Pelatihan Pejabat Taput Digelar, Bahar Effendi Pulungan: Hasilnya Harus Terlihat dalam Pelayanan Publik
MEDAN — Minggu, 13 September 2026 Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara (DPP ETH Sumut) menaruh perhatian terhadap pelaksanaan pelatihan kepemimpinan dan keterampilan manajerial bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Pelatihan bertajuk Practical Leadership and Managerial...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
MEDAN — Minggu, 13 September 2026 Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara (DPP ETH Sumut) menaruh perhatian terhadap pelaksanaan pelatihan kepemimpinan dan keterampilan manajerial bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Pelatihan bertajuk Practical Leadership and Managerial Skill tersebut diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan camat se-Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Taput itu berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Tarutung.
Kepala BKPSDM Taput Jenri Simanjuntak menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajemen, dan komunikasi para pejabat manajerial di lingkungan Pemkab Taput.
Sekretaris Daerah Tapanuli Utara Henry MM Sitompul, yang membuka kegiatan mewakili Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menekankan pentingnya integritas dan keberanian pejabat dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Pejabat eselon II dan III sebagai pengambil keputusan diharapkan berani menentukan kebijakan yang tepat, mampu menjadi pengayom dan pemberi solusi bagi bawahannya, serta tidak menghindari tanggung jawab ketika menghadapi persoalan pekerjaan.
Pelatihan menghadirkan praktisi dan pakar kepemimpinan Johnson Alvonco Hutauruk dengan materi lima kecerdasan kepemimpinan, lima peran utama seorang pemimpin, penerapan kerangka Planning, Organizing, Actuating, Controlling atau POAC, serta teknik pemecahan masalah dan pengambilan keputusan berdasarkan data.
Peningkatan kemampuan aparatur tersebut diharapkan dapat mendukung perbaikan tata kelola pemerintahan, peningkatan indeks pembangunan manusia, percepatan penanganan kemiskinan, reformasi birokrasi, dan optimalisasi pelayanan publik di Tapanuli Utara.
Ketua DPP ETH Sumut Bahar Effendi Pulungan, SH, menilai pelatihan kepemimpinan merupakan langkah yang baik apabila pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
“Pelatihan pejabat tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Hasilnya harus terlihat dalam kualitas keputusan, kecepatan menyelesaikan persoalan, keterbukaan kepada masyarakat, dan peningkatan pelayanan publik,” kata Bahar.
Menurutnya, masyarakat akan menilai keberhasilan pelatihan dari perubahan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan. Aparatur yang telah mengikuti pelatihan harus lebih responsif terhadap pengaduan warga dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan daerah.
“Anggaran yang digunakan untuk pengembangan kemampuan aparatur harus memberikan manfaat kepada rakyat. Karena itu, perlu ada evaluasi terhadap kinerja peserta setelah pelatihan selesai,” ujarnya.
Bahar juga mengingatkan bahwa kemampuan manajerial harus berjalan seiring dengan integritas. Kecakapan mengambil keputusan tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak dilandasi kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian melayani kepentingan masyarakat.
“DPP ETH Sumut berharap para pejabat menjadikan jabatan sebagai amanah pelayanan. Pemimpin pemerintahan harus hadir sebagai pengayom, mampu mendengar, dan berani bertanggung jawab atas setiap kebijakan yang diambil,” tuturnya.
Sumber fakta: ANTARA Sumatera Utara, “Pemkab Taput perkuat kepemimpinan pejabat melalui pelatihan manajerial”, diterbitkan Minggu, 13 September 2026 pukul 14.04 WIB.
Tautan sumber: https://sumut.antaranews.com/berita/670495/pemkab-taput-perkuat-kepemimpinan-pejabat-melalui-pelatihan-manajerial





