EXPLORE GLOBAL

⚑ QUICK SHORTCUTS

πŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Magang 150 Ribu Peserta dan Vokasi 300 Ribu Orang Disiapkan untuk 2027, Satuan Mahasiswa ETH Minta Hasil Kerja Pemuda Diukur Terbuka

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Pemerintah masih mematangkan skema pelaksanaan dan kebutuhan anggaran program ketenagakerjaan 2027. Satuan Mahasiswa ETH meminta ukuran keberhasilan tidak berhenti pada jumlah peserta, tetapi mencakup kompetensi, sertifikasi, penempatan kerja, kualitas pendampingan, dan perlindungan peserta. Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa BaratTanggal penulisan: Sabtu,...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Pemerintah masih mematangkan skema pelaksanaan dan kebutuhan anggaran program ketenagakerjaan 2027. Satuan Mahasiswa ETH meminta ukuran keberhasilan tidak berhenti pada jumlah peserta, tetapi mencakup kompetensi, sertifikasi, penempatan kerja, kualitas pendampingan, dan perlindungan peserta.

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Tanggal penulisan: Sabtu, 3 Oktober 2026 WIB

banner 468x60

Peluang kerja bagi lulusan muda tetap menjadi isu penting bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan transisi dari kampus menuju dunia kerja. Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang meminta rencana kelanjutan program magang dan pelatihan vokasi pemerintah pada 2027 dilengkapi indikator hasil yang dapat diperiksa masyarakat.

Perlu dibedakan antara tanggal kebijakan dan tanggal berita ini. Pemerintah mengumumkan arah kelanjutan program tersebut pada 30 September 2026, bukan pada 3 Oktober. Sekretariat Negara menyatakan pemerintah sedang mematangkan skema pelaksanaan dan kebutuhan anggaran. Program magang Kementerian Ketenagakerjaan direncanakan menyasar 150 ribu peserta, sementara program vokasi ditargetkan menjangkau 300 ribu orang pada 2027.

Konteks pasar kerja menunjukkan perlunya evaluasi berbasis hasil. Data BPS untuk Februari 2026 mencatat angkatan kerja Indonesia sebanyak 154,91 juta orang, dengan 147,67 juta orang bekerja. Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 4,68 persen, sedangkan rata-rata upah buruh sebesar Rp3,29 juta per bulan. Data tersebut merupakan kondisi Februari 2026 dan tidak boleh dianggap sebagai angka ketenagakerjaan Oktober.

Perkembangan yang lebih baru muncul pada 2 Oktober 2026. Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal kepada ANTARA menilai MagangHub dapat membantu persoalan pengangguran muda, tetapi tidak dapat berdiri sendiri dan perlu didukung investasi serta penciptaan lapangan kerja. Pandangan itu merupakan analisis ekonom, bukan pernyataan pemerintah.

Pernyataan Ketua Umum β€” Reza Prasatria Dharma

β€œTarget jumlah peserta penting, tetapi mahasiswa perlu mengetahui apa yang terjadi setelah program selesai. Berapa peserta memperoleh kompetensi yang diakui, berapa yang direkrut, berapa lama mereka memperoleh pekerjaan, bagaimana kualitas pekerjaan dan upahnya, serta bagaimana keluhan peserta ditangani.”

Satuan Mahasiswa ETH mengajukan pertanyaan pengawasan: berapa persentase alumni program yang bekerja tiga dan enam bulan setelah magang; apakah pekerjaan sesuai bidang kompetensi; berapa perusahaan yang kemudian merekrut peserta; dan bagaimana pemerintah memastikan program tidak digunakan untuk menggantikan pekerja tetap dengan tenaga magang?

Untuk memperkuat pelaksanaan, Satuan Mahasiswa ETH mengusulkan:

  1. Kemnaker menerbitkan dashboard hasil peserta tiga, enam, dan dua belas bulan setelah program, dengan indikator pekerjaan, bidang kerja dan keberlanjutan kerja.
  2. Perusahaan mitra diwajibkan menyediakan mentor, uraian pekerjaan, target kompetensi dan evaluasi peserta yang dapat diaudit.
  3. BNSP/LSP memperluas sertifikasi kompetensi bagi peserta yang menyelesaikan program agar pengalaman magang mempunyai nilai yang dapat dibuktikan di pasar kerja.
  4. Kemnaker dan pengawas ketenagakerjaan menyediakan kanal pengaduan mengenai keterlambatan uang saku, pekerjaan yang tidak sesuai, jam kerja, keselamatan kerja, dan dugaan penyalahgunaan status magang.

Indikator tindak lanjutnya dapat berupa tingkat penyelesaian program, sertifikasi, persentase peserta bekerja setelah program, waktu memperoleh pekerjaan, jumlah perusahaan yang merekrut alumni, serta penyelesaian pengaduan.

Manfaat pendekatan tersebut adalah program lebih mudah dinilai efektivitasnya dan anggaran dapat dikaitkan dengan hasil nyata. Keterbatasannya, keberhasilan memperoleh pekerjaan juga dipengaruhi kondisi ekonomi, investasi, lokasi dan kebutuhan industri, sehingga evaluasi tidak boleh menyandarkan seluruh hasil pasar kerja hanya pada program magang.

Narasumber organisasi:
Reza Prasatria Dharma β€” Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang

banner 336x280
Secret Link