaan harus diarahkan kepada skema yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan karakter usahanya.”
ETH Siapkan Agenda Pembiayaan Pengusaha
Sebagai langkah konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Financing & Banking Desk sebagai pusat pendampingan pembiayaan bagi pengusaha Indonesia.
Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha menyiapkan profil perusahaan, legalitas usaha, laporan keuangan, kebutuhan modal, proyeksi arus kas dan proposal pembiayaan sebelum dipertemukan dengan bank maupun lembaga pembiayaan.
ETH juga mendorong pengembangan business matching pembiayaan, sehingga kebutuhan modal kerja, investasi mesin, pembangunan fasilitas produksi, perdagangan maupun ekspansi usaha dapat dipertemukan dengan sumber pembiayaan yang paling sesuai.
Pembiayaan Harus Menghasilkan Pertumbuhan Riil
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menekankan bahwa keberhasilan kebijakan pembiayaan seharusnya tidak hanya diukur dari besarnya nilai kredit yang disalurkan, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kapasitas produksi, omzet perusahaan, investasi baru dan penciptaan lapangan kerja.
Dengan penyaluran kredit yang tumbuh 13,3 persen secara tahunan, ETH melihat momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat sektor usaha nasional—terutama perusahaan produktif yang mempunyai prospek usaha tetapi masih membutuhkan dukungan akses modal.
ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
24 September 2026





