EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah

Pejabat Taput ditempa keterampilan manajerial, Bahar Effendi Pulungan: Kompetensi harus menghasilkan pelayanan yang lebih baik

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

TAPANULI UTARA, SUMATERA UTARA — Senin, 14 September 2026 Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperkuat kemampuan kepemimpinan dan manajerial aparatur sipil negara melalui Pelatihan Practical Leadership and Managerial Skill. Kegiatan tersebut diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan camat se-Kabupaten Tapanuli...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

TAPANULI UTARA, SUMATERA UTARA — Senin, 14 September 2026

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperkuat kemampuan kepemimpinan dan manajerial aparatur sipil negara melalui Pelatihan Practical Leadership and Managerial Skill. Kegiatan tersebut diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan camat se-Kabupaten Tapanuli Utara.

banner 468x60

Pelatihan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tapanuli Utara itu berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Tarutung.

Kepala BKPSDM Tapanuli Utara Jenri Simanjuntak menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memantapkan kemampuan kepemimpinan, manajemen, dan komunikasi para pejabat manajerial di lingkungan pemerintah kabupaten.

Sekretaris Daerah Tapanuli Utara Henry MM Sitompul, yang membuka kegiatan mewakili Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menekankan pentingnya integritas dan keberanian pejabat dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Para peserta diharapkan mampu menjadi pemimpin berkarakter, menjadi pengayom, membuka ruang diskusi, dan memberikan solusi kepada anggota tim. Pejabat eselon II dan III juga diminta berani mengambil kebijakan yang tepat serta tidak menghindari tanggung jawab ketika menghadapi persoalan pekerjaan.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara (DPP ETH Sumut), Bahar Effendi Pulungan, SH, menilai peningkatan kapasitas aparatur merupakan bagian penting dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.

Namun, menurut Bahar, manfaat pelatihan harus terlihat melalui perubahan cara kerja, kecepatan pengambilan keputusan, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pelatihan pejabat tidak cukup hanya menghasilkan sertifikat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus diterapkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab,” kata Bahar dalam draf pernyataannya.

Pelatihan tersebut menghadirkan praktisi dan pakar kepemimpinan Johnson Alvonco Hutauruk, PhD, MTh, dengan tema Practical Leadership & Managerial Skill: From Insight to Action for a Better Future.

Peserta mendapatkan materi mengenai lima kecerdasan kepemimpinan, yaitu IQ, EQ, AQ, PQ, dan SQ. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai lima peran pemimpin sebagai pelatih, pengajar, motivator, konselor, dan pendamping spiritual.

Selain itu, pelatihan membahas penerapan kerangka POAC, yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik pemecahan masalah serta pengambilan keputusan berbasis data.

Bahar menilai pengambilan keputusan berbasis data perlu diterapkan secara konsisten agar program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan anggaran daerah digunakan secara efektif.

“Seorang pejabat harus mampu membaca data, memahami persoalan di lapangan, menentukan prioritas, dan berani mempertanggungjawabkan keputusan. Masyarakat menilai keberhasilan pemerintah dari pelayanan yang mereka terima,” ujarnya.

DPP ETH Sumut berharap hasil pelatihan tersebut mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, percepatan penanganan kemiskinan, reformasi birokrasi, dan optimalisasi pelayanan publik di Kabupaten Tapanuli Utara.

Bahar juga mengingatkan pentingnya evaluasi setelah pelatihan. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu menetapkan indikator untuk mengukur perubahan kinerja peserta agar penggunaan anggaran pengembangan aparatur memberikan manfaat yang nyata.

“Perlu ada evaluasi berkala. Apakah pelayanan menjadi lebih cepat, koordinasi semakin baik, pengaduan masyarakat berkurang, dan program pembangunan semakin tepat sasaran. Itulah ukuran manfaat pelatihan bagi rakyat,” tutup Bahar.

Sumber fakta: ANTARA News Sumatera Utara, 13 September 2026

banner 336x280