EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Mahasiswa UMRI keluhkan sulit dapat pupuk, Mentan Amran langsung tindak lanjuti kebutuhan petani muda di Kampar

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Senin, 21 September 2026 Keluhan seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengenai kesulitan memperoleh pupuk untuk usaha pertanian sayuran di Kabupaten Kampar mendapat respons langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Kementerian Pertanian menyatakan Amran...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Senin, 21 September 2026 Keluhan seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengenai kesulitan memperoleh pupuk untuk usaha pertanian sayuran di Kabupaten Kampar mendapat respons langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Kementerian Pertanian menyatakan Amran meminta jajarannya memastikan kebutuhan pupuk mahasiswa tersebut segera ditindaklanjuti.

banner 468x60

Peristiwa itu bermula seusai Amran memberikan kuliah umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta’aruf (MASTA) Universitas Muhammadiyah Riau di Pekanbaru pada Kamis, 17 September 2026.

Seorang mahasiswa yang menjalankan kegiatan pertanian di Kabupaten Kampar menghampiri Menteri Pertanian dan menyampaikan kesulitan memperoleh pupuk, terutama ketika tanaman sayuran membutuhkan pupuk dalam jumlah besar.

Mahasiswa tersebut juga menyampaikan bahwa banjir menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam kegiatan pertanian keluarganya.

Persoalan tersebut mendapat perhatian Satuan Petani Elang Tiga Hambalang. Organisasi itu menilai kasus di Kampar dapat menjadi bahan evaluasi agar ketersediaan pupuk di atas kertas benar-benar diikuti kemudahan akses bagi petani di lapangan.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berpandangan petani membutuhkan pupuk pada waktu yang tepat. Keterlambatan memperoleh pupuk pada masa pemupukan berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman dan hasil produksi.

Karena itu, distribusi pupuk perlu dipastikan sampai kepada petani secara mudah, tepat waktu, tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

Mentan minta kebutuhan pupuk segera ditangani

Setelah mengetahui lokasi kegiatan pertanian mahasiswa tersebut berada di Kabupaten Kampar, Amran menyatakan kebutuhan pupuk akan ditindaklanjuti.

Menteri Pertanian kemudian meminta jajarannya mengambil nomor kontak mahasiswa tersebut dan mengarahkannya untuk berkoordinasi dengan pejabat yang menangani persoalan pupuk.

“Insyaallah pasti dikirim pupuk,” kata Amran sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi Kementerian Pertanian.

Respons tersebut menunjukkan pentingnya penyelesaian cepat ketika petani maupun pelaku pertanian menghadapi kendala mendapatkan sarana produksi.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai mekanisme respons cepat seperti itu perlu diperkuat sampai tingkat daerah.

Namun, sistem distribusi juga diharapkan mampu menyelesaikan persoalan petani tanpa harus menunggu keluhan disampaikan langsung kepada pejabat pemerintah pusat.

Pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani dan pihak yang terlibat dalam penyaluran pupuk perlu mempunyai jalur koordinasi serta pengaduan yang mudah digunakan petani.

Akses pupuk hingga desa harus dipastikan

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai persoalan pupuk bukan hanya menyangkut jumlah yang tersedia, tetapi juga akses petani terhadap pupuk pada saat dibutuhkan.

Distribusi perlu dievaluasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Pemerintah dapat melihat apakah pupuk tersedia menjelang musim tanam, apakah lokasi penyaluran mudah dijangkau, apakah harga sesuai ketentuan dan seberapa cepat keluhan petani dapat diselesaikan.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang juga menilai penyuluh pertanian dan kelompok tani mempunyai posisi penting karena mereka berhubungan langsung dengan petani.

Apabila terdapat wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh pupuk, informasi tersebut perlu segera diteruskan sehingga persoalan dapat ditangani sebelum memengaruhi kegiatan produksi.

Bagi petani, ketepatan waktu menjadi sangat penting. Pupuk yang datang setelah masa pemupukan terlewati tentu tidak memberikan manfaat yang sama dibanding pupuk yang tersedia sesuai kebutuhan tanaman.

Petani muda perlu mendapatkan ruang

Kasus mahasiswa UMRI tersebut juga menunjukkan adanya generasi muda yang mulai terlibat dalam kegiatan pertanian.

Dalam kunjungannya ke UMRI, Menteri Pertanian mendorong mahasiswa melihat pertanian bukan hanya sebagai kegiatan mengolah lahan, tetapi juga sebagai sektor usaha yang dapat dikembangkan melalui kewirausahaan, inovasi dan teknologi.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai regenerasi petani menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga masa depan pertanian Indonesia.

Namun, ketertarikan generasi muda terhadap pertanian perlu didukung lingkungan usaha yang memadai.

Petani muda membutuhkan kemudahan memperoleh pupuk dan benih, akses lahan, alat dan mesin pertanian, pembiayaan, teknologi, pendampingan serta kepastian pasar.

Apabila berbagai kebutuhan dasar tersebut tersedia, pertanian dapat berkembang menjadi sektor usaha yang semakin menarik bagi generasi muda.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berpandangan anak muda perlu diberi kesempatan mengembangkan pertanian modern yang produktif dan menguntungkan.

Bukan sekadar bantuan pupuk

Persoalan yang disampaikan mahasiswa UMRI juga dapat menjadi momentum untuk melihat kebutuhan petani secara lebih menyeluruh.

Pupuk merupakan salah satu faktor produksi, tetapi petani juga menghadapi persoalan pengairan, perubahan cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman, biaya produksi hingga pemasaran hasil panen.

Karena mahasiswa tersebut turut menyampaikan persoalan banjir, penanganan pertanian di daerah juga membutuhkan perhatian terhadap sistem pengairan dan mitigasi risiko bencana.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai pendekatan terhadap persoalan pertanian harus dilakukan dari hulu sampai hilir.

Ketika pupuk tersedia tetapi lahan mengalami banjir atau kekeringan, produksi tetap dapat terganggu. Begitu pula ketika produksi berhasil meningkat tetapi petani kesulitan mendapatkan pasar dengan harga yang menguntungkan.

Karena itu, keberhasilan pembangunan pertanian perlu diukur dari kemampuan petani mempertahankan produksi sekaligus memperoleh pendapatan yang layak.

Pupuk tersedia, produksi dijaga

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berharap tindak lanjut terhadap keluhan mahasiswa UMRI dapat menjadi contoh pentingnya pemerintah mendengarkan persoalan petani secara langsung.

Pada saat yang sama, evaluasi distribusi pupuk perlu terus dilakukan agar kasus serupa dapat dicegah.

Ketersediaan pupuk harus dapat diketahui secara transparan dan petani perlu memahami prosedur untuk mendapatkannya sesuai ketentuan.

Apabila terjadi hambatan distribusi, mekanisme pengaduan harus mampu memberikan penyelesaian secara cepat.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai ukuran keberhasilan kebijakan pupuk pada akhirnya bukan hanya berapa banyak pupuk yang disediakan, melainkan apakah pupuk benar-benar tersedia ketika petani membutuhkannya dan mampu membantu meningkatkan produksi.

Pupuk tersedia, akses mudah, tanaman terawat, produksi meningkat dan kesejahteraan petani membaik harus menjadi tujuan bersama dalam memperkuat sektor pertanian Indonesia.

Sumber: Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang

banner 336x280
Secret Link