MagangHub Masuk Tahap Penetapan Peserta, ETH Dorong Perusahaan Jadikan Magang Jalur Rekrutmen Tenaga Siap Kerja
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat - 16 September 2026Program Pemagangan Nasional MagangHub 2026 Angkatan II Batch 2 memasuki tahap penting. Mulai 16–18 September 2026, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan proses seleksi dan penetapan peserta yang telah diusulkan oleh perusahaan serta kementerian/lembaga penyelenggara....
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat – 16 September 2026Program Pemagangan Nasional MagangHub 2026 Angkatan II Batch 2 memasuki tahap penting. Mulai 16–18 September 2026, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan proses seleksi dan penetapan peserta yang telah diusulkan oleh perusahaan serta kementerian/lembaga penyelenggara. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 18 September, sedangkan peserta yang dinyatakan lolos mulai mengikuti pemagangan pada 21 September 2026.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai program tersebut perlu dimanfaatkan dunia usaha tidak sekadar sebagai tempat belajar sementara, tetapi sebagai jalur pencarian, pembentukan dan rekrutmen tenaga kerja yang sesuai kebutuhan perusahaan.
“Magang harus menjadi jembatan nyata dari pendidikan menuju pekerjaan. Perusahaan mempunyai kesempatan menguji kompetensi, disiplin dan kemampuan peserta secara langsung sebelum menentukan kebutuhan rekrutmen.”
Perusahaan Berperan Menentukan Kebutuhan Peserta
Dalam mekanisme MagangHub, perusahaan yang menjadi mitra penyelenggara tidak hanya menerima peserta. Mereka terlebih dahulu harus mengusulkan program yang menjelaskan posisi magang, persyaratan program studi, lokasi, jumlah kebutuhan peserta, deskripsi posisi serta jadwal pemagangan. Mitra perusahaan juga diwajibkan memenuhi administrasi seperti NIB atau data WLKP dan menunjuk admin penyelenggara.
Bagi ETH, mekanisme tersebut merupakan pendekatan yang tepat karena kebutuhan kompetensi dimulai dari dunia kerja.
“Pelatihan tenaga kerja akan lebih efektif apabila dimulai dari posisi yang benar-benar tersedia. Dunia usaha harus menyampaikan kebutuhan secara spesifik sehingga peserta yang disiapkan mempunyai kompetensi yang relevan.”
ETH mendorong anggota organisasi melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja sebelum mengikuti program pemagangan, mulai dari produksi, keuangan, pemasaran digital, logistik, teknologi informasi, teknik, administrasi hingga pengembangan bisnis.
Target MagangHub 2026 Diperluas Menjadi 150 Ribu Peserta
Kementerian Ketenagakerjaan sebelumnya menetapkan target Program MagangHub 2026 mencapai 150.000 peserta, meningkat dari target sebelumnya 100.000 peserta. Pemerintah menyatakan perluasan tersebut ditujukan untuk memperbesar kesempatan lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja dan mempercepat transisi menuju dunia kerja. ([BPVPKendari][3])
Menurut ETH, skala tersebut menunjukkan program pemagangan telah menjadi instrumen ketenagakerjaan yang signifikan dan membutuhkan keterlibatan dunia usaha secara serius.
“Dengan target peserta yang besar, perusahaan tidak seharusnya hanya menjadi lokasi penempatan. Dunia usaha harus aktif menentukan kompetensi, menyediakan mentor dan mengevaluasi peserta sehingga program menghasilkan tenaga yang benar-benar siap kerja.”
35 Persen Peserta Batch Sebelumnya Mendapat Tawaran Kerja
Evaluasi program sebelumnya menunjukkan potensi pemagangan sebagai pintu masuk menuju pekerjaan.
Kemnaker melaporkan sekitar 35 persen peserta batch pertama memperoleh tawaran bekerja di tempat mereka menjalani praktik kerja. Dari sisi perusahaan, sekitar 81 persen mitra menyatakan puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan program.
ETH menilai angka tersebut memperkuat alasan perusahaan menjadikan magang sebagai bagian dari strategi sumber daya manusia.
“Kalau peserta berkinerja baik, perusahaan seharusnya mempunyai jalur untuk mempertimbangkan mereka sebagai calon pekerja. Dengan demikian investasi waktu perusahaan dalam membimbing peserta tidak berhenti ketika masa magang selesai.”
ETH Dorong Pembentukan “Talent Demand Database”
Sebagai langkah konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Talent Demand Database.
Database tersebut akan berangkat dari kebutuhan perusahaan, bukan hanya data pencari kerja. Anggota ETH dapat memasukkan posisi yang dibutuhkan, jumlah tenaga, pendidikan, kompetensi teknis, lokasi kerja serta kemungkinan kebutuhan rekrutmen setelah magang.
Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk bekerja sama dengan Kemnaker, balai pelatihan vokasi, perguruan tinggi, SMK dan lembaga sertifikasi.
