KSP tinjau irigasi di Deli Serdang, DPP Elang Tiga Hambalang Sumut soroti manfaat langsung bagi petani
MEDAN, SUMATERA UTARA β Selasa, 22 September 2026 Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau saluran irigasi di kawasan persawahan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin, 21 September 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan program irigasi berbasis masyarakat benar-benar mengalirkan air hingga...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
MEDAN, SUMATERA UTARA β Selasa, 22 September 2026 Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau saluran irigasi di kawasan persawahan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin, 21 September 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan program irigasi berbasis masyarakat benar-benar mengalirkan air hingga ke lahan pertanian.
Dalam kunjungan tersebut, Dudung juga berdialog dengan anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk mendengar langsung pengalaman dan aspirasi petani terkait pembangunan serta pemanfaatan jaringan irigasi.
Lokasi yang ditinjau merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
Perkembangan tersebut menjadi perhatian Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, SH, menilai pembangunan irigasi perlu diukur dari manfaat yang benar-benar diterima petani, khususnya ketersediaan air hingga ke petak sawah.
Program menjangkau 21 kabupaten/kota di Sumut
Berdasarkan keterangan Kantor Staf Presiden, pelaksanaan program di Sumatera Utara menjangkau 21 kabupaten/kota.
KSP menyebut anggaran program di Sumatera Utara sekitar Rp527,50 miliar. Sementara ANTARA melaporkan luas layanan program di Sumatera Utara mencapai 15.184,83 hektare.
Secara nasional, pelaksanaan program mencakup 37 provinsi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp14,63 triliun.
Program tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 mengenai percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan.
Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara memandang besarnya cakupan program perlu diikuti pengawasan terhadap kualitas pekerjaan, ketepatan penggunaan anggaran serta manfaatnya terhadap produktivitas pertanian.
Deli Serdang 57 titik, Serdang Bedagai 86 titik
KSP menyebut program di Kabupaten Deli Serdang dilaksanakan pada 57 titik, sedangkan di Kabupaten Serdang Bedagai mencakup 86 titik.
Jaringan tersier yang paling dekat dengan lahan pertanian dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat, sementara jaringan primer dan sekunder ditangani Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Dalam dialog di lapangan, KSP menyatakan menerima keterangan warga bahwa aliran air menjadi lebih lancar dan produksi padi mengalami peningkatan setelah program berjalan.
Temuan tersebut merupakan keterangan yang dilaporkan KSP dari kunjungannya dan perlu terus dievaluasi berdasarkan hasil produksi di masing-masing wilayah.
Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara menilai keterlibatan masyarakat dalam pembangunan jaringan tersier dapat menjadi kekuatan program karena petani memahami kondisi saluran dan kebutuhan air di wilayah masing-masing.
Irigasi menjadi bagian penting ketahanan pangan
KSP mengaitkan pembangunan jaringan irigasi dengan agenda pemerintah untuk memperkuat swasembada dan ketahanan pangan.
Ketersediaan jaringan irigasi yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian.
Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara menilai keberhasilan program tidak cukup dilihat berdasarkan panjang saluran yang dibangun atau besarnya anggaran yang disalurkan.
Manfaat program juga perlu dilihat dari apakah air benar-benar sampai ke lahan pertanian, luas tanam dapat dipertahankan atau bertambah, produktivitas meningkat, serta memberikan dampak terhadap pendapatan petani.
Bahar menilai pengawasan dari desa, kecamatan, kabupaten hingga tingkat provinsi perlu berjalan secara berkelanjutan agar kerusakan saluran dapat segera ditangani dan distribusi air tidak menimbulkan persoalan antarkelompok petani.
Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara juga memandang aspirasi Perkumpulan Petani Pemakai Air perlu menjadi bagian dalam evaluasi karena petani merupakan pihak yang menggunakan langsung infrastruktur tersebut.
Dengan pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi yang tepat sasaran, program diharapkan mampu memperkuat produktivitas pertanian sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi keluarga petani di Sumatera Utara.
Sumber: Kantor Staf Presiden dan ANTARA News Sumatera Utara, 21 September 2026.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