“Kita perlu membalik pendekatan. Jangan hanya bertanya berapa banyak pencari kerja yang tersedia, tetapi tanyakan lebih dahulu pekerjaan apa yang dibutuhkan perusahaan dan kompetensi apa yang diperlukan.”
Mentor Perusahaan Jadi Faktor Kunci
Kemnaker menekankan pentingnya kualitas proses pembelajaran selama pemagangan. Mitra penyelenggara diminta memastikan peserta memperoleh kesempatan belajar dan pengalaman kerja yang relevan, bukan sekadar menjalankan pekerjaan rutin tanpa tujuan peningkatan kompetensi.
ETH mendorong setiap perusahaan menunjuk mentor yang memahami pekerjaan dan mempunyai waktu melakukan evaluasi.
Peserta idealnya mempunyai target kompetensi yang jelas pada awal program, kemudian dievaluasi secara berkala berdasarkan kemampuan teknis, kedisiplinan, komunikasi, pemecahan masalah dan kerja sama tim.
“Magang yang berkualitas harus mempunyai target. Peserta harus mengetahui kompetensi apa yang harus dikuasai, sedangkan perusahaan harus mempunyai ukuran yang jelas untuk menilai perkembangannya.”
Sertifikasi Kompetensi Perlu Diperkuat
Kerangka Program Pemagangan Nasional juga membuka ruang fasilitasi sertifikasi kompetensi kerja bagi peserta yang telah menyelesaikan pemagangan. Ketentuan tersebut tercantum dalam Permenaker Nomor 9 Tahun 2026, yang juga mengatur pemberian uang saku bulanan selama maksimal enam bulan.
Balai-balai pelatihan Kemnaker juga telah menyelenggarakan sertifikasi BNSP untuk peserta MagangHub pada berbagai bidang, antara lain K3, digital marketing, desain grafis, pengembangan web, audiovisual dan administrasi perkantoran.
ETH melihat sertifikasi sebagai instrumen penting agar kemampuan peserta tidak hanya dibuktikan melalui pengalaman magang.
“Pengalaman kerja akan lebih kuat apabila diikuti bukti kompetensi. Sertifikasi membantu perusahaan mengetahui standar kemampuan kandidat dan membantu peserta membawa kompetensinya ke pasar kerja.”
Pelatihan Vokasi Batch 5 Juga Tutup Pendaftaran Hari Ini
Momentum peningkatan keterampilan tidak hanya berlangsung melalui MagangHub. Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 juga menutup tahap pendaftaran pada 16 September 2026 di sejumlah balai pelatihan Kemnaker. Di BBPVP Bandung, misalnya, tahapan berikutnya adalah seleksi wawancara 17–23 September, pengumuman hasil 24 September dan kick-off pelatihan pada 30 September 2026.
Program tersebut menawarkan berbagai bidang pelatihan dan pada beberapa balai dilanjutkan dengan on-the-job training atau magang berbasis proyek.
ETH mendorong anggota yang membutuhkan tenaga tertentu untuk menjalin hubungan langsung dengan lembaga vokasi sehingga program pelatihan semakin sesuai dengan permintaan industri.
ETH Usulkan “Hire After Internship”
Untuk memperbesar dampak program, ETH mendorong perusahaan anggota menerapkan mekanisme Hire After Internship.
Perusahaan dapat mengelompokkan peserta setelah evaluasi menjadi kandidat siap direkrut, kandidat yang memerlukan peningkatan kompetensi, dan peserta yang lebih cocok pada bidang lain.
Peserta berprestasi kemudian dapat dimasukkan ke ETH Talent Pool dan direkomendasikan kepada perusahaan anggota yang mempunyai kebutuhan.
“Peserta magang yang sudah mendapatkan pengalaman enam bulan merupakan aset. Jangan sampai setelah program selesai mereka kembali memulai dari nol mencari pekerjaan tanpa ada jembatan menuju perusahaan.”
Produktivitas Perusahaan dan Peluang Kerja Harus Tumbuh Bersama
ETH menilai solusi ketenagakerjaan tidak cukup hanya menambah jumlah program pelatihan. Keberhasilannya harus dilihat dari kemampuan meningkatkan produktivitas perusahaan serta memperbesar peluang seseorang masuk ke pekerjaan yang sesuai kompetensi.
Karena itu, organisasi pengusaha perlu mengambil peran lebih besar sebagai penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan riil perusahaan.
“Program ketenagakerjaan akan berhasil ketika perusahaan memperoleh tenaga yang lebih produktif dan peserta memperoleh jalur menuju pekerjaan. Dua kepentingan tersebut harus dipertemukan.”
Dengan proses penetapan peserta MagangHub Batch 2 berlangsung 16–18 September 2026 dan pelaksanaan magang dimulai 21 September, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perusahaan memanfaatkan momentum ini untuk membangun sistem rekrutmen yang lebih terencana, berbasis kompetensi dan terhubung langsung dengan kebutuhan industri.
ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
“Pengusaha Kuat, Indonesia Maju.”





